M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Mirae Asset Sekuritas Soroti Kredibilitas Fiskal Saat Pergantian Menteri Keuangan

 Mirae Asset Sekuritas Soroti Kredibilitas Fiskal Saat Pergantian Menteri Keuangan
Reporter: Danielisa Putriadita  |  Editor: Danielisa Putriadita


MOMSMONEY.ID - Investor kini harus selektif. Itu yang PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia lihat mengenai pasar keuangan Indonesia yang memasuki fase penuh perubahan kebijakan domestik dan dinamika global. 

Menurut analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, investor perlu mencermati tidak hanya arah indeks, tetapi juga fundamental dan katalis yang menopang pasar ke depan.

Salah satunya soal pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara menjadi salah satu perkembangan yang perlu dicermati pasar, terutama terkait arah kebijakan fiskal dan kredibilitas pengelolaan APBN.

Kepala Riset PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, menilai penunjukan Suahasil Nazara memberikan sinyal positif bagi pasar berkat latar belakangnya di bidang kebijakan fiskal dan pengalamannya di Kementerian Keuangan. Namun, menurutnya, tantangan utama bukan hanya pada sosok Menteri Keuangan, melainkan pada konsistensi kebijakan dan dukungan pemerintah terhadap disiplin fiskal dalam jangka panjang.

“Pergantian Menteri Keuangan ini menjadi sinyal positif bagi pasar, apalagi dengan latar belakang Suahasil Nazara di bidang kebijakan fiskal dan pengalamannya di Kementerian Keuangan. Namun, yang paling penting tetap implementasi dan konsistensi kebijakan, khususnya dalam menjaga kredibilitas APBN dan disiplin fiskal,” ujar Rully dalam keterangan tertulis, Selasa (15/9). 

Menurut Rully saat ini pasar masih mencermati arah kebijakan fiskal setelah pergantian Menteri Keuangan, dengan kredibilitas fiskal dan komunikasi kebijakan menjadi faktor penting bagi sentimen ke depan.

Baca Juga: Suahasil Gantikan Purbaya, Begini Proyeksi Dampaknya ke Pasar Obligasi

Di sisi global, Rully memperkirakan Federal Reserve akan menaikkan suku bunga 25 basis poin pada September, yang relatif sudah diperhitungkan pasar. Setelahnya, pergerakan rupiah menjadi salah satu faktor utama yang menentukan ruang dan respons kebijakan Bank Indonesia.

“Kenaikan 25 basis poin dari The Fed relatif sudah priced in. Bagi Indonesia, perhatian berikutnya akan tertuju pada pergerakan rupiah karena menjadi salah satu faktor utama yang menentukan ruang dan respons kebijakan Bank Indonesia,” kata Rully.

Di pasar saham, IHSG telah mengalami re-rating sekitar 18% sejak awal paruh kedua 2026. Menurut Rully, kenaikan berikutnya membutuhkan dukungan earnings delivery, foreign flows yang lebih luas, serta kondisi eksternal yang lebih berkelanjutan.

Saat ini, arus dana asing masih terkonsentrasi pada saham berkapitalisasi besar, terutama perbankan dan sejumlah saham komoditas.

“Karena itu, pasar akan semakin selektif,” ujar Rully.

Sementara itu, penguatan rupiah masih ditopang kondisi eksternal yang lebih kondusif dan capital inflows, meski ketahanannya tetap bergantung pada arus dana.

Di pasar SBN, koordinasi kebijakan menjadi penting untuk menjaga kenaikan yield tetap gradual. Perubahan persepsi terhadap kredibilitas kebijakan atau rating menjadi risiko yang perlu dicermati karena dapat memicu repricing yang lebih tajam.

Baca Juga: Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 5,3% di 2026, tapi Perlu Jaga Kepercayaan Investor

“Yang perlu diwaspadai adalah apabila terjadi perubahan persepsi terhadap kredibilitas kebijakan atau rating, karena itu bisa menghasilkan repricing yang lebih tajam,” jelas Rully.

Selektivitas juga tecermin dari arus dana asing yang masih terkonsentrasi pada saham-saham berkapitalisasi besar, terutama perbankan dan sejumlah saham komoditas.

