MOMSMONEY.ID - Siloam International Hospitals terus memperkuat kapabilitas klinis berbasis teknologi dengan memperluas pengimpelentasian teknologi robotik dan sistem berbasis articial intelligence.
Dengan penguatan kapabilitas klinis berbasis teknologi ini, Siloam berupaya meningkatkan kualitas hasil perawatan dan keselamatan pasien. Investasi pada sistem robotik dan teknologi presisi dilakukan untuk memastikan setiap tindakan medis dilakukan dengan standar yang semakin akurat, konsisten, dan terukur, sehingga layanan kesehatan berstandar internasional dapat semakin mudah diakses oleh pasien Indonesia di dalam negeri.
David Utama, Presiden Direktur Siloam International Hospitals menjelaskan, paduan antara teknologi dan kedokteran adalah salah satu yang tidak bisa dihindarkan. Pemanfaatan teknologi akan membantu para dokter untuk meningkatkan akurasi tindakan, keselamatan pasien dan kualitas hasil perawatan.
Dia pun menegaskan, penggunaan teknologi bukan berarti menggantikan para dokter spesialis. “Teknologi ini membatu para spesialis kita untuk mencapai tujuan tersebut,” kata David di Siloam Hospitals Kebon Jeruk, Rabu (4/3).
Baca Juga: Jangan Tunda Liburan, Traveling Ternyata Obati Stres
Sebagai rumah sakit yang fokus pada patient outcomes alias hasil akhir dari pelayanan kesehatan, mendorong Siloam untuk mengadopsi teknologi robotik.
David pun mengatakan, berbagai teknologi robotik yang diadopsi di Siloam International Hospitals sesuai dengan masukan atau arahan dari para dokter spesialis mereka yang sudah ahli dalam bidangnya.
Adapun, hingga awal 2026, Siloam telah mengadopsi tujuh jenis robot medis yang digunakan untuk berbagai kebutuhan layanan, antara lain tindakan saluran kemih dan prostat (urologi), kesehatan organ reproduksi perempuan (ginekologi), operasi saluran pencernaan seperti usus dan lambung (bedah digestif), berbagai tindakan operasi umum, berbagai tindakan urologi seperti biopsi prostat, prostatectomy, pengangkatan tumor ginjal, serta rekonstruksi saluran kemih dengan presisi tinggi, operasi tulang dan sendi termasuk penggantian lutut (ortopedi), bedah otak dan tulang belakang.
Teknologi robotik ini telah diaplikasikan di 6 rumah sakit Siloam, tidak hanya di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, tetapi juga di jaringan rumah sakit Siloam di kota Surabaya dan Makassar. Secara keseluruhan, lebih dari 339 prosedur berbasis robotik dan sistem medis presisi telah dilakukan hingga awal 2026.
Berbagai teknologi robotik yang telah diimplementasikan Siloam mencakup Da Vinci Xi yakni sistem bedah robotik generasi terbaru untuk berbagai prosedur presisi tinggi. Ada Biobot MonaLisa™, teknologi MRI-Fusion untuk diagnostik kanker prostat yang lebih akurat. Serta Brainlab Cirq, robot bedah untuk tindakan otak dan tulang belakang.
Untuk bidang ortopedi, Siloam juga mengoperasikan sejumlah sistem robotik untuk tindakan Total Knee Replacement (TKR), yaitu ROSA® Knee Robotic Surgery, Cuvis Joint, dan Velys, yang mendukung perencanaan dan eksekusi operasi sendi secara lebih presisi dan terukur.
Sementara, per Desember 2025, Siloam Hospitals Kebon Jeruk telah menjadi pusat robotik dalam jaringan Siloam dengan mengoperasikan tiga sistem robotik dalam satu lokasi: Da Vinci Xi, Biobot MonaLisa™, dan ROSA® Knee Robotic Surgery.
Keberadaan tiga platform robotik berbeda dalam satu rumah sakit memungkinkan penanganan berbagai prosedur kompleks secara lebih presisi dan minimal invasif.
“Siloam Hospitals Kebon Jeruk selalu berupaya memberikan layanan terbaik untuk pasien. Transformasi menuju pusat robotik ini merupakan perjalanan panjang dari sebuah visi besar untuk menghadirkan layanan medis dengan standar terbaik dunia,” kata Inge Samadi, Executive Director Siloam Hospitals Kebon Jeruk.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News