M O M S M O N E Y I D
BisnisYuk

Riset Prasasti: Belanja Negara Lemah, Pemulihan Ekonomi Belum Solid

Reporter: Francisca Bertha Vistika  |  Editor: Francisca bertha


MOMSMONEY.ID - Laju pertumbuhan ekonomi nasional masih bergerak secara moderat di tengah kondisi global yang belum stabil. Prasasti Center for Policy Studies menilai, perlambatan ini salah satunya akibat realisasi belanja negara yang lambat hingga pertengahan tahun berjalan.

Setelah mencatat pertumbuhan PDB sebesar 4,87% secara tahunan pada kuartal I tahun ini, Gundy Cahyadi, Direktur Riset Prasasti, melihat, laju pertumbuhan ekonomi masih belum membaik pada kuartal II 2025.

"Konsumsi rumah tangga, yang merupakan kontributor utama pertumbuhan, masih lemah, sementara sektor swasta cenderung menunggu kejelasan arah kebijakan pemerintah," ujar Gundy, Senin (15/7). 

Hingga akhir Juni, realisasi belanja negara tercatat baru mencapai 38,9% dari pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025.

Angka ini lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 42% maupun rata-rata lima tahun terakhir sebesar 41,2%.

Baca Juga: Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 8%, Pemerintah Dorong Transisi Energi

Di sisi lain, penerimaan negara juga masih tertahan di angka 40,3% dari target, jauh di bawah rerata historis sebesar 52,4%.

Menurut Gundy, penyerapan anggaran yang rendah sebagian besar akibat penerimaan negara yang melemah sejak awal tahun.

Hal ini merupakan dampak dari perlambatan ekonomi global dan implementasi sistem perpajakan yang baru.

"Situasi ini justru memperkuat urgensi untuk melakukan front loading belanja negara," katanya.

Front loading belanja dinilai sebagai instrumen fiskal yang penting dalam mendorong permintaan domestik dan memicu kembali peran sektor swasta.

"Karena sektor swasta masih menunggu langkah konkret dari pemerintah, hal ini semakin memperkuat pentingnya agar pemerintah lebih agresif dan mempercepat rencana belanjanya," sebut Gundy. 

Baca Juga: Peran Pebisnis dalam Pertumbuhan Ekonomi

Terkait ruang fiskal, Prasasti menilai posisi defisit saat ini masih berada dalam batas yang aman.

"Defisit fiskal kami nilai masih dalam batas aman saat ini. Penerimaan negara seharusnya akan meningkat menjelang akhir tahun," ucap Gundy.

Menurutnya, hal ini menunjukkan masih adanya ruang untuk ekspansi fiskal, khususnya jika diarahkan ke program-program produktif seperti hilirisasi industri, ketahanan pangan, transformasi UMKM, dan perlindungan sosial yang tepat sasaran.

Dari sisi investasi, sentimen terhadap Indonesia dinilai tetap positif. Tercatat aliran dana asing ke pasar obligasi pemerintah mencapai Rp 42 triliun sepanjang Januari hingga Juni 2025.

"Ketiga lembaga pemeringkat utama juga terus mempertahankan peringkat layak investasi Indonesia," ujar Gundy seraya menambahkan, hal tersebut mencerminkan kekuatan fundamental fiskal Indonesia di tengah dinamika ekonomi global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

4 Look Makeup yang Cocok untuk Usia 30-an dari Natural hingga Bold

Berikut adalah 4 look makeup yang cocok untuk usia 30-an yang bisa Anda coba sesuai kebutuhan. Dari natural hingga bold ada, Moms!  

Sarapan ala Turki di Jakarta, Ini Harga dan Menu di Turkuaz Restaurant

Turkuaz Restaurant melalui sajian Kahvaltı menawarkan pengalaman bersantap dengan aneka hidangan tradisional Turki. 

Berkedok Lauk Gurih yang Nikmat, Ungkap Fakta Apakah Kol Goreng Berbahaya Bagi Tubuh

Ketahui alasan apakah kol goreng berbahaya karena kandungan senyawa karsinogenik yang terbentuk saat digoreng dalam suhu tinggi.  

Ampuh Turunkan Berat Badan! 6 Manfaat Dada Ayam untuk Tubuh Ideal & Sehat, Coba yuk

Mengandung vitamin B dan selenium, manfaat dada ayam sangat efektif menjaga massa otot serta menghasilkan energi harian. Cocok buat asupan diet.  

7 Olahraga Ringan di Rumah yang Enggak Bikin Cepat Capek, Cocok Buat Kaum Mager

Tetap bugar tanpa harus ke gym dengan beragam pilihan olahraga ringan di rumah yang santai dan tanpa alat. Cocok untuk Anda yang mageran.

Pelatihan Bisnis dan Jaringan Masih Diperlukan Bagi Pelaku Usaha Wisata

Kementerian Pariwisata meningkatkan daya saing pelaku usaha wisata lewat program yang berlabel Wonderful Indonesia Scale-up Hub (WISH).

Cara Jitu Untuk Mengistirahatkan Mata Setelah Lelah Nonton Gadget

Setiap masyarakat perlu membiasakan perilaku sederhana untuk menjaga kesehatan mata, terutama saat menggunakan perangkat digital.

Prudential dan Siloam Tawarkan Paket MCU Rp 350.000 hingga Akhir Oktober 2026

Prudential Indonesia berkolaborasi dengan Siloam International Hospitals meluncurkan program MCU seharga Rp 350.000 hingga 31 Oktober 2026. 

Rilis Menu Terbatas Overload Smoky Cheese, Subway Beri Diskon Hingga 105%

Overload smoky cheese ini hadir dalam ukuran footlong (30 cm), 6-inch (15 cm), salad, maupun varian wrap.

Ragu Jual Beli Jam Tangan Mewah Online? Kenali Layanan Flecto.id

​Flecto.id menerapkan proses autentikasi dan sistem escrow untuk transaksi jam tangan yang dibeli melalui platform.