Sektor komoditas
 
Sementara itu, peluang di sektor komoditas semakin bergantung pada dampak spesifik dari perubahan kebijakan pemerintah. Senior Research Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Fauzan Luthfi Djamal, menilai kebijakan komoditas saat ini terutama berpengaruh pada produksi, pricing, export flows, dan penerimaan negara.

Menurut Fauzan, pelonggaran Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batu bara lebih tepat dilihat sebagai dispersion event, bukan perubahan yang otomatis menguntungkan seluruh sektor. Tambahan volume akan berdampak berbeda antar perusahaan, sementara di nikel, keterbatasan pasokan bijih nikel justru memperkuat posisi perusahaan tambang dan berpotensi menekan margin perusahaan converter

Baca Juga: IHSG Ada Potensi Menguat, Cek Rekomendasi Saham dari BNI Sekuritas Rabu (16/9)

“Jadi, investor perlu melihat posisi dan fundamental masing-masing emiten, bukan hanya pergerakan harga komoditas,” ujar Fauzan.

Selain perubahan kebijakan produksi dan ekspor, rencana Commodity Exchange yang ditargetkan mulai berjalan pada 1 Januari 2027 berpotensi memperkuat price discovery dan membentuk referensi harga komoditas di dalam negeri. Namun, dampaknya terhadap pricing power Indonesia akan bergantung pada likuiditas bursa dan seberapa luas harga domestik digunakan sebagai benchmark

Dus, Fauzan melihat peluang di sektor komoditas terutama pada perusahaan yang memiliki scarcity, pricing power, dan posisi strategis dalam rantai pasok.

“Tidak semua saham komoditas akan bergerak dengan arah yang sama meskipun harga komoditasnya naik,” tutup Fauzan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Studi IBM: Penggemar Olahraga Menginginkan Pengalaman Digital yang Lebih Terintegrasi

Para penggemar olahraga bersedia mengunduh aplikasi olahraga, tetapi pengelolaan bebagai aplikasi tersebut sering mejadi kendala.

Ini Judul Anime Romantis Terbaru di Netflix untuk Temani Bulan Oktober

Berbagai anime Romantis akan hadir di Netflix Oktober ini, mulai dari The Ramparts of Ice, Blue Box, dan My Happy Marriage.

Promo Alfamart Paling Murah Sejagat 16-23 September 2026, L’Oreal Hair Oil Diskon 47%

Manfaatkan promo Alfamart Paling Murah Sejagat periode 16-23 September 2026 untuk belanja lebih hemat.

Cek Cuaca Sumatra Utara Besok (17/9) dan Lusa, Hujan Guyur Banyak Daerah

BMKG memprakirakan hujan ringan terjadi di 19 wilayah Sumatera Utara besok dan meningkat menjadi 23 wilayah lusa.

Udara Kabur Mendominasi, Cek Cuaca Sumatra Selatan Besok (17/9) dan Lusa

BMKG memprakirakan udara kabur mendominasi Sumatra Selatan besok. Lusa, beberapa wilayah berpotensi hujan ringan hingga hujan sedang.

Ekosistem Usaha Bisa Memperkuat Pengembangan Usaha UMKM

Kementerian UMKM memperkuat ekosistem para wirausaha lewat Bursa Wirausaha Unggulan yang digelar di Sulawesi Selatan.

Mirae Asset Sekuritas Soroti Kredibilitas Fiskal Saat Pergantian Menteri Keuangan

Tantangan utama bukan hanya pada sosok Menteri Keuangan, melainkan pada konsistensi kebijakan.       

Prakiraan Cuaca Yogyakarta Besok (17/9) Beragam, Lusa Semua Wilayah Berawan

BMKG memprakirakan cuaca Yogyakarta besok cukup beragam. Gunungkidul cerah, Sleman udara kabur, sementara lusa seluruh wilayah berawan.

Kabut hingga Hujan Petir, Cek Cuaca Sumatra Barat Besok (17/9) dan Lusa

Hujan ringan diprakirakan meluas di Sumatra Barat lusa. Simak prakiraan cuaca 19 kabupaten/kota besok dan lusa.

Mayoritas Wilayah Kompak Berawan, Cek Cuaca Bali Besok (17/9) dan Lusa

BMKG memprakirakan cuaca berawan mendominasi Bali besok dan lusa. Cek prakiraan cuaca dan suhu di sembilan kabupaten/kota.