M O M S M O N E Y I D
HOME, Keluarga

Rekomendasi Bahan Alami dari Dapur Rumah untuk Jadi Pestisida Organik

Penulis: Anggi Miftasha  |  Editor: Anggi Miftasha


MOMSMONEY.ID - Bila Anda memiliki hobi berkebun di rumah, Anda perlu menjaga tanaman dari serangan penyakit dengan memberinya pestisida. Namun, pestisida kimia memiliki efek yang buruk dalam jangka panjang.

Oleh karena itu, Anda lebih baik menggunakan bahan-bahan organik untuk pertanian rumah tangga ini. Bahan organik sangat aman digunakan dalam jangka panjang.

Pestisida dari bahan alami dapat disebut sebagai pestisida nabati, yakni sebuah pestisida berbahan alam yang berasal dari tanaman dan mengandung racun bagi organisme pengganggu tanaman (OPT), yakni penyakit jamur dan hama serangga.

Pestisida nabati ini bisa Anda buat sendiri dengan bahan-bahan yang ada di sekitar rumah. Dilansir dari kalsel.litbang.go.id, berikut beberapa bahan alami pengganti pestisida yang ramah lingkungan:

Baca Juga: 6 Jenis Pupuk Kimia untuk Tanaman dan Isi Kandungannya. Simak Penjelasannya di Sini!

Garam

Garam ternyata juga efektif untuk dijadikan sebagai pestida alami. Garam dapat mengatasi hama tungau laba-laba dan ulat kubis.

Cara membuatnya, campurkan 2 sendok makan garam ke dalam 1 galon air hangat. Aduk hingga larut dan biarkan dingin hingga suhu kamar. Anda dapat menggunakan alat penyemprot untuk mengaplikasikannya.

Bawang Putih

Bawang putih mengandung flavoniod, yakni senyawa yang memiliki aktivitas antijamur. Flavonoid yang berada di dalam sel jamur akan mengendapkan protein yang dapat menyebabkan kematian pada sel jamur.

Cara membuatnya, campurkan bawang putih dengan minyak sayur. Biarkan selama 24 jam. Kemudian tambahkan air dan sabun deterjen, aduk hingga rata.

Simpanlah di dalam botol paling lama 3 hari. Sebelum digunakan, campurkan larutan dengan air dengan perbandingan 50 ml larutan ditambah 950 ml air. Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang OPT pada pagi hari.

Lengkuas

Rimpang lengkuas mengandung 1% minyak essensial yang terdiri dari metil-sinamat 48%, sineol 20-30%, eugenol, kamfer 1%, flavonoid, dan senyawa lainnya. Senyawa dalam lengkuas dapat mematikan ulat grayak kedelai.

Cara membuatnya lengkuas ditumbuk atau diparut, kemudian diperas dan diambil sarinya. Setelah itu, campurkan dengan air secukupnya. Penggunaannya cukup disemprotkan pada area tanaman yang terserang.

Baca Juga: Ragam Jenis Bunga Mawar yang Cocok Ditanam di Pekarangan Rumah

Daun Pepaya

Daun pepaya mengandung bahan aktif papain yang cukup efektif untuk mengendalikan ulat dan hama penghisap tanaman.

Selain ulat, pestisida dari daun pepaya juga dapat mencegah hama seperti rayap, aphis, dan serangga lainnya.

Cara membuatnya, daun pepaya dipotong-potong, kemudian direndam dalam 10 liter air. Tambahkan 30 gram deterjen, lalu diamkan selama 24 jam. Sebelum digunakan saring ampas dan semprotkan pada seluruh bagian tanaman.

Daun Sirsak

Selain daun pepaya, daun sirsak juga dapat menjadi pestisida alami. Daun sirsak dapat mengatasi hama kutu daun dan juga thrips.

Cara membuatnya, remas atau tumbuk 50-100 daun sirsak, lalu tambahkan 1,5 liter air. Rebus daun hingga air tersisa 1 liter. Lalu, campurkan 15 gram deterjen dan aduk rata.

Penggunaan larutan ini untuk satu liter larutan ditambahkan dengan 10-15 liter air. Penyemprotan dapat dilakukan dua kali dalam seminggu. Ekstrak daun sirsak dapat disimpan selama 12 bulan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Anomali, Suhu di Indonesia Selama September 2026 Lebih Panas Hampir 1°C

BMKG mencatat, Indonesia mengalami anomali suhu selama September 2028. Suhu udara di negara kita lebih panas dibanding rata-rata.

Dorong Wisman Jajaki Destinasi Domestik Via Garuda Indonesia Stopover Program

Garuda Indonesia Stopover Program diperkenalkan untuk memperluas kunjungan wisatawan mancanegara ke berbagai destinasi di Indonesia.

Cuaca Jawa Tengah Besok (6/10) dan Lusa: Berawan di Hampir Semua Wilayah, Suhu 36°C

BMKG prakirakan cuaca wilayah Jawa Tengah pada 6-7 Oktober didominasi berawan, dengan suhu mencapai 36 derajat Celsius di sejumlah daerah.

Konsultasi ke Psikolog Bahas Apa Saja? Ini Topik yang Paling Banyak Dibicarakan

Beragam persoalan bisa dibawa ke psikolog, mulai dari persoalan emosi dan hubungan keluarga hingga terjadinya depresi dan kecemasan.

Cuaca Jawa Timur Besok (6/10) dan Lusa: Berawan Mendominasi, Suhu Tembus 37°C

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Timur besok (6/10) dan lusa (7/10) didominasi berawan dan udara kabur, tanpa hujan.

Mayoritas Cuaca Jawa Barat Besok (6/10) Diprediksi Berawan, Tapi Ada Potensi Hujan

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Barat pada 6-7 Oktober didominasi berawan, dengan sejumlah wilayah berpotensi hujan.  

Hampir Seluruh Wilayah Diguyur Hujan, Cek Cuaca Sumatera Utara Besok (6/10)

BMKG memprakirakan hampir seluruh wilayah Sumatera Utara hujan besok (6/10). Hujan sedang diprediksi terjadi di Labuhanbatu dan Dairi.

Semua Wilayah Diprediksi Cerah, Pantau Cuaca Yogyakarta Besok (6/10)

BMKG memprakirakan seluruh wilayah Yogyakarta cerah besok (6/10). Suhu udara berada di kisaran 23–32 derajat Celsius.

Ramalan Cuaca Sumatra Selatan Besok (6/10) Didominasi Udara Kabur. Suhu Tembus 37°C

Cuaca Sumatra Selatan besok diprakirakan didominasi udara kabur. Suhu udara mencapai 37 derajat Celsius di empat wilayah. SImak tiap wilayah.

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (6/10), Hujan Lebat Mengguyur 9 Provinsi Ini

BMKG memberikan peringatan dini cuaca besok Selasa 6 Oktober 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat dan Waspada hujan lebat di provinsi ini.