MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global anjlok karena kebuntuan AS-Iran atas Selat Hormuz menyebabkan biaya energi tetap tinggi, sehingga memperkuat tekanan pada Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga lagi.
Mengutip Bloomberg, Senin (28/9), harga emas spot ambles 3,14% menjadi US$ 4.149,71 per troi ons pada pukul 15.46 WIB.
Harga minyak mentah mendaki setelah perundingan AS-Iran baru-baru ini gagal menghasilkan terobosan terkait jalur perairan penting, sementara perang antara Washinton dan Teheran memasuki bulan kedelapan.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury) naik, semakin mengikis daya tarik logam mulia yang tidak menghasilkan bunga.
Oleh Hansen, kepala strategi komoditas di Saxo Bank A/S, mengatakan, pelemahan ini mencerminkan kombinasi dari lonjakan imbal hasil obligasi, penguatan dollar dan aksi jual teknis setelah tembus level support, yang diperkuat oleh aksi ambil untung dari investor China menjelang liburan Golden Week.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Sepekan Menuju Koreksi 2%, Yield Obligasi AS jadi Beban
Harga emas turun lebih dari 6% bulan ini, setelah The Fed menaikkan suku bunga pertama kalinya sejak 2023 untuk memerangi inflasi AS yang tinggi, dan mengisyaratkan kemungkinan pengetatan lebih lanjut. Pengetatan ini telah berkontribusi pada lonjakan imbal hasil US Treasury.
Saat ini, investor menaksir sekitar 70% kemungkinan kenaikan bunga pada Oktober nanti.
"Tekanan dari suku bunga semakin sulit diabaikan. Secara tradisional, peningkatan tajam dalam biaya peluang untuk memegang aset yang tidak menghasilkan imbal hasil akan menjadi hambatan besar bagi emas," kata Hansen mengutip Bloomberg, hari ini.
Presiden Federal Reserve Cleveland Beth Hammack mengatakan pada Jumat bahwa imbal hasil jangka panjang sedang didorong lebih tinggi, karena kekhawatiran mengenai utang pemerintah, dan ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut.
Selama akhir pekan, Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan para pembuat kebijakan agar tetap berpikiran terbuka mengenai suku bunga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News