MOMSMONEY.ID - Kecemasan dan depresi rupanya menjadi faktor penyebab meningkatnya masalah kesehatan mental di kalangan masyarakat. Khususnya di Asia Pasifik. Di Indonesia, prevalensi depresi di Indonesia pada tahun 2023 sebesar 1,4%. Prevalensi depresi paling tinggi ada pada kelompok anak muda (15-24 tahun), yaitu sebesar 2%.
Namun, topik ini dapat menjadi sensitif dan terstigma di banyak budaya Asia, diperburuk oleh norma sosial yang berlaku, urbanisasi yang cepat, dan penurunan sistem dukungan komunitas.
Seiring dengan meningkatnya kehidupan perkotaan, ikatan komunitas tradisional melemah menyebabkan meningkatnya isolasi. Semakin banyak orang dewasa memilih untuk hidup secara mandiri mengakibatkan terputusnya hubungan dengan keluarga.
Vice President, Office of Health and Wellness Chair, Herbalife Dr. Luigi Gratton mengatakan dari beberapa permasalahan diatas, ada cara untuk mendorong lebih banyak keterbukaan dan dukungan untuk kesehatan mental. "Hal ini bisa dimulai dari tingkat komunitas dengan mengintegrasikan jaringan sosial ke dalam kebiasaan gaya hidup sehat dan aktif," ucap Luigi dalam keterangan resminya, Rabu (26/2).
Salah satu cara paling efektif untuk melawan kesepian dan meningkatkan kesejahteraan mental adalah melalui aktivitas kelompok. Klub lari dan bersepeda, serta kelas yoga atau Pilates populer karena memberikan lebih banyak manfaat kesehatan dibandingkan berolahraga sendiri. Selain kebugaran fisik, aktivitas ini meningkatkan kesejahteraan mental dengan mengurangi stres dan memperkuat rasa memiliki.
Baca Juga: Mowilex Gelar Let Your True Colours Shine: Leadership Series
Dalam Survei Asia Pacific Power of Community, lebih dari setengah responden (51%) mengatakan bahwa kelompok dukungan sangat penting bagi kesehatan dan kesejahteraan mental mereka. Dampaknya dapat memberi kesempatan untuk bertemu teman baru, memperluas lingkaran sosial mereka, memastikan akuntabilitas untuk kemajuan, dan terlibat dalam aktivitas langsung.
Berolahraga secara sinkron dengan orang lain juga dapat membantu menciptakan ikatan sosial yang lebih kuat. Lingkungan kolektif ini tidak hanya meningkatkan motivasi tetapi juga memberdayakan individu untuk mendorong batasan mereka dan mencapai pertumbuhan pribadi.
Elemen lainnya yang mendukung kesejahteraan fisik dan mental seseorang adalah nutrisi. Terutama ketika dikombinasikan dengan aktivitas ikatan sosial. Di banyak budaya Asia, makan bersama adalah pusat kehidupan sosial, berfungsi sebagai ritual harian yang memperkuat ikatan keluarga dan menjaga tradisi budaya. Dalam beberapa tahun terakhir, konsep makan bersama telah diperluas untuk mencakup aktivitas yang berfokus pada kesehatan, seperti lokakarya nutrisi dan kebun komunitas.
Aktivitas ini menawarkan ruang bagi anggota untuk berbagi makanan, menerima saran nutrisi yang dipersonalisasi, dan saling mendukung dalam perjalanan kesehatan mereka. Perhatian pribadi dan rasa komunitas yang dibangun di lingkungan ini dapat membuat perbedaan signifikan dalam mencapai tujuan kesehatan jangka panjang.
Selain itu, tindakan makan bersama sering kali menghasilkan validasi sosial positif, yang dapat mendorong individu untuk membuat pilihan makanan yang lebih sehat, memperkuat gagasan bahwa nutrisi bukan hanya tentang apa yang kita makan tetapi juga tentang bagaimana dan dengan siapa kita berbagi makanan kita. Literatur ilmiah menunjukkan bahwa tingkat dukungan sosial yang lebih tinggi dapat sangat efektif untuk manajemen berat badan jangka panjang.
Baca Juga: Dorong Gaya Hidup Sehat di Keluarga, Herbalife Luncurkan Kampanye Home Consumption
Solusi untuk Komunitas yang Lebih Sehat
Di dunia yang serba cepat saat ini, menemukan waktu untuk membangun koneksi sosial yang bermakna bisa menjadi tantangan. Jadwal kerja yang sibuk, tanggung jawab pribadi, dan tuntutan kehidupan sehari-hari sering kali menyisakan sedikit ruang untuk membina jaringan dukungan langsung.
Namun, era digital dapat menawarkan sistem dukungan virtual sebagai alternatif praktis untuk koneksi tatap muka tradisional. Terlibat dalam grup kesehatan online, menerima umpan balik personal melalui email, atau membagikan kemajuan di platform media sosial bisa sama efektifnya dengan dukungan sosial secara langsung.
Untuk membangun komunitas yang lebih sehat di mana diskusi tentang kesehatan mental tidak terstigma, seseorang harus mengadopsi pendekatan berbasis komunitas yang memprioritaskan kesejahteraan holistik. Aktivitas kelompok berfungsi sebagai strategi coping untuk stres, mengurangi perasaan isolasi dan mempromosikan kebersamaan. Dukungan komunitas lebih lanjut memperkuat ketahanan dan rasa tujuan yang lebih dalam dengan menyediakan ruang aman bagi individu.
“Pada akhirnya, manusia terhubung secara sosial. Langkah pertama adalah mengakui bahwa kita semua menghadapi tantangan dengan bersama sama kita dapat mengatasinya dan berkembang,” tutur Luigi.
Baca Juga: 4 Cara Mengurangi Nafsu Makan Saat Diet, Berat Badan Cepat Turun
Selanjutnya: Resep Puding Lumut Mentega yang Wangi dan Lembut, Nikmat Disantap untuk Buka Puasa
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News