M O M S M O N E Y I D
BisnisYuk

Mengoptimalkan Bisnis dengan AI, Memilih Antara Otomatisasi dan Kolaborasi Manusia

Reporter: Francisca Bertha Vistika  |  Editor: Francisca bertha


MOMSMONEY.ID - Pada 2025, teknologi agen AI diperkirakan akan menjadi salah satu tren utama dalam dunia bisnis, dengan prediksi Gartner, sekitar 15% dari keputusan harian akan dibuat oleh AI Agentif pada 2028, sebuah lompatan signifikan dari 0% di 2024.

Fenomena ini menandai perubahan besar dalam cara perusahaan beroperasi, dengan teknologi AI yang kini dapat mengotomatisasi berbagai tugas kompleks, seperti mengidentifikasi peluang penjualan, mengoptimalkan rantai pasokan, hingga mengelola jadwal karyawan.

Dalam menghadapi perubahan ini, perusahaan harus memilih antara dua pendekatan AI yang berbeda, yaitu AI Agentif dan AI Kopilot, masing-masing dengan karakteristik yang unik.

Rahul Pradhan, Wakil Presiden Strategi dan Produk di Couchbase, menjelaskan, AI Agentif dirancang untuk bekerja secara mandiri, mengambil alih tugas rutin, dan bahkan pengambilan keputusan tanpa keterlibatan manusia.

"AI Agentif dirancang untuk bekerja secara mandiri, mengambil alih tugas rutin dan bahkan keputusan tanpa keterlibatan manusia," ujar Pradhan dalam keterangan tertulis.

Baca Juga: Teknologi AI dan Otomatisasi Bisa Dorong Efisiensi Biaya Operasional Hingga 25%

Prasaan bilang, model Kopilot berperan sebagai pendamping, memberikan dukungan bagi manusia, dan memungkinkan pengguna tetap memegang kendali dalam pengambilan keputusan. 

Sementara AI Agentif membawa potensi besar untuk mengotomatisasi berbagai aspek operasional, seperti yang terlihat di sektor manufaktur, rantai pasokan, dan kesehatan, AI Kopilot menawarkan pendekatan yang lebih kolaboratif.

Contoh, di sektor pemasaran, AI Kopilot dapat menganalisis data pelanggan dan menyarankan ide konten, sementara pemasar tetap memegang kendali penuh dalam pengambilan keputusan.

"Misalnya, kopilot di bidang pemasaran bisa membantu menganalisis data pelanggan dan menyarankan ide konten, sementara pemasar menggunakan intuisi dan pemahaman strategis untuk memandu keputusan akhir," kata Pradhan.

Pendekatan ini memungkinkan kreativitas manusia untuk tetap menjadi elemen kunci dalam keputusan bisnis.

Baca Juga: MMS Group Indonesia dan Workday Kerjasama Tingkatkan Efisiensi SDM

Namun, seperti dalam sebuah labyrinth yang penuh dengan teka-teki, integrasi AI ini tidaklah sederhana. AI Agentif sering memerlukan perubahan yang lebih mendalam dalam infrastruktur teknologi perusahaan, seperti yang diungkapkan Pradhan.

"Untuk dapat memanfaatkan AI Agentif, perusahaan harus menyiapkan strategi manajemen data yang terpadu, memastikan akses informasi real-time, dan menghindari masalah seperti silo data atau penyebaran data," tambahnya.

Di sisi lain, AI Kopilot dapat lebih mudah diintegrasikan ke dalam sistem yang sudah ada, memungkinkan perusahaan untuk merasakan manfaat teknologi ini dengan gangguan minimal.

Adopsi kedua jenis AI ini juga memengaruhi dinamika karyawan. Integrasi AI Agentif, yang sering kali menggantikan tugas manusia, memerlukan strategi manajemen perubahan yang hati-hati agar transisi peran karyawan berjalan lancar.

