MOMSMONEY.ID - Ternyata, permasalahan usia anak dan remaja yang paling sering dikonsultasikan ke psikolog menurut data Kayross Psikologi.
Usia anak-anak dan remaja masih mencari jati diri dan karakter mereka. Perubahan perilaku anak bisa terjadi seiring mereka tumbuh dewasa.
Konsultasi anak dengan psikolog menjadi perlu agar bisa mendeteksi dini masalah kesehatan mental anak sekaligus pendampingan dan pengembangan diri agar keterampilan emosional matang untuk masa depan.
Mengutip akun Instagram Kayross Psikologi, di sepanjang Januari hingga Desember 2025, konsultasi yang terjadi oleh usia anak dan remaja paling banyak sebesar 73,9% dari mereka berkonsultasi ke psikolog mengenai kepribadian mereka.
Persoalan yang berhubungan dengan kepribadian anak dan remaja contohnya stres, self esteem, konsep diri negatif, emosi meledak-ledak, kurang percaya diri, labil, kesepian, psikosomatis, regulasi emosi, dan overthinking.
Baca Juga: Usia Dewasa Paling Banyak Konsultasi ke Psikolog Tentang Kondisi Ini di 2025
Sedangkan kasus kedua terbanyak atau sebesar 15,1% berhubungan dengan masalah klinis. Contoh permasalahannya adalah schizophrenia, anxiety, selective mutism, schizotypal, paranoid, obessive complusive disorder, adiksi gadget, adiksi masturbasi, penyimpangan seksual, depresi.
Sebanyak 5,9% individu usia anak dan remaja di Kayross Psikologi juga berkonsultasi mengenai tumbuh kembang mereka, seperti attention deficit hyperactivity disorder, autism spectrum disorder, sensory processing disorder, global development delay, asperger syndrome, speech delay.
Sebanyak 3,4% usia anak dan remaja juga berkonsultasi di Kayross Psikologi dan membahas permasalahan akademik, seperti kecemasan dan stres belajar, low motivation, dan sulit fokus.
Terakhir, sebanyak 1,7% usia anak dan remaja berkonsultasi ke psikolog tentang masalah keluarga, seperti pola asuh, komunikasi orangtua dan anak.
Selanjutnya: BSI Resmikan Kantor Cabang Baru Area Jakarta Barat
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News