M O M S M O N E Y I D
BisnisYuk

PGEO Kembangkan Alat Pengeringan dan Pengolahan Limbah Kopi di Komajang

PGEO Kembangkan Alat Pengeringan dan Pengolahan Limbah Kopi di Komajang
Reporter: Danielisa Putriadita  |  Editor: Danielisa Putriadita


MOMSMONEY.ID - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mengembangkan inovasi di bidang pengeringan kopi. Alat berteknologi canggih tersebut adalah Geothermal Coffee Process (GCP) dan Geothermal Organic Fertilizer (GeO-Fert). 

Geothermal Coffee Process (GCP) hadir sebagai jawaban atas tantangan tersebut. Teknologi ini memanfaatkan uap buangan dari PLTP Kamojang untuk mempercepat proses pengeringan kopi. Dari yang sebelumnya memakan waktu 30–45 hari, kini hanya membutuhkan 3–10 hari.

Prosesnya lebih higienis, konsisten, dan menghasilkan cita rasa yang lebih khas. Kopi Kamojang pun mulai menembus pasar-pasar baru, dari Bandung hingga Jepang dan Jerman. Teknologi ini telah dipatenkan dan tercatat sebagai yang pertama di dunia dalam pengolahan kopi berbasis panas bumi.

Sementara itu, GeO-Fert mengolah limbah pertanian dan rumah tangga menjadi pupuk organik dengan memanfaatkan uap panas bumi bersuhu 60 hingga 70 derajat celcius. Proses fermentasi ini hanya memerlukan waktu 12 jam, dan dalam satu tahun dapat menghasilkan 28,8 ton pupuk kering yang saat ini digunakan oleh lebih dari 160 petani lokal. Teknologi ini memperkuat praktik pertanian berkelanjutan yang hemat biaya dan minim limbah.

Bagi masyarakat Kamojang, kopi adalah identitas dan bukan hanya komoditas, di mana kopi menjadi mata pencaharian utama bagi ratusan keluarga serta bagian dari warisan desa. Namun di balik harum kopinya, para petani menghadapi berbagai tantangan yang menghambat peningkatan produktivitas dan pendapatan. Proses pengeringan kopi yang lambat dan rentan gagal, terutama di musim hujan, membuat kualitas hasil panen menurun dan harga jual tidak optimal. Ketergantungan pada pupuk kimia yang mahal serta limbah pertanian yang tidak termanfaatkan semakin menambah beban.

Baca Juga: Flash Coffee Ekspansi 130 Gerai, Ubah Konsep dan Rambah Kota Baru

Di tengah keterbatasan tersebut, Kamojang memiliki keunggulan yang tak dimiliki banyak daerah yaitu kekayaan panas bumi. Kawasan ini merupakan lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) pertama di Indonesia dan menyimpan potensi energi yang besar. Energi ini tak hanya menjadi sumber listrik nasional, tetapi juga bisa dimanfaatkan secara langsung (direct use) yakni pemanfaatan uap panas untuk mendukung kegiatan produktif masyarakat seperti pertanian dan pengelolaan limbah.

Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Julfi Hadi mengatakan dalam keterangan tertulis, Senin (28/7), inovasi alat pengeringan kopi di Kamojang,khususnya dalam hal produksi kopi, membuktikan bahwa pemanfaatan energi bisa memperkuat ketahanan pangan, memperluas peluang usaha, dan mengangkat martabat petani, sambil tetap menjaga lingkungan.

Sebagai produsen kopi terbesar keempat di dunia, Indonesia memiliki jutaan petani yang menggantungkan hidupnya pada komoditas ini. Jawa Barat, termasuk Kamojang, dikenal sebagai wilayah penghasil kopi arabika unggulan. Namun tantangan pascapanen dan biaya produksi tinggi masih membatasi potensi mereka.

Sejak diterapkan, inovasi ini telah menunjukkan dampak nyata. Produksi kopi Kamojang melonjak dari 5 kuintal pada 2018 menjadi 30 ton pada 2024. Penjualan green bean meningkat dari Rp250 juta menjadi Rp560 juta per tahun, sementara roasted bean naik dari Rp120 juta menjadi Rp180 juta. Pendapatan petani naik, biaya produksi turun, dan akses pasar semakin terbuka.

