M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Pemangkasan Produksi Minyak Arab Saudi dan Rusia Masih Bawa Harga Minyak Naik

Pemangkasan Produksi Minyak Arab Saudi dan Rusia Masih Bawa Harga Minyak Naik
Reporter: Danielisa Putriadita  |  Editor: Danielisa Putriadita


MOMSMONEY.ID -  Arab Saudi dan Rusia sepakat pangkas produksi minyak. Harga minyak melambung. Hati-hati aksi profit taking

Rabu (26/7), pukul 10:54 WIB, harga minyak WTI pengiriman September 2023 di New York Mercantile Exchange masih berada di level tertinggi dalam tiga bulan terakhir, di US$ 79,25 per barel.

Dalam sepekan lalu, harga minyak naik 5,26% dari US$ 75,29 per barel. 

Berdasarkan riset Monex Investindo Futures, Rabu (26/7), harga minyak naik karena masih ditopang oleh pasokan minyak yang diprediksi akan menyusut setelah Arab Saudi dan Rusia melakukan pemangkasan produksi. 

Baca Juga: Berbalik Menguat, Harga Emas Antam Naik Rp 4.000 Hari Ini 26 Juli

Sekadar informasi, kedua negara tersebut merupakan produsen minyak mentah terbesar di dunia. Alhasil, pemangkasan produksi yang negara tersebut lakukan tentunya akan berdampak pada pasokan. 

Arab Saudi sebelumnya menegaskan komitmennya untuk memangkas produksi hingga satu juta barel per hari di Agustus. Mei lalu, pendapatan Arab Saudi dari ekspor minyak mentah sempat turun ke level terendah sejak September 2021.

Dengan pemangkasan produksi, maka harga minyak mentah diharapkan akan naik dan pendapatan Arab Saudi pun kembali meningkat. 

Hal yang sama dilakukan Rusia yang berjanji memangkas produksi 500.000 barel per hari. Langkah tersebut bisa menjaga harga minyak mentah dari penuruan yang dalam dan tidak menutup kemungkinan menanjak dalam jangka menengah. 

Baca Juga: Harga Emas Pegadaian Bergerak Fluktuatif Rabu (26/7), Ada yang Naik dan Turun

Namun, untuk trading analis Monex mengingatkan ada risiko harga minyak akan turun pada perdagangan sesi Asia hari ini akibat aksi profit taking. 

Berikut referensi teknikal untuk mengambil posisi sell untuk minyak: 

  • Entry Price: US$ 79,20-US$ 79,40
  • Level Support 1: US$ 79,10
  • Level Support 2: US$ 78,90
  • Level Resistance 1: US$ 79,50
  • Level Resistance 2: US$ 79,70

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Harga Emas Turun Dua Hari karena Suku Bunga The Fed Berpotensi Naik

Suku bunga yang lebih tinggi umumnya berdampak negatif bagi emas yang tidak memberikan bunga.       

Bank Sampah Bikin Cuan untuk Warga

Melihat tumpukan sampah sebagai potensi uang? Alfamidi dan Bank Sampah Sakura ubah limbah jadi bernilai jual. 

Rekomendasi 6 Film Kisah Tukar Tubuh dengan Plot Tak Terduga

Mencari tontonan unik? Film body swap menawarkan plot tak terduga, dari komedi hingga drama yang bikin penasaran.

HP Samsung Lemot? Siamak Cara Ampuh Bersihkan Cache biar Ponsel Makin Ngebut

Membeli HP Samsung baru tapi sudah lemot? File cache menumpuk jadi penyebabnya. Temukan metode untuk membersihkan cache dan mengembalikan performa

Film Gore Paling Sadis, Ini 7 Tontonan Siap Uji Nyali Pecinta Horor

Mencari tontonan ekstrem? 7 film gore ini sajikan adegan sadis dan darah yang siap menguji nyali Anda. Temukan daftar lengkapnya di sini!

Rabu Untung! 7 Promo Restoran Favorit Beri Diskon Gila, Mulai Rp 14 Ribu

Ingin makan hemat tapi tetap lezat? Rahasia diskon di McD, A&W, PHD, dan lainnya ada di sini. Pastikan Anda tahu caranya agar tidak menyesal.

Promo HokBen Hemat dengan Qpon, Menu Baru Menchi Katsu Mulai Rp 25 Ribuan

Nikmati 4 pilihan combo Hoka Suka Menchi Katsu HokBen, mulai Rp 25.000-an. Diskon spesial ini hanya bisa diakses lewat aplikasi Qpon.

Hati-Hati! 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Ancam Kesehatan Rahim Anda

Impian hamil seringkali terhalang masalah rahim. Ternyata, kebiasaan ini jadi musuh utama kesuburan. Cek kebiasaan Anda di sini!

HP Android Terkencang 2026: iQOO 15 Ultra Puncaki AnTuTu

Beli HP baru? Hati-hati salah pilih! Simak daftar AnTuTu HP Android terkencang Maret 2026 agar tidak menyesal kemudian.

IHSG Melorot 1,5% Pada Rabu (13/5), Saham Keluar dari MSCI Masuk Jajaran Top Loser

Pada Rabu, 13 Mei 2026, pukul 9:10 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melorot 1,5% ke level 6.755. ​