M O M S M O N E Y I D
Bugar

Moms Jangan Panik! Kenali Penyebab Bayi Berkeringat saat Menyusu

Reporter: Helvana Yulian  |  Editor: Helvana Yulian


MOMSMONEY.ID - Jangan mudah panik, inilah beberapa penyebab bayi berkeringat saat menyusu yang perlu diketahui ibu, agar bisa mengatasinya dengan tepat.

Saat menyusui, Ibu dan bayi berada dalam kontak yang dekat. Kulit yang saling menempel sering membuat bayi merasa hangat, sehingga meningkatkan panas tubuh bayi. 

Namun, tubuh bayi sebenarnya bisa mengatur suhu tubuhnya sendiri dengan cara mengeluarkan keringat untuk merangsang proses pendinginan alami.  

Dikutip dari Parenting First Cry, keringat yang keluar dari tubuh bayi saat menyusu dianggap normal.

Namun, jika jumlah keringatnya dianggap berlebihan, bisa jadi hal ini disebabkan oleh sejumlah kondisi medis tertentu. 

Baca Juga: Cara Efektif Mengatasi Infeksi Jamur pada Vagina

Dilansir dari Healthline dan Parenting First Cry agar tak mudah cemas, berikut beberapa penyebab bayi berkeringat saat menyusu yang perlu diketahui ibu, antara lain: 

1. Dekapan erat ibu saat menyusui

Penyebab bayi berkeringat saat menyusu yang pertama adalah karena dekapan erat ibu saat menyusui. 

Dekapan erat ibu dan kontak kulit ke kulit yang terjadi saat menyusui bayi dipercaya bisa membuat si kecil berkeringat. 

Sebab, dekapan erat ini dianggap bisa meningkatkan suhu tubuh bayi saat sedang menyusu dari payudara ibu sehingga memicu keluarnya keringat. 

2. Hiperhidrosis idiopatik

Penyebab bayi berkeringat saat menyusu yang kedua adalah hiperhidrosis idiopatik. Hiperhidrosis idiopatik juga bisa menyebabkan bayi berkeringat saat menyusu.

Kondisi medis ini ditandai dengan keringat berlebihan, tapi tidak diketahui apa penyebabnya. 

Sebagian besar bayi yang mengidap kondisi ini memiliki jumlah dan ukuran kelenjar keringat yang sama seperti orang yang tidak mengidap hiperhidrosis. 

Hanya saja, kelenjar keringatnya lebih aktif karena dinilai ada peningkatkan pada sistem saraf. 

3. Gerakan otot rahang bayi

Penyebab bayi berkeringat saat menyusu yang ketiga adalah karena gerakan otot dari rahang bayi. Proses menyusu membutuhkan energi yang cukup besar pada bayi.

Pasalnya, gerakan otot rahang untuk mengisap air susu ibu (ASI) dianggap sebagai gerakan olahraga yang bisa membuat bayi mengeluarkan energi ekstra sehingga dapat menimbulkan berkeringat. 

Baca Juga: Catat Moms! Ini Cara Meredakan Hidung Tersumbat pada Balita

4. Demam

Penyebab bayi berkeringat saat menyusu yang selanjutnya karena demam. Ternyata, demam juga bisa menyebabkan kepala bayi berkeringat saat menyusu.

Demam yang anak alami dapat menandakan bahwa si kecil sedang mengidap infeksi. Meski demikian, demam umumnya tidak berbahaya.

Yang perlu Anda waspadai adalah infeksi yang menyebabkannya. Setelah mengonsumsi obat-obatan demam, demam yang anak alami dapat menghilang. 

Namun, Anda tetap perlu waspada karena infeksi yang jadi penyebabnya mungkin belum teratasi. 

5. Posisi menyusui

Salah satu penyebab kepala bayi berkeringat saat menyusu adalah posisi menyusui. Beberapa ibu mungkin menyusui bayi di posisi yang sama dalam jangka waktu yang lama. 

Tak jarang, kondisi ini membuat Anda harus memegang atau menahan kepala si kecil untuk waktu yang cukup lama. 

Jadi, apabila bayi berkeringat saat menyusui bukanlah hal yang harus dikhawatirkan, namun ibu perlu mengetahui penyebabnya agar bisa mengatasinya.

Namun, apabila jumlah keringat yang dikeluarkan cenderung banyak dan disertai gejala lainnya, sebaiknya periksakan ke dokter untuk dicari tahu penyebabnya.

Itulah beberapa penyebab bayi berkeringat saat menyusu yang perlu diketahui ibu agar bisa mengatasinya dengan tepat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

6 Tips Olahraga Aman dan Nyaman di Musim Dingin Indonesia, Jangan Lupa Pemanasan

Ini tips olahraga aman di tengah cuaca dingin Indonesia supaya tetap bisa dilakukan dengan nyaman dan aman.

Trik Tukang Cat Profesional biar Mengecat Rumah Lebih Cepat Selesai

Trik sederhana dari tukang cat profesional membuat proses mengecat rumah lebih cepat, rapi, hemat waktu, dan minim capek.  

4 Perbedaan SPF dan PA pada Sunscreen yang Wajib Dipahami, Jangan Asal Beli!

Saat membeli produk sunscreen, Anda pasti sering melihat label SPF dan PA. Wajib tahu, ini 4 perbedaan SPF dan PA pada sunscreen.

10 Kebiasaan Finansial yang Bisa Bantu Kelas Menengah Naik Asetnya

Ingin kondisi keuangan lebih baik? Simak 10 kebiasaan finansial yang dapat bantu kelas menengah membangun aset secara bertahap.

4 Waktu Terburuk untuk Olahraga yang Bisa Membahayakan Tubuh, Hindari Ya!

Sudah tahu belum? Ada 4 waktu terburuk untuk olahraga yang wajib Anda hindari. Klik untuk penjelasan selengkapnya.

IHSG Pekan Ini Siap Bullish, IPOT Jagokan Tiga Saham Berikut

Pergerakan IHSG pada pekan ini diperkirakan lebih dipengaruhi musim laporan keuangan emiten kuartalan.

Volatilitas SUN Tetap Tinggi Pasca-Rating S&P, Yield SUN 10 Tahun Ditaksir 6,8%-7,3%

Prospek obligasi dinilai tetap menarik hingga akhir 2026, didukung permintaan domestik dan risiko downgrade yang mereda.

Hujan Lebat Masih Turun di Provinsi Ini, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (21/7)

BMKG merilis peringatan dini cuaca besok Selasa 21 Juli 2026 dengan status Waspada hujan lebat di provinsi berikut ini.

S&P Pertahankan Rating Indonesia, Apa Artinya bagi Pasar Obligasi & Rupiah?

Yield obligasi pemerintah, CDS, rupiah belum menunjukkan perubahan signifikan usai S&P mempertahankan rating Indonesia. Apa sebabnya?

Risiko Rambut Rontok, Mengapa Cat Rambut Permanen Bikin Batang Rambut Rapuh?

Bahan kimia dalam cat rambut permanen bisa mengikis protein alami rambut. Simak alasan mengapa batang rambut rontok setelah diwarnai.