M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Robert Kiyosaki Sebut Keruntuhan Perbankan AS Dimulai, Pasar Ini bakal Ikutan Runtuh

Reporter: SS. Kurniawan  |  Editor: S.S. Kurniawan


MOMSMONEY.ID - Investor kawakan Robert Kiyosaki menyebutkan, keruntuhan perbankan Amerika Serikat atau AS telah dimulai. Ia pun meminta untuk waspada keruntuhan pasar berikut ini.

"Keruntuhan perbankan (AS) telah dimulai. Bank Oklahoma tutup," kata Kiyosaki di akun X-nya, Sabtu (2/11).

"Waspadalah terhadap pasar obligasi dan real estat komersial yang akan segera runtuh," sebut Kiyosaki memberi peringatan.

Informasi saja, Office of the Comptroller of the Currency (OCC) bulan lalu menutup First National Bank of Lindsay yang berbasis di Oklahoma.

Langkah penutupan ini OCC ambil setelah menemukan catatan bank palsu dan menipu serta informasi lain yang menunjukkan penipuan.

Baca Juga: Ini Alasan Robert Kiyosaki Suka Menyimpan Bitcoin

Sebelumnya, akhir tahun lalu, Kiyosaki memperingatkan, sistem perbankan AS bakal bangkrut. Ia pun meminta untuk segera membeli tiga aset investasi ini.

"Beli emas, perak, Bitcoin selagi masih bisa," kata Kiyosaki dalam akun X-nya akhir tahun lalu.

Kiyosaki mengungkapkan, dalam Program Wolf Blitzer di CNN, dia memperkirakan kejatuhan Lehmann Brothers pada 2008. 

"Sebelum (Lehmann Brothers) jatuh, Wolf tertawa mendengarnya," ungkap dia. 

Pada 2023, Kiyosaki menyebutkan, saat tampil dalam acara Neil Cavuto di Fox Business, ia memproyeksikan kehancuran raksasa perbankan Credit Suisse. Dan, itu terjadi.

Baca Juga: Robert Kiyosaki Bilang, Uang Mengungkapkan Siapa Diri Anda Sebenarnya

"Kemungkinan UBS United Bank of Switzerland akan jatuh berikutnya," sebutnya.

Informasi saja, UBS mencaplok Credit Suisse yang merupakan pesaingnya pasca kejatuhan bank asal Swiss itu. Merger keduanya rampung di 2024.

"Harap ingat, peringatan saya dalam buku Rich Dad Poor Dad yang terbit pada 1997 yang meramalkan penabung adalah pecundang dan rumah Anda bukanlah aset menjadi kenyataan pada 2008," ujarnya. 

"Perhatikan peringatan saya berikutnya. S&P berikutnya, yang akan menghasilkan jutaan 401k (rekening tabungan pensiun) dan IRA (Direktorat Jenderal Pajak AS). Hati-hati di jalan," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Tren Teras 2026 yang Nggak Cuma Estetik, Tapi Bikin Rumah Lebih Berkesan

Tren teras 2026 fokus pada kenyamanan, fungsi, dan nilai rumah agar tetap relevan dan menarik dalam jangka panjang. Berikut ini bisa kamu coba.​

Tren Warna Cat Rumah 2026, Ini 5 Aturan Lama yang Sudah Tidak Cocok Lagi

Aturan warna cat lama mulai ditinggalkan, ini cara baru bikin rumah tampil estetik, modern, dan lebih hidup tanpa ribet.​

Dapur Kecil Terasa Luas Tanpa Renovasi Mahal? Ini 6 Trik Simpel yang Bisa Dicoba

Membongkar kesalahan umum desain dapur kecil yang bikin sempit. Ini cara mengubahnya dengan trik sederhana tanpa renovasi mahal.

Harga Gadget Naik di Era AI, Ini Penyebab dan Cara Mudah Menyiasatinya

Harga gadget makin mahal di era AI, pahami penyebabnya dan temukan cara hemat agar tetap bisa upgrade tanpa boros.​  

Gaji Naik Belum Tentu Aman, Ini Tips Atasi Stres Keuangan yang Bisa Dicoba

Stres keuangan tak selalu karena gaji kecil, pahami kebiasaan finansial yang sering jadi penyebab dan cara mudah mengatasinya.​

Reksa Dana atau Emas Digital? Ini Tips untuk Cuan dan Jaga Stabilitas Keuangan

Pilih reksa dana atau emas digital di tahun 2026? Pahami dahulu perbedaan, risiko, dan simulasi keuntungan agar investasi lebih tepat.​  

Prakiraan Cuaca Jawa Timur Besok Hari Kamis (23/4), Hujan Ringan di Kota Ini!

Hujan ringan mendominasi cuaca Jawa Timur pada Kamis, 23 April 2026, sementara sebagian kota akan berawan

Virus dan Penyakit Kian Banyak, Layanan Kesehatan Ini Dibutuhkan

Layanan kesehatan yang modern dan terintegrasi jadi kebutuhan banyak orang, rumah sakit ini hadirkan layanan ini  

Mau Bisnis Kuliner Makin Cuan, Ini Strategi Digital ala Bakso Lapangan Tembak Senayan

​Bersama OttoDigital, BLTS memanfaatkan sistem POS digital untuk memantau penjualan dan stok secara real-time.  

Minat Investor Ritel Indonesia terhadap Instrumen Pasif Meningkat

Tren investor ritel menarih dana investasi di instrumen pasif meningkat. Hal ini disebabkan oleh fluktuasi IHSG beberapa bulan terakhir. ​