M O M S M O N E Y I D
AturUang

Perbedaan Gaji dan Take Home Pay yang Wajib Dipahami oleh Pekerja, Simak yuk

Penulis: Ramadhan Widiantoro  |  Editor: Ramadhan Widiantoro


MOMSMONEY.ID - Banyak karyawan di Indonesia masih sering bingung membedakan antara gaji dan take home pay yang tercatat dalam slip penghasilan mereka. 

Kebingungan ini muncul karena gaji biasanya dianggap sama dengan uang bersih yang diterima setiap bulan, padahal keduanya memiliki arti yang berbeda. 

Gaji adalah upah kotor yang ditentukan perusahaan dalam kontrak kerja, sementara take home pay adalah jumlah bersih setelah dipotong pajak, iuran BPJS, hingga kewajiban lain. 

Perbedaan ini penting dipahami karena menyangkut bagaimana seseorang mengatur keuangan sehari-hari. Jika tidak memahami perbedaan tersebut, banyak pekerja bisa salah dalam menghitung anggaran kebutuhan rumah tangga. 

Lalu, bagaimana sebenarnya perbedaan gaji dan take home pay serta mengapa hal ini sering menimbulkan salah paham? Simak penjelasan yang dirangkum dari laman OCBC berikut.

Baca Juga: Cara Jitu Merdeka Finansial di Masa Depan, yuk Persiapkan dari Sekarang

Gaji dan take home pay dalam dunia kerja

Gaji adalah upah atau kompensasi yang sudah disepakati dalam kontrak kerja antara perusahaan dan karyawan. Angka gaji ini biasanya tertera dalam slip gaji sebagai gaji kotor atau gross salary, karena di dalamnya masih ada potongan wajib seperti pajak penghasilan (PPh 21), iuran BPJS, dan kewajiban lain.

Sementara itu, take home pay atau THP adalah jumlah uang bersih yang benar-benar diterima karyawan di rekening setiap bulan setelah semua potongan dikurangi. Dengan kata lain, THP adalah uang yang bisa langsung digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Contohnya, jika gaji kotor yang disepakati Rp6 juta per bulan dan ada potongan sebesar Rp500 ribu untuk pajak dan BPJS, maka THP yang diterima adalah Rp5,5 juta. Inilah nominal yang lebih realistis untuk menjadi dasar perencanaan keuangan pribadi.

Perbedaan waktu penentuan gaji dan take home pay

Salah satu perbedaan utama gaji dan take home pay terletak pada waktu penentuannya. Gaji biasanya sudah ditentukan di awal saat menandatangani kontrak kerja, sifatnya tetap, dan menjadi dasar hitungan upah bulanan.

Sedangkan take home pay baru bisa diketahui setelah semua kewajiban potongan diterapkan. Artinya, meskipun gaji kotor tertulis Rp7 juta, uang bersih yang diterima bisa lebih kecil tergantung jumlah potongan di bulan tersebut.

Perbedaan jumlah nominal yang diterima

Secara umum, gaji kotor selalu lebih besar dibandingkan dengan take home pay. Hal ini karena gaji kotor masih mengandung potongan, sedangkan THP adalah hasil akhir setelah dikurangi berbagai kewajiban.

Potongan bisa berupa pajak penghasilan, iuran BPJS, potongan koperasi, atau cicilan pinjaman kantor. Oleh karena itu, banyak karyawan merasa jumlah yang masuk rekening lebih kecil dari angka yang tertera di kontrak.

Baca Juga: Begini Cara Menghitung Dana Darurat yang Penting untuk Finansial Anda

Posisi gaji dan take home pay di slip gaji

Slip gaji biasanya menampilkan gaji kotor di bagian paling atas sebagai acuan perhitungan. Di bawahnya ada daftar potongan, mulai dari pajak, BPJS, hingga potongan lain.

Sedangkan take home pay tercantum di bagian bawah slip gaji, sebagai jumlah akhir yang benar-benar bisa digunakan karyawan. Posisi ini menunjukkan perbedaan jelas antara angka kesepakatan awal dengan uang bersih yang diterima.

