MOMSMONEY.ID - Setiap anak memiliki potensi dan proses tumbuh kembang yang berbeda. Karena itu, perkembangan anak tidak cukup dilihat hanya dari nilai IQ maupun pencapaian akademiknya.
Kemampuan kognitif anak mencakup berbagai aspek, mulai dari perhatian, memori, penalaran hingga kemampuan memecahkan masalah.
Berbagai kemampuan tersebut berkembang melalui proses yang berlangsung setiap hari dan dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk nutrisi, kesehatan saluran cerna atau gut health, kesiapan biologis, serta stimulasi yang sesuai.
Menurut Medical and Scientific Affairs Director Danone Indonesia dr. Ray Wagiu Basrowi, perkembangan kognitif anak perlu dipandang secara menyeluruh.
“Nutrisi yang tepat, kesehatan saluran cerna yang baik, dan stimulasi yang sesuai merupakan bagian dari fondasi yang saling mendukung untuk membantu anak lebih siap belajar, bereksplorasi, dan mengembangkan berbagai kemampuan kognitifnya,” ujar dr. Ray di talkshow bertajuk Growing Little Minds: The Science Behind Every Child’s Potential yang diadakan Bebelac di Ideafast 2026 belum lama ini.
Dia menekankan, kesehatan saluran cerna atau gut health juga menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan orang tua dalam pemenuhan nutrisi anak.
Baca Juga: Jangan Asal Pilih Susu Anak, Ini 5 Hal yang Wajib Dipertimbangkan
“Asupan nutrisi yang mengandung prebiotik dan serat pangan, seperti FOS, GOS, dan Inulin dapat mendukung kesehatan saluran cerna dan microbial diversity,” jelasnya.
Dr. Ray menambahkan, kesehatan saluran cerna yang baik membantu mendukung penyerapan nutrisi sehingga tubuh anak dapat memperoleh nutrisi yang dibutuhkan untuk mendukung proses belajar dan perkembangannya.
Dengan demikian, menjaga gut health dapat menjadi bagian dari upaya orang tua membangun kesiapan biologis anak agar lebih siap belajar dan menerima stimulasi.
Selain nutrisi dan kesehatan saluran cerna, stimulasi yang sesuai juga menjadi bagian dari proses perkembangan kemampuan kognitif anak. Stimulasi tidak selalu harus dilakukan melalui aktivitas yang kompleks.
Orang tua dapat memberikan stimulasi melalui kegiatan sederhana seperti bermain bersama, mengajak anak berbicara dan berinteraksi, mendengarkan cerita, hingga memberikan kesempatan bagi anak untuk mencoba dan mengeksplorasi hal-hal baru.
Cynthia, Momfluencer yang dikenal melalui akun @janelleandmom, turut membagikan pengalamannya dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
Ia bilang, stimulasi merupakan salah satu bagian penting dalam keseharian anak. Namun, kebutuhan dasar seperti nutrisi dan kesehatan pencernaan juga perlu diperhatikan.
Baca Juga: Konsumsi Susu Anak Indonesia Masih Rendah, Ini Cara Penuhi Gizi Anak yang Tepat
“Saya percaya, perkembangan kognitif anak tidak hanya dibentuk dari stimulasi, tetapi juga dimulai dari kebutuhan dasar seperti nutrisi tepat yang mendukung kesehatan pencernaan si Kecil,” sebut Cynthia.
Dia mengatakan, dirinya dan suami berupaya memberikan stimulasi melalui berbagai aktivitas sederhana, seperti bermain bersama, mengajak anak berinteraksi dan bereksplorasi, mendengarkan cerita, serta memberikan ruang untuk mencoba hal-hal baru.
Bagi Cynthia, kombinasi nutrisi yang tepat, pencernaan yang sehat dan stimulasi melalui pengalaman sehari-hari dapat membantu anak lebih siap belajar sekaligus mendukung perkembangan kognitif sesuai dengan potensinya.
Sebagai upaya mendukung tumbuh kembang anak, Bebelac menyediakan formulasi nutrisi yang dilengkapi dengan 3 Serat Penting, yaitu FOS, GOS, dan Inulin, serta 2x DHA lebih tinggi* dan 0 gram sukrosa.
Kombinasi nutrisi tersebut ditujukan untuk membantu menjaga kesehatan saluran cerna si kecil sebagai bagian dari fondasi yang mendukung kesiapan anak untuk belajar, bereksplorasi dan mengembangkan kemampuan kognitifnya.
Bebelac juga mengajak orang tua melihat potensi anak secara lebih utuh. Potensi tersebut tidak hanya tercermin dari pencapaian akademik, tetapi juga dari proses yang mendukung anak untuk belajar dan berkembang.
Dalam pendekatan tersebut, terdapat tiga faktor yang saling berkaitan, yakni nutrisi, stimulasi, dan kesiapan biologis anak.
Ketiganya dapat menjadi fondasi yang membantu si kecil lebih siap menghadapi berbagai pengalaman belajar dan eksplorasi dalam kesehariannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News