M O M S M O N E Y I D
Keluarga

Resep Sambal Terasi Tanpa Pengawet yang Tahan Lama, Cocok untuk Stok di Rumah

Reporter: Widya Oktaviana  |  Editor: Widya Oktaviana


MOMSMONEY.ID - Apakah Anda penggemar sambal terasi? Rasa dan aroma khas yang bagi sebagian orang cukup mengganggu, namun pada kenyataannya hal tersebut adalah kenikmatan tersendiri. Anda bisa membuat resep sambal terasi tanpa pengawet yang pedasnya nampol.

Sambal menjadi teman makan yang nikmat sekali. Tak hanya dikonsumsi dengan nasi, tetapi juga cocok menjadi cocolan gorengan. Bahkan, kurang lengkap rasanya jika makan tanpa ada sambal.

Resep sambal terasi ini bisa Anda praktikkan di rumah. Tanpa menggunakan pengawet dan bisa bertahan lama. Jadi, bisa Anda jadikan stok di rumah. Jika sewaktu-waktu ingin makan, hanya perlu mengambil sambalnya tanpa perlu bolak-balik membuat sambal.

Baca Juga: Resep Mi Godog Praktis yang Mudah dan Cepat, Enak Disantap Panas-Panas

Berikut ini resep sambal terasi tanpa pengawet dan tahan lama, yang dikutip dari channel YouTube Devina Hermawan, yang bisa Anda simak.

Resep sambal terasi tahan lama

Bahan:

  • 10 siung bawang putih yang dipotong
  • 15 siung bawang merah yang dipotong
  • 5 kemiri yang digeprek
  • 15 cabai rawit
  • 20 gram cabai keriting yang direndam air hangat
  • 1 tomat
  • 6 terasi 
  • 1 batang serai
  • 2 lembar daun salam
  • 100 ml minyak
  • 150 ml air
  • 1 sdt garam
  • 4 sdm gula merah
  • 1/2 sdt penyedap

Baca Juga: Resep Pizza Panjang yang Viral di Korea, Cocok untuk Camilan atau Ide Jualan

Cara membuat:

  1. Panaskan minyak di wajan, masukkan bawang merah terlebih dahulu, baru bawang putih.
  2. Jika sudah setengah kering, masukkan terasi.
  3. Lalu masukkan tomat dan semua cabai.
  4. Blender semua bahan yang sudah digoreng.
  5. Masukkan serai dan daun salam, kemudian masak kembali.
  6. Berikan bumbu, seperti gula aren, garam, dan penyedap rasa.
  7. Bisa ditambahkan air sampai airnya menguap agar tambah harum.
  8. Jika sudah keluar minyak, matikan kompor dan pindahkan sambal terasi ke wadah.
  9. Sambal terasi siap dinikmati.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Tren Teras 2026 yang Nggak Cuma Estetik, Tapi Bikin Rumah Lebih Berkesan

Tren teras 2026 fokus pada kenyamanan, fungsi, dan nilai rumah agar tetap relevan dan menarik dalam jangka panjang. Berikut ini bisa kamu coba.​

Tren Warna Cat Rumah 2026, Ini 5 Aturan Lama yang Sudah Tidak Cocok Lagi

Aturan warna cat lama mulai ditinggalkan, ini cara baru bikin rumah tampil estetik, modern, dan lebih hidup tanpa ribet.​

Dapur Kecil Terasa Luas Tanpa Renovasi Mahal? Ini 6 Trik Simpel yang Bisa Dicoba

Membongkar kesalahan umum desain dapur kecil yang bikin sempit. Ini cara mengubahnya dengan trik sederhana tanpa renovasi mahal.

Harga Gadget Naik di Era AI, Ini Penyebab dan Cara Mudah Menyiasatinya

Harga gadget makin mahal di era AI, pahami penyebabnya dan temukan cara hemat agar tetap bisa upgrade tanpa boros.​  

Gaji Naik Belum Tentu Aman, Ini Tips Atasi Stres Keuangan yang Bisa Dicoba

Stres keuangan tak selalu karena gaji kecil, pahami kebiasaan finansial yang sering jadi penyebab dan cara mudah mengatasinya.​

Reksa Dana atau Emas Digital? Ini Tips untuk Cuan dan Jaga Stabilitas Keuangan

Pilih reksa dana atau emas digital di tahun 2026? Pahami dahulu perbedaan, risiko, dan simulasi keuntungan agar investasi lebih tepat.​  

Prakiraan Cuaca Jawa Timur Besok Hari Kamis (23/4), Hujan Ringan di Kota Ini!

Hujan ringan mendominasi cuaca Jawa Timur pada Kamis, 23 April 2026, sementara sebagian kota akan berawan

Virus dan Penyakit Kian Banyak, Layanan Kesehatan Ini Dibutuhkan

Layanan kesehatan yang modern dan terintegrasi jadi kebutuhan banyak orang, rumah sakit ini hadirkan layanan ini  

Mau Bisnis Kuliner Makin Cuan, Ini Strategi Digital ala Bakso Lapangan Tembak Senayan

​Bersama OttoDigital, BLTS memanfaatkan sistem POS digital untuk memantau penjualan dan stok secara real-time.  

Minat Investor Ritel Indonesia terhadap Instrumen Pasif Meningkat

Tren investor ritel menarih dana investasi di instrumen pasif meningkat. Hal ini disebabkan oleh fluktuasi IHSG beberapa bulan terakhir. ​