M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Penabung adalah Pencundang, Robert Kiyosaki Minta Simpan 3 Aset Investasi Ini

Penabung adalah Pencundang, Robert Kiyosaki Minta Simpan 3 Aset Investasi Ini
Reporter: SS. Kurniawan  |  Editor: S.S. Kurniawan


MOMSMONEY.ID - Investor kawakan Robert Kiyosaki menegaskan, penabung adalah pencundang. Untuk itu, simpan tiga aset investasi berikut ini.

"Seperti yang saya nyatakan 27 tahun yang lalu dalam buku saya Rich Dad Poor Dad, penabung (uang palsu dollar AS) adalah pecundang," tegas Kiyosaki di akun X-nya, 26 Maret lalu.

"Tolong, jangan menjadi pecundang. Simpan koin emas asli, koin perak asli, dan Bitcoin asli," kata Kiyosaki.

Kiyosaki menyatakan, dirinya adalah Bitcoin Bull. Sebab, Bitcoin adalah aset yang sempurna pada waktu yang tepat. 

Baca Juga: Bank dalam Kesulitan, Robert Kiyosaki Beri Saran Koleksi 3 Aset Berikut Terutama Ini

"Saya suka Bitcoin. Seandainya saya membeli lebih banyak sebelumnya," ujar dia.

Kiyosaki optimistis terhadap Bitcoin lantaran Hukum Metcalf. Hukum Metcalf adalah hukum tentang kekuatan “jaringan”. 

Nah, Bitcoin, seperti dolar AS, jaringan telepon seluler, dan bisnis penandaan jaringan seperti Amyway, mendapatkan nilai inti dari kekuatan sistem jaringan mereka. 

"Itulah alasan Hukum Metcalf penting dan mengapa saya optimistis terhadap Bitcoin. Bitcoin memiliki jaringan yang kuat.

Apalagi, Kiyosaki bilang, Bitcoin bukan lagi sebuah penipuan atau skema Ponzi dibandingkan dengan dolar AS, euro, yen, atau mata uang "palsu" atawa mata uang fiat lainnya.

Baca Juga: Dunia di Ambang Perang, Robert Kiyosaki Minta Mulai Beli 3 Aset Berikut Khususnya Ini

Menurutnya, dolar AS adalah penipuan dengan skema Ponzi Raksasa. 

Dia pun mengkhawatirkan para pemimpin politik, perbankan, dan keuangan AS saat ini, lantaran tidak kompeten atau korup atau keduanya.

"Para pemimpin kita tidak tahu bagaimana mengendalikan pertumbuhan utang Pemerintah AS dan pasar obligasi AS, serta inflasi pasar saham yang berlebihan," ungkapnya.

Kiyosaki menyebutkan, AS bangkrut dengan mencetak US$ 1 triliun setiap 90 hari hanya untuk membayar utang. 

"Mereka harus mengundurkan diri, dipecat, dimakzulkan, atau dipenjarakan. Mereka telah menipu rakyat Amerika dan seluruh dunia," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Jangan Ketinggalan! Promo CFC Grab Dine Out Serba Rp 15 Ribu Hanya sampai 26 Februari

Membeli paket makan CFC kini cuma Rp 15 ribu saja. Temukan cara klaim voucher-nya di Grab untuk makan hemat hingga 26 Februari.

46% Orang Indonesia Dehidrasi Ringan, Ini Tips Cukupi Cairan Khususnya Saat Puasa

​Aquviva menghadirkan kampanye 3–2–1 sebagai panduan sederhana agar kebutuhan 2 liter cairan per hari tetap terpenuhi, termasuk saat puasa.

7 Film Romantis Wajib Tonton Jomblo, Dijamin Bikin Semangat Move On

7 film romantis ini bukan sekadar hiburan, tapi juga panduan untuk melewati masa jomblo dengan penuh semangat dan harapan baru.

Kualitas Foto HP Xiaomi Kini Setara DSLR Berkat HyperOS 3 AI

Membeli HP Xiaomi terbaru? Fitur AI Photos Enhancement HyperOS 3 siap mengubah foto buram Anda jadi jernih. Pelajari cara kerjanya di sini! 

Promo Chatime Valentine: 2 Minuman Silken Series Hemat, Jangan sampai Ketinggalan!

Rayakan Valentine lebih hemat. Chatime tawarkan 2 Silken Series cuma Rp 43.000. Jangan lewatkan kesempatan terbatas ini!

IHSG Koreksi Lagi (13/2), Ini Saham LQ45 yang Menguat dan Turun

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak turun 0,7% ke level 8.204 pada pukul 9:07 WIB, Jumat pagi (13/2) 

IHSG Diproyeksi Bergerak Terbatas, Cek Rekomendasi Saham BRI Sekuritas Jumat (13/2)

IHSG diproyeksikan bergerak terbatas pada perdagangan Jumat (13/2/2026).​ Berikut daftar saham pilihan BRI Danareksa Sekuritas

Promo Menu Baru HokBen Double Meat, Rasakan Sensasi Gurih Tiada Tara

HokBen luncurkan Double Meat. Porsi melimpah dengan dua daging favorit dan saus Jepang autentik. Temukan varian terbaik untuk Anda!

Merosot! Cek Daftar Harga Emas Antam Hari Ini Jumat 13 Februari

Harga dasar emas batangan Antam ukuran 1 gram dibanderol Rp 2.904.000 Jumat (13/2/2026), turun Rp 43.000 dibanding harga Kamis (12/2/2026).

Yield SBN Berpotensi Volatil, BNI Sekuritas Rekomendasikan Seri Ini Jumat (13/2)

BNI Sekuritas memproyeksikan pasar obligasi domestik akan bergerak lebih volatil pada perdagangan Jumat (13/2/2026). Simak rekomendasinya berikut