M O M S M O N E Y I D
AturUang

Passive Income dari Sewa Properti, Masih Menarik?

Reporter: Francisca Bertha Vistika  |  Editor: Francisca bertha


MOMSMONEY.ID - Setelah dua tahun lebih terdampak pandemi, aktivitas bisnis sewa properti kini jauh lebih baik. Bagi pemilik sewa properti, bisnis ini bisa menjadi salah satu cara untuk memperoleh sumber pendapatan pasif alias passive income

Memang, tidak bisa sepenuhnya disebut passive income. Sebab, bisnis ini tetap menuntut andil dari pemiliknya, baik secara materi maupun tenaga.

Namun, menurut Melvin Mumpuni, perencana keuangan Finansialku, selama aset  itu yang bekerja, sebenarnya sudah termasuk sumber pendapatan pasif. 

"Kalaupun ada biaya, hitung saja biaya setahun berapa dan pendapatannya berapa. Kalau lebih besar pendapatannya, ya, itu sudah jadi passive income," ujar Melvin kepada Momsmoney.

Ia mengatakan, keunggulan passive income dari sewa properti adalah keuntungannya bisa diperhitungkan sendiri. Sementara jika di pasar modal, tidak bisa.

Lagi pula, pendapatan pasif dari pasar modal pilihannya tidak banyak. Paling hanya dari fixed income maupun peer to peer lending.

Baca Juga: Butuh Passive Income? Ini Dia Sumber yang Bisa Anda Manfaatkan

Sementara potensi income dari sewa properti relatif lebih bisa dikendalikan. Salah satu  cara menaikkan keuntungan, misalnya, bisa dengan menambah fasilitas dari properti tersebut.

Misalnya, menambah fasilitas Wi-Fi agar harga sewa bisa dinaikkan. "Selain itu, properti juga bisa diagunkan. Dananya bisa untuk beli properti lagi atau tambah kamar," kata Melvin. 

Namun demikian, terjun ke bisnis ini bukan perkara mudah. Sebab, butuh modal untuk memiliki aset properti.

Di samping itu, juga harus menyiapkan karyawan buat mengurus operasional agar penyewa betah mendiami kontrakan atau kos yang Anda punya. 

Dengan menggaji orang untuk menangani operasional, Anda sebagai pemilik bisa tetap mendapat penghasilan tanpa harus repot turun tangan langsung.

Hanya, bisnis ini tidak sepenuhnya aman dari risiko. Risiko itu bisa saja karena faktor eksternal, seperti pandemi Covid-19. "Saat itu, kos-kosan sepi sekali, ini jadi risiko," katanya. 

Baca Juga: Kelemahan Mengandalkan Passive Income dari Sewa Properti, Apa Saja?

Untuk risiko seperti itu, Melvin bilang, ada banyak cara buat mengatasinya. Namun, apapun caranya tetap tergantung dari kasusnya seperti apa.  

Bisa saja, jika hal serupa terjadi lagi, pemilik properti menyewakan rumah atau kos-kosannya, bahkan apertemennya dengan menerapkan sistem sewa harian atau mingguan. Untuk pemasarannya, bisa lewat aplikasi-aplikasi perjalanan atau penginapan. 

"Tapi tidak bisa disamakan, ya. Harus lihat kasus per kasus. Beda kasus, beda solusinya," ungkap Melvin.  

Erlina Juwita, perencana keuangan OneShildt, juga mengatakan, sewa properti bisa menjadi sumber pendapatan pasif. Apalagi, prospeknya kini semakin melejit, terutama di kota-kota besar atau pun daerah yang  dekat dengan perkantoran maupun sekolah. 

Sebagai passive income, ia melihat, bisnis sewa properti cocok buat mereka yang sudah pensiun. Bahkan, menurutnya, sekarang ini banyak orang yang memasuki usia pensiun menyiapkan rumah, kontrakan, atau kos untuk disewakan.