“Dengan adanya dry house, proses pengeringan kopi yang biasanya sampai 30 hari kini bisa hanya 8 sampai 12 hari. Rasanya khas, ada aroma buah-buahan yang beda dari yang lain. Harapannya, panen bersama seperti ini bisa terus berlanjut agar petani lainnya juga ikut senang dan merasakan manfaatnya,” ujar Nono, petani kopi dan mitra binaan GCP Kamojang.

Baca Juga: Suka Minum Kopi? Ini 4 Makanan yang Harus Dihindari saat Minum Kopi

Program ini juga telah melalui analisis Social Return on Investment (SROI) yang diverifikasi oleh Universitas Gadjah Mada (UGM), menunjukkan bahwa program ini mencatat rasio 3,13, atau ada dampak positif bagi sosial dan ekonomi sebesar 3,13 kali lipat dari setiap Rp1 yang diinvestasikan. Angka ini mencerminkan efisiensi sekaligus besarnya manfaat program ini bagi masyarakat, yaitu sekitar Rp367,5 juta per tahun dan diproyeksikan meningkat hingga Rp 6,3 miliar.

Selain itu, program ini turut berkontribusi pada pengurangan emisi karbon hingga 20.000 ton CO₂ per tahun dan memungkinkan daur ulang lebih dari 1,2 ton sampah organik setiap tahunnya. Dengan pendekatan berbasis energi bersih dan prinsip zero waste, zero emission, dan zero conflict, inisiatif ini menjadi model nyata dari praktik ekonomi sirkular yang berbasis komunitas.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Prakiraan Cuaca Hari Ini (26/3): Hujan Sangat Lebat Hampir di Seluruh Jabodetabek

Peringatan dini BMKG cuaca hari ini (26/3) di Jabodetabek dengan status Siaga hujan sangat lebat hampir di seluruh wilayah Ibu Kota & sekitarnya.

9 Promo Payday Kuliner Favorit, Mako Bakery hingga HokBen Serba Hemat

Momen gajian tiba, saatnya borong kuliner favorit tanpa khawatir dompet tipis. Banyak penawaran yang bisa dimanfaatkan, dari Mako hingga HokBen.

Promo Alfamart Paling Murah Sejagat 24-31 Maret 2026, Pop Mie Beli 2 Lebih Hemat

Promo Alfamart Paling Murah Sejagat hadir lagi. Potongan harga spesial untuk aneka produk berlaku 24-31 Maret 2026.

Promo THR Subway Bikin Kenyang Berdua, Ini Cara Nikmati Diskon Fantastis hingga 50%

THR Deals Subway tawarkan diskon 50% untuk Sandwich kedua, berlaku 25-26 Maret 2026. Manfaatkan kesempatan emas ini sebelum kehabisan!

Harga Emas Antam Hari Ini Kamis (26/3) Stagnan, tapi Harga Buyback Melorot

Harga emas Antam di Logam Mulia hari ini Kamis (26/3) tidak mengalami perubahan di berbagai varian yang ada.

IHSG Melemah 0,2% Pada Kamis Pagi (26/3), Saham GIAA Masuk Top Gainers

 Sempat dibuka di zona hijau, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merangkak melemah 0,2% ke level 7.282.

Hempas Lemak Lebaran dengan 7 Tips Diet Ampuh Bentuk Tubuh Ideal Cepat

Makan enak saat lebaran sering picu berat badan naik. Jangan khawatir, 7 tips ini bantu Anda kembali ideal tanpa menyiksa tubuh.

IHSG Diproyeksi Lanjut Naik, Cek Rekomendasi Saham BRI Sekuritas Kamis (26/3)

IHSG diproyeksi melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis (26/3/2026)​. Simak rekomendasi saham dari BRI Danareksa Sekuritas hari ini.

IHSG Akan Menguji Kekuatan, Simak Ide Trading Hari Ini dari Kiwoom Sekuritas (26/3)

 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan menguji kekuatannya pada perdagangan hari ini, Kamis, 26 Maret 2026.

IHSG Ada Potensi Menguat, Berikut Rekomendasi Saham BNI Sekuritas Kamis (26/3)

IHSG diproyeksi melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis (26/3/2026).​ Berikut rekomendasi saham dari BNI Sekuritas