M O M S M O N E Y I D
HOME, AturUang

Menelisik Untung Rugi Membeli Rumah Lewat Sistem KPR

Reporter: Dikky Setiawan  |  Editor: Dikky Setiawan


MOMSMONEY.ID -Memiliki rumah sendiri merupakan idaman setiap rumahtangga. Dengan mempunyai rumah sendiri, kita bisa leluasa mengatur rumahtangga, memilih desain rumah, dan mengatur tata letak barang-barang sesuai dengan selera. 

Walhasil, rumah yang kita tempati akan memberikan rasa aman dan nyaman. Jadi, wajar jika banyak di antara kita yang bekerja pontang-panting, siang dan malam, demi mengumpulkan uang agar dapat membeli rumah. Meskipun, pembelian itu ditempuh dengan cara kredit atau mencicil pembayarannya lewat bank (kredit pemilikan rumah/KPR). 

Bahkan, alih-alih bisa mendapatkan rumah idaman yang sesuai anggaran, kini banyak orang membeli rumah dengan cara oper kredit (take over credit). 

Lazimnya, istilah ini didefinisikan sebagai bentuk dari pengalihan kredit KPR atau kredit pemilikan apartemen (KPA) dari pihak pemilik lama kepada pemilik baru. 

Baca Juga: Ini Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga selama Pandemi

Namun, dalam banyak kasus, proses membeli rumah dengan sistem oper kredit lebih sulit ketimbang membeli rumah dari pengembang dengan cara mengajukan kredit langsung kepada bank. Maklum, biasanya dokumen-dokumen rumah yang akan dibeli sudah tersimpan di sebuah bank, misalnya bank A. 

Jadi, apabila pihak debitur baru ingin mendapatkan kredit dari bank B, belum tentu bank A bersedia memberikan dokumen tersebut dengan proses yang cepat dan mudah. 

Lebih celaka lagi, tak sedikit masyarakat di negeri ini yang tak memahami betul tata cara dan prosedur pengalihan KPR atau KPA tadi. 

Walhasil, niat semula ingin mendapatkan keuntungan dari membeli rumah atau apartemen dengan oper kredit, mereka justru rugi. 

Baca Juga: BTN gandeng Greenwoods tawarkan promo PPKM dengan bunga KPR 0,75%

"Sistem ini bisa sangat berbahaya kalau si pembeli tidak memahami aturannya," kata Rakhmi Pematasari, perencana keuangan dari Safir Senduk & Rekan. 

Menurut Rakhmi, bisa saja para debitur lama memiliki masalah pada KPR-nya. Atau, ketika membeli rumah, si debitur baru lebih memilih cara pengalihan kuasa. 

Padahal, ternyata surat-surat pendukung untuk pengalihan kuasa oper kredit tadi tidak cukup lengkap, sehingga bank menolak memberikan sertifikat asli rumah kepada debitur baru ketika kreditnya telah selesai. 

Sudah ada barangnya 

Namun, lanjut Rakhmi, membeli rumah melalui sistem oper kredit KPR atau KPA juga memiliki sisi keuntungan. Paling tidak, ketika melakukan oper kredit, rumah atau apartemen sudah serah terima, atau sudah dibangun tapi umurnya belum terlalu lama. 

"Jadi, pembeli sudah langsung punya gambaran kira-kira bentuk rumahnya seperti apa, kekurangan rumahnya di mana, bahkan bisa menghitung kemampuan membayar cicilan," kata dia. 

Yang patut diingat, oper kredit properti KPR atau KPA bisa berupa pengalihan antarinstitusi keuangan atau bank. Artinya, KPR atau KPA yang ada di bank A dipindahkan ke bank B. Tentu saja, skema tersebut tak selalu bisa dijalankan. Ini tergantung pada kebijakan antarbank tersebut. 

Baca Juga: Tips merawat perkakas mebel kayu supaya awet

Namun, biasanya, pengalihan kredit dengan skema ini digunakan nasabah demi mendapatkan fasilitas lebih. Bisa berupa bunga kredit lebih kompetitif, kemudahan dalam pelunasan, skema pelunasan yang lebih fleksibel, atau fasilitas lain yang dinilai lebih daripada fasilitas bank sebelumnya

Bentuk pengalihan kredit lainnya adalah pengalihan kredit kepemilikan. Singkatnya, kepemilikan properti dari debitur A pindah ke B. 

Skema ini biasanya menggunakan bank yang sama. Bisa juga menggunakan bank yang berbeda seperti skema sebelumnya.

Dalam skema ini, yang perlu nasabah perhatikan adalah kondisi persetujuan kredit yang ingin dialihkan. Sebab, jika pengajuan kredit tidak disetujui, pengalihan kredit tidak dapat terjadi. 

Selanjutnya: Mobil Idaman Terbeli, Kantong tetap Terlindungi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Dinamika Karakter Pemain jadi Keunikan Serial Drama Garam Muda

Sutradara Garam Muda tidak berusaha membuat seluruh pemain mengikuti satu gaya akting yang sama.     

Drama Garam Muda Angkat Nuansa Dangdut di Generasi Z

Keunikan drama Garam Muda ditemukan melalui hipdut. Terdapat perpaduan hip-hop dan dangdut yang menjadi identitas serial tersebut.

Lima Ironi Pernikahan dalam Drama OK! Let’s Get Divorced yang Seru Ditonton

Dalam drama OK! Let’s Get Divorced  menceritakan adegan pernkahan yang terlihat harmonis di depan publik, tetapi menjadi orang asing di rumah. 

Ramalan Zodiak Besok Kamis 27 Agustus 2026, Waktunya Susun Rencana

Simak ramalan 12 zodiak besok Kamis 27 Agustus 2026, cek prediksi karier, keuangan, asmara, kesehatan, dan energi astrologi hari ini.

Ramalan Shio Besok Kamis 27 Agustus 2026, Naga Diprediksi Paling Beruntung

Cek ramalan shio besok Kamis 27 Agustus 2026, lengkap soal karier, keuangan, cinta, kesehatan, dan shio paling beruntung.​

Katalog Promo Alfamart Gantung (Gajian Untung) Periode 25-31 Agustus 2026

Manfaatkan Promo Alfamart Gantung Periode 25-31 Agustus 2026 untuk belanja hemat selama musim gajian ini.

Asosiasi Blockchain Indonesia Gandeng Privy Perkuat Kepercayaan Transaksi Kripto

Proses verifikasi identitas yang dilakukan Privy sebagai PSrE mencakup verifikasi identitas yang dicocokkan dengan data Dukcapil.

Alur Cerita Drama Streaming Garam Muda Memasuki Episode Ketika K-BAL Viral

Cerita drama streaming Garam Muda semakin seru dengan persahabatan yang semakin rumit.                      

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (27/8), Hujan Lebat Masih Guyur Provinsi Berikut

BMKG merilis peringatan dini cuaca besok Kamis 27 Agustus 2026 dengan status Waspada hujan lebat di provinsi berikut ini.

Pinhome: Pasar Properti Residensial Melandai di Kuartal II 2026

Pinhome memproyeksikan pasar properti ke depan akan lebih stabil dengan ruang negosiasi lebih besar bagi pembeli.