"Harapannya, ketika pensiun bisa dapat penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari," ungkap Erlina kepada Momsmoney.

Baca Juga: Hati-Hati Pendapatan Pasif dari Konten di Media Sosial Nilainya Tidak Pasti

Apalagi, penghasilan dari sewa properti ini bisa diatur oleh si pemiliknya kapan harus dibayarkan. Misalnya, per bulan, per tiga bulan atau per tahun. 

Meski jadi sumber pendapatan pasif, jangan sampai salah mengelola keuntungan dari sewa kontrakan atau kos.

Menurut Erlina, sebaiknya keuntungan dari sewa properti bisa dialokasikan buat investasi lagi. Selain itu, bisa juga dialokasikan untuk dana darurat. 

Terkait investasi apa yang cocok, tergantung dari tujuannya. Jika jangka menengah, maka bisa masuk ke dalam investasi seperti pendapatan tetap dan campuran.

Sementara untuk tujuan jangka panjang bisa masuk ke saham atau reksadana saham. "Sehingga tidak hilang begitu saja," ujar Erlina. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

7 Variety Show Korea Ini Cocok Ditonton Para Single untuk Menikmati Masa Lajang

Yuk, simak beberapa rekomendasi variety show Korea untuk para single yang bikin Anda makin menikmati masa lajang.​

Bisa Lawan Inflamasi, Ketahui 6 Manfaat Buah Manggis untuk Kesehatan

Menyimpan sejumlah khasiat kesehatan untuk tubuh, simak apa saja manfaat buah manggis di sini, yuk. 

Ramai Diperbincangkan, Apa Arti Mindfulness ya? Simak Penjelasan & Panduan Latihannya

Arti mindfulness merujuk pada praktik kesadaran penuh pada momen saat ini tanpa memberikan penilaian. Penerapannya bisa membantu mereduksi stres.

Waspadai Koreksi IHSG Hari Ini, Simak Rekomendasi Saham dari MNC Sekuritas (15/9)

IHSG rawan mengalami koreksi pada perdagangan Selasa (15/9/2026). Simak rekomendasi saham dari MNC Sekuritas untuk hari ini.

IHSG Diproyeksi Rebound, Cek Rekomendasi Saham dari BNI Sekuritas Selasa (15/9)

IHSG berpotensi rebound pada perdagangan Selasa (15/9/2026). Berikut rekomendasi saham dari BNI Sekuritas untuk hari ini.

Pikachu dan Wayang Bertemu, Jadi Jembatan Anak Kenal Budaya Tradisional

​Kolaborasi Pokémon dan wayang menjadi cara baru memperkenalkan budaya tradisional Indonesia kepada anak-anak.

Harga Emas Antam Hari Ini (15/9) Turun Rp 10.000, Buyback Terpangkas Rp 15.000

Harga emas Antam hari ini turun Rp 10.000 menjadi Rp 2.592.000 per gram, sedangkan buyback susut Rp 15.000 menjadi Rp 2.437.000 per gram.

14 Daftar Lengkap Promo Ka99et Bank Saqu September 2026, Kopi Kenangan hingga HokBen

Nikmati ragam kuliner favorit seperti Kopi Kenangan, HokBen, hingga Pizza Hut serba Rp 9.900 lewat promo Ka99et Bank Saqu 15–17 September 2026.

Mau Beli HP Samsung? Performa Galaxy A55 Tangguh, Tembus Skor AnTuTu 700 Ribu

Skor benchmark Galaxy A55 naik drastis dari pendahulunya. Temukan alasan mengapa game populer seperti MLBB belum mendukung grafis Ultra.

Bahaya Gula Pasir: Picu Lonjakan Gula Darah, Insulin & Kerusakan Ginjal!

Gula pasir berefek buruk pada organ tubuh dan memicu lonjakan gula darah. Simak batas aman konsumsi harian agar terhindar dari berbagai penyakit.