MOMSMONEY.ID - Cek yuk, kesalahan desain dapur yang sering bikin ribet tanpa disadari beserta solusi praktisnya agar dapur Anda nyaman dipakai harian.
Desain dapur yang terlihat estetik belum tentu nyaman digunakan dalam jangka panjang. Banyak pemilik rumah baru menyadari kesalahan desain justru setelah dapur dipakai setiap hari.
Mulai dari tata letak yang kurang efisien hingga penyimpanan yang tidak memadai, masalah kecil bisa berdampak besar pada kenyamanan.
Melansir dari Southern Living, sejumlah desainer interior dan praktisi kuliner membagikan pengalaman nyata tentang keputusan desain dapur yang mereka sesali. Dari sini, kita bisa belajar agar kesalahan yang sama tidak terulang di rumah sendiri.
“Dapur seharusnya dirancang berdasarkan kebiasaan hidup penggunanya, bukan hanya mengikuti tren visual,” ujar Libby Baker Speight, desainer interior dan pendiri Libby Baker Design Co.
Baca Juga: 7 Kesalahan Tata Letak Ini Bikin Ruang Tamu Anda Tidak Nyaman, Cek Sekarang!
Menghilangkan microwave demi tampilan minimalis
Microwave sering dianggap merusak tampilan dapur modern sehingga sengaja tidak disertakan dalam desain. Padahal, alat ini masih sangat dibutuhkan untuk aktivitas praktis seperti menghangatkan makanan atau mengolah bahan masakan tertentu.
Tanpa microwave, rutinitas memasak bisa terasa lebih ribet dan memakan waktu. Solusi yang lebih bijak adalah menyembunyikan microwave di dalam kabinet khusus atau area tertutup agar fungsi tetap maksimal tanpa mengorbankan estetika.
Area memasak dan memanggang terlalu sempit
Banyak dapur dirancang tanpa mempertimbangkan aktivitas memasak yang intens. Akibatnya, area kerja terasa sempit saat digunakan untuk menyiapkan bahan atau membuat kue.
Masalah ini sering muncul ketika peralatan dan bahan tidak memiliki tempat khusus. Idealnya, dapur menyediakan meja kerja yang cukup luas, ruang penyimpanan terorganisir, serta pendingin tambahan untuk bahan yang membutuhkan suhu stabil.
Kabinet terlalu tinggi tapi jarang terpakai
Kabinet hingga menyentuh plafon memang terlihat mewah, tetapi tidak selalu fungsional. Pada dapur dengan langit-langit tinggi, kabinet bagian atas sering sulit dijangkau dan akhirnya hanya menjadi ruang kosong.
Ini bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga pemborosan anggaran. Alternatifnya, gunakan kabinet dengan tinggi ergonomis dan lengkapi bagian atas dengan elemen dekoratif agar tampilan tetap seimbang.
Kurang memanfaatkan dinding sebagai area penyimpanan
Keinginan menciptakan dapur yang terlihat bersih sering membuat orang mengurangi rak atau lemari dinding. Sayangnya, seiring waktu, kebutuhan penyimpanan justru semakin bertambah.
Dinding dapur sebenarnya bisa dimanfaatkan secara cerdas tanpa membuat ruangan terasa penuh. Rak terbuka atau rak tipis dapat menjadi solusi untuk menyimpan peralatan yang sering digunakan sekaligus menambah karakter visual dapur.
Baca Juga: Bukan Tren, Desain Rumah Joanna Gaines Ungkap Cara Hunian Jadi Diri Anda
Penempatan tisu dapur yang kurang tepat
Detail kecil seperti posisi tisu dapur sering diabaikan saat perencanaan. Menempatkannya di balik pintu kabinet memang terlihat rapi, tetapi bisa mempercepat kerusakan engsel karena sering dibuka tutup.
Dalam jangka panjang, hal ini justru menambah biaya perawatan. Menempatkan tisu dapur di area tetap yang mudah dijangkau akan lebih awet dan praktis.
Desain dapur yang ideal bukan tentang seberapa mengikuti tren, melainkan seberapa nyaman digunakan setiap hari.
Kesalahan desain sering terjadi karena kurangnya perencanaan berbasis kebutuhan nyata. Dengan belajar dari pengalaman para desainer dan praktisi, pemilik rumah bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dan berkelanjutan.
Dapur yang dirancang dengan baik akan tetap relevan, fungsional, dan nyaman digunakan dalam jangka panjang.
Selanjutnya: Tips Meningkatkan Imunitas Tubuh di Musim Hujan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News