M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Minat Investor Ritel Indonesia terhadap Instrumen Pasif Meningkat

Minat Investor Ritel Indonesia terhadap Instrumen Pasif Meningkat
Reporter: Danielisa Putriadita  |  Editor: Danielisa Putriadita


MOMSMONEY.ID - PT BNI Sekuritas mengamati tren peningkatan perhatian investor ritel Indonesia terhadap instrumen investasi pasif dalam pengelolaan portofolio mereka. Tren ini menjadi semakin relevan di tengah fluktuasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) beberapa bulan terakhir, ketika kombinasi strategi pasif dan aktif dapat membantu investor menyebar risiko dan menjaga keseimbangan portofolio.

Instrumen investasi pasif merupakan produk yang dirancang untuk mengikuti kinerja indeks tertentu, seperti indeks saham atau obligasi, tanpa pemilihan aset secara aktif. Contohnya termasuk Exchange-Traded Fund (ETF) dan reksa dana indeks, yang memungkinkan investor memperoleh diversifikasi dalam satu produk dengan biaya yang relatif efisien.

Mengacu pada laporan salah satu media di Indonesia, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat bahwa hingga November 2025 terdapat lebih dari 42 ribu investor ritel yang bertransaksi pada ETF, waran terstruktur, dan DIRE. Secara keseluruhan, transaksi ketiga instrumen tersebut meningkat sekitar 300%.

Direktur Retail Markets & Technology BNI Sekuritas, Teddy Wishadi, mengatakan dalam keterangan tertulis, Rabu (22/4), bahwa angka tersebut mencerminkan peningkatan kesadaran investor ritel terhadap diversifikasi portofolio. 

“Penggunaan strategi investasi aktif dan pasif secara bersamaan dapat membantu investor menyebar risiko di berbagai saham atau sektor, sekaligus menjaga portofolio tetap seimbang dalam kondisi pasar yang berfluktuasi,” ujar Teddy.

Baca Juga: 10 Pelajaran Investasi dari Charlie Munger yang Sering Disadari Terlambat

Fenomena serupa juga terlihat di pasar global. Survei terbaru di India menunjukkan bahwa 68% investor ritel memiliki setidaknya satu produk pasif, seperti ETF atau reksadana indeks. Teddy menambahkan bahwa data global ini menunjukkan instrumen pasif semakin diperhitungkan sebagai komponen portofolio modern, dan tren serupa mulai terlihat di Indonesia.

Secara umum, strategi pasif cenderung menawarkan biaya yang lebih rendah dan kinerja yang mengikuti pasar, sementara strategi aktif berpotensi memberikan imbal hasil lebih tinggi, namun dengan tingkat risiko dan volatilitas yang lebih besar. Oleh karena itu, kombinasi keduanya menjadi pendekatan yang semakin banyak digunakan investor.

Bagi investor ritel, instrumen pasif umumnya dapat digunakan sebagai fondasi portofolio jangka panjang, sementara strategi aktif dimanfaatkan untuk menangkap peluang jangka pendek atau sektor tertentu yang sedang berkembang.

Meskipun minat terhadap instrumen pasif meningkat, Teddy berpendapat bahwa strategi aktif tetap relevan bagi investor yang ingin mengeksplorasi peluang pada saham individual atau sektor tertentu. Kombinasi kedua strategi memungkinkan investor ritel untuk:

  • Menyebar risiko dan menjaga diversifikasi portofolio melalui instrumen pasif.
  • Memanfaatkan peluang pasar melalui strategi aktif. 

“Dengan memahami karakter masing-masing strategi, investor ritel dapat lebih siap menghadapi fluktuasi IHSG dan menyesuaikan portofolio sesuai tujuan investasi,” tutup Teddy.

BNI Sekuritas menegaskan bahwa instrumen pasif dapat menjadi salah satu opsi strategis yang dikombinasikan dengan strategi aktif, disesuaikan dengan tujuan investasi dan profil risiko masing-masing investor.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

25 Ucapan World Sight Day 2026, Serukan Ajakan Rawat Penglihatan dan Mata

Ucapan World Sight Day 2026 berikut ini menjadi salah satu cara menyebarkan pesan untuk merawat dan mencintai mata.

Jadwal KRL Jogja-Solo Terbaru 12-16 Oktober 2026, Cek Jam Keberangkatannya

Jadwal KRL Jogja-Solo periode Senin hingga Jumat, 12-16 Oktober 2026, cek yang ingin kegiatan bekerja, kuliah, atau jalan-jalan. 

Jadwal KRL Solo-Jogja Terbaru 12-16 Oktober 2026, Cek Jam Berangkatnya

Jadwal KRL Solo-Jogja untuk Senin hingga Jumat, 12-16 Oktober 2026 buat yang ingin berangkat kerja, kuliah, atau bepergian ke Yogyakarta. 

Usaha Fesyen Masih Memerlukan Pelatihan Manajemen

 Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kementerian Ekraf) membekali 33 pelaku usaha fesyen. ​

Waralaba Masih Bisa Menjadi Pilihan Menjalankan Bisnis Perdana

Keunggulan waralaba adalah sudah adanya sistem manajemen yang sudah berjalan yang bisa memudahkan mitra waralaba.

Tak Rumit, Ini Praktik Gaya Hidup Berkelanjutan Ala Cinta Laura

Cinta Laura Kiehl membeberkan berbagai kebiasaan sederhana yang dilakukannya untuk menjalankan gaya hidup berkelanjutan.

Tayang 16 Oktober, Heartlake The Musical Jadi Live-Action Pertama Lego Friends

Lego Friends: Heartlake The Musical, tayangan live-action pertama Lego Friends hadir secara lengkap pada 16 Oktober.

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (12/10) di Jabodetabek Hujan Lebat di Sini

Peringatan dini BMKG cuaca besok Senin (12/10), Waspada hujan lebat di wilayah Jabodetabek berikut ini.​

Hujan Sangat Lebat di Provinsi Ini, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (12/10)

BMKG merilis peringatan dini cuaca besok Senin 12 Oktober 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat dan Waspada hujan lebat di provinsi ini.

Halodoc Catat Konsultasi Kesehatan Mental Naik 8,1% Sejak 2022, Didominasi Perempuan

Data internal Halodoc mencatat, jumlah konsultasi kesehatan mental di platformnya naik 8,1% dibanding 2022.​