MOMSMONEY.ID - Moms pilih paylater atau kartu kredit? ini panduan santai memahami perbedaan, risiko, dan cara memilihnya agar keuangan tetap aman.
Belanja online kini sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari hari masyarakat Indonesia. Beragam metode pembayaran hadir untuk mempermudah transaksi, termasuk paylater dan kartu kredit yang semakin populer.
Keduanya sama sama menawarkan kemudahan bayar belakangan, tetapi tidak sedikit orang yang menggunakannya tanpa benar benar memahami risikonya.
Melansir dari Sahabat Pegadaian, memilih metode pembayaran seharusnya disesuaikan dengan kondisi keuangan dan tujuan penggunaan, bukan sekadar karena praktis. Tanpa perhitungan yang matang, fasilitas ini justru bisa menjadi sumber masalah finansial.
“Paylater dan kartu kredit bisa membantu kebutuhan jangka pendek, asalkan digunakan dengan kontrol dan perencanaan yang baik,” mengutip daro laman Sahabat Pegadaian.
Baca Juga: Cek Dampak Hapus Cicilan Kendaraan pada Kesehatan Finansial Jangka Panjang
Mengenal paylater dan kartu kredit secara sederhana
Paylater adalah layanan keuangan digital yang memungkinkan pengguna membeli barang atau jasa sekarang dan membayarnya di kemudian hari.
Sistem ini biasanya langsung terhubung dengan aplikasi belanja online, sehingga prosesnya cepat dan praktis.
Sementara itu, kartu kredit adalah alat pembayaran berbentuk kartu yang diterbitkan lembaga keuangan. Kartu ini bisa digunakan untuk berbagai transaksi, baik online maupun offline, bahkan di luar negeri.
Siapa penyedia layanan dan apa dampaknya bagi pengguna
Layanan paylater umumnya disediakan oleh perusahaan teknologi finansial yang bekerja sama dengan platform digital tertentu. Aturan dan kebijakannya bisa berbeda beda tergantung penyedia.
Kartu kredit diterbitkan oleh lembaga keuangan dengan regulasi yang lebih ketat. Penilaian kelayakan dilakukan untuk memastikan limit yang diberikan sesuai kemampuan finansial pengguna.
Perbandingan limit dan bunga yang perlu diperhatikan
Paylater sering memberikan limit yang terlihat menarik di awal, namun bisa berubah sesuai riwayat pembayaran pengguna. Tingkat bunganya pun cenderung lebih tinggi, berkisar antara 2,25% hingga 4%.
Berbeda dengan itu, limit kartu kredit disesuaikan dengan penghasilan. Bunganya memiliki batas maksimum 1,75%, sehingga relatif lebih terkendali jika dibandingkan dengan sebagian layanan paylater.
Proses pengajuan yang cepat vs selektif
Salah satu alasan paylater diminati adalah proses pengajuannya yang mudah dan serba online. Cukup dengan identitas diri dan verifikasi akun, layanan ini sudah bisa digunakan.
Kartu kredit membutuhkan proses lebih panjang dengan dokumen pendukung seperti bukti penghasilan. Meski terasa ribet, proses ini sebenarnya bertujuan melindungi pengguna dari risiko utang berlebihan.
Baca Juga: 5 Kebiasaan Menuju Finansial yang Lebih Sehat di 2026, Evaluasi Sebelum Membeli
Perbedaan tenor cicilan
Paylater biasanya menawarkan tenor cicilan hingga 12 bulan, sehingga lebih cocok untuk kebutuhan jangka pendek.
Kartu kredit menyediakan pilihan cicilan yang lebih panjang, bahkan bisa mencapai 24 bulan, yang memberi ruang lebih luas dalam mengatur arus kas.
Keamanan transaksi dan perlindungan konsumen
Dari sisi keamanan, kartu kredit memiliki sistem perlindungan yang lebih matang, termasuk mekanisme pengembalian dana jika terjadi transaksi mencurigakan.
Paylater berbasis akun digital, sehingga pengguna perlu lebih waspada menjaga data pribadi agar tidak disalahgunakan.
Biaya tambahan yang sering tidak disadari
Paylater umumnya tidak mengenakan biaya tahunan, namun bisa ada biaya layanan dan denda jika telat membayar.
Kartu kredit memiliki berbagai jenis biaya, tetapi beberapa produk menawarkan pembebasan biaya tahunan sehingga tidak selalu membebani pengguna.
Jangkauan penggunaan dan keuntungan tambahan
Paylater biasanya hanya bisa digunakan di platform tertentu sesuai kerja sama penyedia.
Kartu kredit memiliki jangkauan lebih luas dan sering menawarkan manfaat tambahan seperti poin dan cashback yang bisa membantu menghemat pengeluaran.
Baca Juga: Kesalahan Finansial Ini Bikin Tabungan Rp50 Juta Anda Mustahil Tercapai
Jadi, mana yang sebaiknya dipilih?
Paylater dan kartu kredit sebenarnya tidak bisa dibandingkan secara hitam putih. Paylater cocok untuk transaksi kecil yang mendesak dan membutuhkan proses cepat.
Kartu kredit lebih pas bagi mereka yang membutuhkan fleksibilitas lebih besar dan mampu mengelola cicilan dengan disiplin.
Yang terpenting, keduanya tetap merupakan bentuk utang konsumtif yang perlu dikendalikan agar tidak mengganggu stabilitas keuangan.
Selanjutnya: 6 Trik Cerdas Ini Bisa Maksimalkan Ruang, Rumah Moms Auto Rapi dan Nyaman
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News