MOMSMONEY.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penurunan setelah BEI membuka kembali perdagangan. IHSG turun 8,25% ke level 8.239 pada pukul 8:14 WIB.
BEI membekukan sementara perdagangan atau trading halt 30 menit setelah IHSG turun 8%. Setelah dihentikan 13:43 waktu Jakarta Atomated Trading System (JATS), IHSG bisa diperdagangkan lagi pada pukul 14:13.
Namun, setelah dibuka, IHSG melanjutkan penurunan kembali.
Baca Juga: Trading Halt! BEI Bekukan Perdagangan Sementara Setelah IHSG Anjlok 8%
Dalam ketentuannya, BEI akan melakukan trading halt selama 30 menit kembali apabila IHSG mengalami penurunan lanjutan hingga lebih dari 15%.
Jika lanjut turun, trading suspend akan diberlakukan apabila IHSG mengalami penurunan lanjutan hingga lebih dari 20%.
BEI menyebutkan, penyesuaian persentase Auto Rejection Bawah (ARB) dilakukan untuk menjaga volatilitas pasar dan memastikan pelindungan investor.
Baca Juga: MSCI Ancam Saham Indonesia Masuk Frontier Market, Seberapa Buruk Dampaknya?
Sementara itu, penyesuaian ketentuan pelaksanaan penghentian sementara perdagangan Efek dilakukan sebagai upaya BEI untuk memberikan ruang likuiditas yang lebih luas bagi investor dalam menentukan strategi investasi dengan mempertimbangkan informasi yang ada.
Siang ini, saham-saham berkapitalisasi pasar raksasa turun dalam, dan ramai-ramai menyentuh ARB.
Saham BREN dengan kapitalisasi pasar terbesar, anjlok 15% ke Rp 8.075 per saham. Penurunan saham sebesar ini juga dicatatkan oleh DSSA yang harganya turun 15% ke Rp 98.600.
Saham BBCA turun 6% ke Rp 7.025 dan BBRI turun 6,28% ke Rp 3.580 per saham.
Selanjutnya: Saham PTRO Anjlok Lebih Dari 14%, Lebih Baik Cash Out atau Tunggu Sentimen Lain?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News