Pengaruh potongan pada take home pay

Gaji kotor sifatnya tetap, tidak berubah meskipun ada potongan. Namun, take home pay sangat bergantung pada potongan yang berlaku setiap bulan. Jika ada kenaikan iuran atau pajak, otomatis THP akan menurun.

Sebaliknya, bila karyawan mendapat tambahan tunjangan seperti uang lembur, insentif, atau bonus, maka take home pay bisa lebih besar dari biasanya. Inilah mengapa memahami slip gaji menjadi penting agar karyawan tahu apa saja yang memengaruhi nominal akhir.

Pentingnya take home pay dalam perencanaan keuangan

Banyak orang salah mengira bahwa gaji kotor bisa dipakai sebagai patokan membuat anggaran. Padahal, angka yang seharusnya digunakan adalah take home pay, karena itu uang bersih yang benar-benar bisa dibelanjakan, ditabung, atau dipakai membayar cicilan.

Dengan memahami perbedaan gaji dan take home pay, karyawan bisa lebih bijak dalam mengatur keuangan bulanan, menyiapkan dana darurat, serta merencanakan masa depan dengan lebih realistis.

Perbedaan gaji dan take home pay sering kali membuat karyawan bingung, namun memahami keduanya penting agar tidak salah dalam membuat keputusan finansial. 

Gaji adalah angka kotor yang disepakati dalam kontrak, sementara take home pay adalah jumlah bersih yang benar-benar bisa dipakai untuk kebutuhan hidup.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Mayoritas Cerah, Berikut Prakiraan Cuaca Sulawesi Selatan, Selasa (6/10)

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) memperkirakan hanya Luwu Timur saja yang akan berada dalam kondisi udara kabur.   

4 Jenis Parenting yang Harus Dihindari oleh Orang Tua, Bisa Merusak Mental Anak!

Berikut adalah 4 jenis parenting yang harus dihindari oleh orang tua agar anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang sehat, mandiri, dan tangguh.

Bukan Alternatif Aman ya! Ini 5 Bahaya Rokok Vape untuk Paru-Paru hingga Jantung

Alih-alih menjadi jalan keluar, kenali apa saja zat kimia berbahaya di dalam vape. Waspadai bahaya vape demi menjaga kesehatan jangka panjang.  

Mengatur Keuangan di Tengah Biaya Hidup Naik, Ini 5 Tonggak yang Diperlukan

Mengatur keuangan tak cukup soal gaji. Simak cara bangun dana darurat, mengendalikan utang, dan menambah aset secara bertahap.  

Jangan Dibuang ya! Ini Beragam Manfaat dan Kandungan Kulit Kentang untuk Kesehatan

Sering dibuang begitu saja, ternyata kandungan kulit kentang kaya akan serat, vitamin, dan mineral penting. Simak manfaat lengkapnya di sini!  

Diet Golongan Darah AB: Ini Makanan yang Baik Dikonsumsi & Harus Dihindari, Apa Saja?

Ketahui jenis daging, susu, sayur, hingga buah yang tepat untuk diet golongan darah AB. Jaga keseimbangan tubuh Anda mulai sekarang ya.  

Sekali Lagi, Informasi, Penanganan dan Tip Pencegahan Influenza

Berikut sejumlah penanganan dan tip untuk pencegahan influenza yang hingga kini  masih menjadi perhatian khalayak banyak.

Anomali, Suhu di Indonesia Selama September 2026 Lebih Panas Hampir 1°C

BMKG mencatat, Indonesia mengalami anomali suhu selama September 2028. Suhu udara di negara kita lebih panas dibanding rata-rata.

Dorong Wisman Jajaki Destinasi Domestik Via Garuda Indonesia Stopover Program

Garuda Indonesia Stopover Program diperkenalkan untuk memperluas kunjungan wisatawan mancanegara ke berbagai destinasi di Indonesia.

Cuaca Jawa Tengah Besok (6/10) dan Lusa: Berawan di Hampir Semua Wilayah, Suhu 36°C

BMKG prakirakan cuaca wilayah Jawa Tengah pada 6-7 Oktober didominasi berawan, dengan suhu mencapai 36 derajat Celsius di sejumlah daerah.