Sebaliknya, AI Kopilot lebih berfokus pada peningkatan kemampuan manusia dalam pengambilan keputusan sehari-hari.

Baca Juga: BAT Indonesia Gelar Kompetisi Battle of Mind bagi Inovator Muda

"Perusahaan harus melatih dan memberikan dukungan berkelanjutan bagi karyawan dalam menggunakan AI Kopilot, untuk membangun kepercayaan terhadap AI sebagai mitra kolaboratif," sebut Pradhan. 

Bagi perusahaan yang berada di persimpangan jalan dalam memilih antara AI Agentif dan AI Kopilot, Pradhan menyarankan untuk tidak hanya melihat kebutuhan saat ini, tetapi juga ambisi masa depan mereka.

"Mungkin ada kasus di mana kombinasi antara AI Agentif dan Kopilot adalah pilihan terbaik, memungkinkan perusahaan meraih manfaat penuh dari keduanya," imbuhnya.

Dengan pendekatan yang tepat, kedua jenis teknologi ini bisa saling mengintertwine, menciptakan tapestry teknologi yang kaya dan memaksimalkan potensi operasional bisnis di tengah dunia yang terus berubah.

Di era digital yang terus berkembang, perusahaan harus melangkah dengan hati-hati namun berani, menjelajahi pilihan antara otomatisasi penuh dan kolaborasi manusia-AI, untuk memastikan mereka dapat bertahan dan berkembang dalam dunia yang semakin kaleidoskopik dan penuh tantangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Hasil Bulu Tangkis Asian Games 2026: Pastikan Medali, 4 Wakil Indonesia ke Semifinal

Hasil Bulu Tangkis Asian Games 2026 babak perempatfinal, Minggu (27/9), empat wakil Indonesia melaju ke babak semifinal dan pastikan medali.

Anak Belajar Bukan Hanya dari Rumah, Begini Pengaruh Lingkungan di Sekitarnya

Cara anak berpikir dan membayangkan masa depan tak hanya terbentuk dari keluarga, tetapi juga dari orang-orang yang ditemuinya setiap hari.

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (28/9), Hujan Lebat Guyur 3 Daerah di Jabodetabek

Peringatan dini BMKG cuaca besok Senin (28/9), Waspada hujan lebat di daerah Jabodetabek berikut ini.​

Bukan Sekadar Cari Informasi, Ini Pentingnya Anak Rajin Membaca di Era AI

Di tengah banjir informasi dari AI dan media sosial, anak perlu belajar memahami, membandingkan, dan mempertanyakan informasi.

Hujan Lebat Turun di 20 Provinsi Ini, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (28/9)

BMKG merilis peringatan dini cuaca besok Senin 28 September 2026 dengan status Waspada hujan lebat di provinsi berikut ini.

4 Langkah Cespleng Agar Terhindar dari Paparan Debu Saat Beraktivitas

Debu luar ruangan imbas dari kemarau berkepanjangan bisa mengganggu kesehatan terutama pernapasan, ada baiknya tetap waspada.

Program Laksmi Mendorong Kemandirian Ekonomi Perempuan

Kementerian UMKM merilis Program Laksmi yang bertujuan untuk menciptakan kemandirian pengusaha mikro perempuan dalam berusaha.

Shopee Ajak Anak Muda Pakai Batik Lewat Festival Batik Nusantara

Shopee melalui Shopee Pilih Lokal menghadirkan Festival Batik Nusantara mulai 25 September hingga 2 Oktober 2026.​

Duolingo Mencatat Minat Masyarakat Indonesia Belajar Bahasa Asing Melonjak

Indonesia merupakan salah satu dari lima pasar Duolingo dengan pertumbuhan pengguna aktif harian tercepat di dunia dari tahun ke tahun.​

Film Agensi Rumah Tangga Raih 1 Juta Penonton

Film Agensi Rumah Tangga yang diproduksi oleh Starvision dan disutradarai berhasil meraih 1.003.835 penonton​.