MOMSMONEY.ID - Mata juling atau strabismus masih kerap dianggap sekadar masalah penampilan.
Padahal, kondisi ini bisa memengaruhi fungsi penglihatan, termasuk kemampuan melihat tiga dimensi dan memperkirakan jarak, jika tidak ditangani dengan tepat.
Karena masih minimnya pemahaman masyarakat, JEC Eye Hospitals & Clinics menjalankan kampanye edukasi Strabismus: From Stigma to Confidence untuk mendorong deteksi dini dan mengurangi stigma terhadap penderita mata juling.
Melalui kampanye strabismus ini, JEC Eye Hospitals & Clinics ingin mengajak orang tua dan masyarakat untuk memahami bahwa mata juling bukan sekadar persoalan estetika, melainkan kondisi medis yang perlu diperiksa.
Baca Juga: Move Your Way, Pergerakan Bukan Sekadar Kompetisi tapi Bagian Alami dari Kehidupan
"Semakin dini diketahui, semakin besar peluang anak mendapatkan tata laksana yang sesuai dan hasil yang lebih optimal," ujar Direktur Pengembangan & Pendidikan JEC Group, Prof. Dr. Tjahjono D. Gondhowiardjo dalam keterangan resmi Kamis (25/6).
Tjahjono mengatakan, JEC berkomitmen untuk terus mengedukasi banyak orang terkait mata juling ini. Edukasi berjalan secara berkelanjutan melalui berbagai kanal komunikasi dan belum lama ini turut memperoleh apresiasi dari kalangan industri.
JEC mengingatkan, kondisi mata yang tampak tidak sejajar setelah usia enam bulan sebaiknya segera diperiksakan ke dokter mata.
Deteksi dini penting untuk mengetahui penyebab strabismus dan menentukan penanganan yang tepat.
Sebagai informasi, data JEC menunjukkan tindakan strabismus meningkat 29% pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Tip singkat untuk orang tua, jangan menunggu mata juling terlihat semakin jelas karena beberapa kasus hanya dapat terdeteksi melalui pemeriksaan mata yang teliti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News