MOMSMONEY.ID - Saham PT Elnusa Tbk (ELSA) berfluktuatif. Hari ini, Selasa, 27 Januari 2026, harga sahamnya turun 8,45% ke Rp 650 per saham.
Padahal, kemarin Senin (26/1), harganya melompat 22,41% ke Rp 710 per saham. Alhasil, dalam lima hari perdagangan, keuntungan dari saham ELSA tergerus sebesar 17,27% dari yang sebelumnya mencapai 30%.
Menanggapi pergerakan positif saham ELSA, manajemen memandang hal tersebut sebagai cerminan kepercayaan pasar terhadap konsistensi arah transformasi dan penguatan fundamental bisnis perseroan.
"Kepercayaan ini sejalan dengan langkah Elnusa dalam memperkuat posisi sebagai perusahaan jasa energi terintegrasi melalui penguatan kapabilitas layanan inti dan kesiapan bisnis jangka panjang," ujar Manager Corporate Communication PT Elnusa Tbk, Jayanti Oktavia Maulina.
Sejalan dengan Program Pemerintah dalam mendorong peningkatan lifting migas nasional menuju 1 juta barel per hari, Elnusa melihat peluang pertumbuhan berkelanjutan bagi sektor jasa energi, khususnya melalui investasi pada segmen jasa penunjang hulu migas untuk merespons potensi peningkatan permintaan layanan eksplorasi dan pengembangan lapangan.
Investasi dan pengembangan bisnis baru dilakukan secara selektif dan prudent, dengan mempertimbangkan kebutuhan internal Perseroan serta arah permintaan pasar ke depan.
Melalui kerangka Rediscover Technology & Innovation Edge, Elnusa memfokuskan penguatan teknologi, kesiapan operasional, dan inovasi layanan guna memastikan keberlanjutan usaha sekaligus membuka ruang pengembangan di sektor-sektor berprospek, baik di dalam negeri maupun secara selektif di pasar internasional.
Perseroan memandang agenda peningkatan lifting migas nasional sebagai peluang strategis bagi industri jasa energi. Melalui investasi yang selektif dan prudent, baik pada segmen jasa hulu migas terintegrasi, segmen penjualan barang dan jasa distribusi dan logistik energi, jasa penunjang migas maupun pengembangan bisnis baru, kami berfokus pada penguatan fondasi usaha agar Elnusa dapat terus bertransformasi, tumbuh berkelanjutan, dan relevan dengan kebutuhan industri ke depan
Selanjutnya: Saham Masih Turun, Bonus Buat CEO Starbucks Merosot Hingga Tinggal Sepertiga
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News