MOMSMONEY.ID - Pengembangan diri bikin hidup maju tapi terasa sepi? Yuk cek alasan psikologis dan sosialnya yang sering dialami banyak orang saat ini.
Pengembangan diri sering digambarkan sebagai jalan menuju hidup yang lebih baik, lebih terarah, dan lebih membahagiakan. Banyak orang memulainya dengan semangat tinggi, berharap perubahan positif juga akan memperkuat hubungan sosial.
Namun, di usia dewasa, terutama di kelas menengah, proses ini justru kerap menghadirkan rasa sepi yang sulit dijelaskan.
Melansir dari New Trader U, perubahan pribadi tidak selalu berjalan seiring dengan perubahan lingkungan sosial. Ketika pola pikir dan prioritas hidup berubah, hubungan lama sering kali ikut bergeser tanpa disadari.
“Kesepian dalam pengembangan diri bukan tanda kegagalan, melainkan efek samping dari perubahan arah hidup,” ujar Steve Burns.
Baca Juga: Nasib Usaha di Ujung Tanduk? Campur Uang Pribadi dan Bisnis Bisa Picu Kerugian Lo
Perubahan diri menggeser identitas sosial
Banyak hubungan di usia dewasa terbentuk dari kesamaan rutinitas, bukan kesamaan tujuan jangka panjang. Ketika seseorang mulai mengubah cara berpikir, cara menggunakan waktu, dan standar hidupnya, identitas sosial yang dulu terasa nyaman perlahan memudar.
Bukan karena orang tersebut berubah menjadi pribadi lain, tetapi karena arah hidupnya tidak lagi sejajar. Perbedaan kecil ini sering cukup untuk membuat hubungan terasa canggung.
Pertumbuhan sering memicu rasa tidak nyaman orang lain
Ada anggapan bahwa pengembangan diri akan menginspirasi sekitar. Kenyataannya, tidak selalu demikian. Ketika seseorang berkembang, ia tanpa sengaja memperlihatkan pilihan hidup yang berbeda.
Hal ini bisa membuat orang lain merasa tertantang secara emosional. Untuk menghindari perasaan tersebut, sebagian orang memilih menjaga jarak, bukan karena benci, tetapi karena ingin tetap nyaman dengan pilihannya sendiri.
Stabilitas kelas menengah cenderung menolak risiko
Kehidupan kelas menengah identik dengan kestabilan. Pekerjaan tetap, penghasilan terukur, dan pola hidup yang bisa diprediksi.
Pengembangan diri sering membawa unsur ketidakpastian, mulai dari belajar keterampilan baru hingga mencoba jalur berbeda.
Ketika seseorang keluar dari pola umum, lingkungan sosialnya bisa merasa terganggu, seolah jalur lama yang mereka yakini ikut dipertanyakan.
Baca Juga: Gaji Anda Habis? Waspada Risiko Finansial Boncos Tanpa Passive Income, Simak Yuk
Waktu bertumbuh mengurangi intensitas sosial
Pengembangan diri membutuhkan waktu dan energi. Waktu yang sebelumnya digunakan untuk aktivitas santai bersama, kini dialihkan untuk belajar, berlatih, atau membangun sesuatu.
Akibatnya, frekuensi interaksi berkurang secara alami. Tanpa konflik apa pun, hubungan bisa merenggang hanya karena minimnya kebersamaan.
Pertumbuhan tidak selalu berjalan seimbang
Setiap orang berkembang dengan kecepatan berbeda. Saat satu pihak berubah lebih cepat, jarak perspektif pun muncul.
Obrolan terasa berulang, keluhan lama tidak lagi relevan, dan solusi terlihat lebih sederhana. Kesenjangan ini sering tidak disadari, tetapi cukup untuk membuat hubungan terasa kurang nyambung.
Lingkungan dewasa lebih nyaman dengan keseragaman
Di banyak lingkaran sosial dewasa, menjadi “cukup baik” sering lebih aman daripada berusaha unggul. Keunggulan bisa dianggap mengganggu keseimbangan sosial.
Ketika seseorang meningkatkan kualitas hidup dan standar pribadinya, ia berisiko dianggap berbeda. Demi menjaga harmoni, lingkungan memilih jarak daripada penyesuaian.
Alasan bersama mulai kehilangan makna
Banyak hubungan dipererat oleh alasan yang sama seperti kesibukan, tekanan ekonomi, atau sistem yang dirasa membatasi.
Pengembangan diri perlahan mengikis alasan tersebut melalui tindakan nyata. Ketika satu orang berhenti bergantung pada narasi lama, kesamaan emosional pun berkurang dan hubungan kehilangan ritme yang dulu terasa akrab.
Baca Juga: Kode CVV Punya Banyak Nama? Jangan Bingung, Fungsinya Tetap Sama Lo!
Rasa sepi dalam proses pengembangan diri adalah fase yang wajar, bukan tanda bahwa seseorang salah jalan. Pertumbuhan sering kali memisahkan sebelum akhirnya mempertemukan dengan lingkungan baru yang lebih selaras.
Memahami dinamika ini membantu kita bertahan tanpa kehilangan arah. Pada akhirnya, pengembangan diri bukan tentang menjauh dari orang lain, melainkan tentang menemukan versi hidup yang lebih jujur dan bermakna.
Selanjutnya: UPS Proyeksi Kenaikan Pendapatan Tahunan Berkat Fokus Pengiriman Bernilai Tinggi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News