MOMSMONEY.ID - Kolesterol tinggi adalah kondisi umum yang dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti penyakit jantung, stroke, dan masalah kardiovaskular lainnya. Kolesterol adalah zat lemak yang ditemukan dalam darah.
Seth Martin, dokter kardiologi dari Aarp.org menyampaikan bahwa tubuh membutuhkan sejumlah kolesterol untuk membangun sel-sel yang sehat, tetapi kadar yang terlalu banyak bisa menyebabkan masalah. Kolesterol tinggi dapat menyebabkan pembentukan plak di arteri, membatasi aliran darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
Mengapa kolesterol tinggi seringkali tidak menunjukkan gejala?
Salah satu alasan kolesterol tinggi berbahaya adalah karena tidak menimbulkan gejala yang jelas. Tidak seperti kondisi lain yang menyebabkan rasa sakit atau ketidaknyamanan, kolesterol tinggi seringkali tidak disadari sampai muncul masalah kesehatan yang lebih serius.
Baca Juga: Kolesterol Tinggi & Hipertensi Bisa Turun Lewat Penurunan Berat Badan, Kok Bisa?
Seiring waktu, penumpukan plak di arteri dapat menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai aterosklerosis. Kondisi tersebut mengakibatkan nyeri dada, serangan jantung, atau stroke.
Cara terbaik untuk mendeteksi kolesterol tinggi adalah melalui tes darah yang disebut panel lipid.
Tanda-tanda awal kadar kolesterol tinggi
Meski kolesterol tinggi sendiri tidak menyebabkan gejala yang terlihat, ada beberapa tanda yang sebenarnya menunjukkan adanya kolesterol tinggi. Tanda-tanda ini sering muncul sebagai akibat dari masalah kardiovaskular yang disebabkan oleh kolesterol tinggi.
Berikut adalah beberapa tanda peringatan dini yang perlu diperhatikan:
1. Nyeri atau ketidaknyamanan di dada
Jika mengalami nyeri atau ketidaknyamanan di dada, itu bisa menjadi tanda angina yang terjadi ketika jantung tidak mendapatkan cukup oksigen karena arteri yang menyempit atau tersumbat. Angina seringkali disebabkan oleh kolesterol tinggi dan penumpukan plak di arteri.
Meski nyeri dada bisa menjadi gejala kondisi lain, penting untuk segera mencari pertolongan medis jika mengalaminya.
2. Sesak napas
Ketika kemampuan jantung untuk memompa darah secara efisien terganggu oleh penyumbatan arteri, Anda bisa mengalami sesak napas. Ini bisa menjadi indikator awal masalah kardiovaskular yang terkait dengan kolesterol tinggi.
Jika mengalami kesulitan bernapas saat melakukan aktivitas ringan atau saat istirahat, penting untuk memeriksakan diri ke penyedia layanan kesehatan.
3. Endapan lemak pada kulit
Xanthoma adalah endapan lemak kekuningan yang dapat muncul di kulit, terutama di sekitar mata, siku, lutut, atau tangan. Endapan ini sering dikaitkan dengan kolesterol tinggi, terutama jika kadar kolesterolnya sangat tinggi.
Meski xantoma tidak selalu membahayakan, keberadaannya merupakan tanda kolesterol tinggi atau ketidakseimbangan lipid. Jika melihat endapan ini, sebaiknya periksakan kadar kolesterol ke dokter.
4. Pembengkakan pada kaki atau pergelangan kaki
Pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, atau telapak kaki dapat terjadi ketika jantung kesulitan memompa darah secara efektif karena arteri yang menyempit atau tersumbat. Hal ini sering terlihat pada orang dengan kondisi kardiovaskular yang disebabkan oleh kolesterol tinggi.
5. Tekanan darah tinggi
Tekanan darah tinggi seringkali disertai dengan kolesterol tinggi. Ketika arteri menyempit karena penumpukan plak, jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah yang menyebabkan tekanan darah meningkat.
Hipertensi merupakan faktor risiko utama penyakit jantung, oleh karena itu penting untuk memantau tekanan darah secara teratur.
Cara mencegah dan mengelola kolesterol tinggi
Simak berbagai cara mencegah dan mengelola kolesterol tinggi berikut ini:
1. Perubahan pola makan
Mengonsumsi makanan sehat dan seimbang dapat membantu menurunkan kolesterol LDL dan meningkatkan kolesterol HDL. Pertimbangkan perubahan pola makan dengan meningkatkan asupan serat.
Konsumsi biji-bijian utuh, buah-buahan, dan sayuran dapat membantu menurunkan kolesterol. Selain itu, hindari lemak trans dan kurangi lemak jenuh yang terdapat dalam daging berlemak dan produk susu.
Makanan seperti minyak zaitun, alpukat, dan kacang-kacangan mengandung lemak tak jenuh tunggal yang dapat memperbaiki kadar kolesterol.
2. Aktivitas fisik teratur
Olahraga membantu meningkatkan kolesterol HDL dan menurunkan kolesterol LDL. Usahakan untuk berolahraga setidaknya 30 menit dengan intensitas sedang hampir setiap hari dalam seminggu.
Aktivitas seperti berjalan kaki, berlari, bersepeda, dan berenang dapat meningkatkan kesehatan kardiovaskular.
3. Obat-obatan
Dalam beberapa kasus, perubahan gaya hidup saja tidak cukup untuk mengelola kolesterol tinggi. Dokter akan meresepkan statin atau obat penurun kolesterol lainnya untuk membantu mengurangi kadar kolesterol dan mencegah komplikasi kesehatan lebih lanjut.
Statin adalah jenis obat penurun kolesterol yang paling umum. Obat ini bekerja dengan memperlambat produksi kolesterol oleh hati yang menurunkan kolesterol LDL.
Selain statin, ada juga obat penghambat penyerapan kolesterol. Ezetimibe adalah salah satu obat yang digunakan untuk mengobati kolesterol tinggi.
Obat ini bekerja dengan mengurangi jumlah kolesterol yang diserap dari makanan. Ezetimibe dapat diberikan bersama statin atau sebagai alternatif statin jika statin tidak efektif atau tidak ditoleransi dengan baik.
4. Pemantauan berkala
Jika sudah didiagnosis menderita kolesterol tinggi, pemeriksaan rutin sangat penting untuk memantau kadar kolesterol dan memastikan rencana pengobatan berjalan dengan baik. Dokter akan menyesuaikan pengobatan atau merekomendasikan perubahan gaya hidup lebih lanjut berdasarkan hasil pemeriksaan.
Baca Juga: Kadar Kolesterol Turun Saat Makan Sehari Sekali, Cek Kebenarannya di Sini!
5. Berhenti merokok dan minum alkohol
Mengonsumsi terlalu banyak alkohol dapat meningkatkan kolesterol LDL dan trigliserida. Berhenti merokok adalah cara ampuh untuk menurunkan kolesterol.
Merokok merusak lapisan arteri, kerusakan ini membuat kolesterol LDL lebih mudah menumpuk. Merokok juga menurunkan jumlah kolesterol baik dalam darah. Itulah tanda kolesterol naik dan tips mencegahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News