MOMSMONEY.ID - Langkah preventif untuk mencegah gejala asam urat penting untuk dilakukan.
Secara historis, asam urat dikenal sebagai "penyakit para raja", karena hubungannya dengan makanan kaya dan konsumsi alkohol berlebihan di abad pertengahan.
Kini, asam urat masih menyerang jutaan orang dan membuat rentang geraknya terbatas. Asam urat merupakan radang sendi yang disebabkan oleh penumpukan kristal di persendian.
Dr. Katy, dokter reumatologi, mengatakan, asam urat adalah produk limbah yang biasanya dikeluarkan tubuh melalui urin. Tetapi, ketika ada kelebihan asam urat dalam tubuh maka akan terbentuk kristal yang tajam.
Baca Juga: Risiko Asam Urat Tinggi: Tes Genetik Bisa Selamatkan Masa Depan Anda
Meski asam urat biasanya menyerang jempol kaki, penyakit ini juga bisa mempengaruhi kaki, lutut, siku, pergelangan tangan, dan jari.
Bagaimana seseorang bisa terkena asam urat?
Dilansir dari Katyrheumatology.com, penyakit asam urat bisa terjadi saat tubuh tidak mampu memproses asam urat dengan baik. Hal ini dapat disebabkan oleh:
- Produksi asam urat berlebihan: Beberapa orang memproduksi terlalu banyak asam urat. Asam urat berlebih tersebut mengurangi kemampuan ginjal untuk menyaringnya.
- Gangguan fungsi ginjal: Kondisi seperti penyakit ginjal dapat mengurangi efisiensi ginjal dalam membersihkan asam urat.
- Faktor diet: Makanan yang tinggi purin bisa meningkatkan kadar asam urat.
- Obesitas: Kelebihan berat badan meningkatkan produksi asam urat dan mengurangi kemampuan ginjal untuk mengeluarkannya.
- Genetik: Riwayat keluarga memainkan peran penting dalam munculnya gejala asam urat. Jika ada kerabat yang menderita asam urat, maka Anda juga akan berisiko lebih tinggi untuk mengidapnya.
Gejala asam urat tinggi yang perlu diwaspadai
Gejala asam urat sering muncul tiba-tiba dan bisa sangat parah, ditandai dengan:
- Nyeri sendi parah: Nyeri biasanya dimulai tiba-tiba, seringkali di malam hari.
- Pembengkakan dan kemerahan: Sendi yang terkena mungkin menjadi panas, bengkak, dan tampak meradang.
- Nyeri tekan: Menyentuh sendi yang terkena bisa terasa sangat menyakitkan.
- Keterbatasan rentang gerak: Saat sendi semakin bengkak dan nyeri, pergerakan dapat menjadi terbatas.
- Serangan asam urat biasanya berlangsung dari beberapa hari hingga seminggu, tetapi dapat menjadi lebih sering dan parah seiring waktu jika tidak diobati.
Baca Juga: Urin Gelap Bukan Hal Biasa! Jadi Gejala Asam Urat yang Harus Diwaspadai
Kelompok yang rentan terhadap asam urat
1. Pria
Penyakit asam urat jauh lebih umum terjadi pada pria, terutama mereka yang berusia antara 30 dan 50 tahun. Namun, wanita memiliki risiko lebih tinggi setelah menopause.
2. Usia lanjut
Penyakit asam urat sering didiagnosis pada usia menengah. Hal ini dikarenakan kadar asam urat cenderung meningkat seiring bertambahnya usia.
3. Orang yang kelebihan berat badan
Kelebihan berat badan dapat berkontribusi pada perkembangan penyakit asam urat karena peningkatan produksi asam urat.
Apakah fisioterapi bisa membantu menyembuhkan asam urat?
Fisioterapi dapat memainkan peran penting dalam mengelola kondisi asam urat, terutama setelah kambuh atau dalam kasus asam urat kronis.
Mobilisasi ringan dan latihan peregangan dapat membantu menjaga fleksibilitas sendi dan mengurangi kekakuan selama dan setelah kambuhnya gejala.
Setelah nyeri akut akibat asam urat mereda, fisioterapis akan membimbing Anda melalui latihan penguatan untuk melindungi sendi yang terkena. Hal ini bertujuan untuk mencegah cedera di masa mendatang.
Baca Juga: Asam Urat Kronis: Ini 2 Risiko Komplikasi Fatal yang Mengintai!
5 Kiat yang terbukti mencegah kambuhnya asam urat
Cara terbaik untuk mencegah kambuhnya gejala adalah dengan mengambil pendekatan pencegahan. Mulailah dengan lima langkah berikut:
1. Minumlah banyak air sepanjang hari
Rasa sakit dan peradangan yang terkait dengan asam urat berasal dari penumpukan kristal asam urat. Biasanya, asam urat larut dalam darah atau disaring melalui urin.
Namun, beberapa orang memproduksi asam urat lebih banyak daripada yang lain atau ginjal yang tak lagi berfungsi dengan baik. Jika Anda termasuk di antara orang-orang ini, kristal asam urat dapat terbentuk di dalam persendian dan memicu kambuhnya rasa sakit.
Untungnya, menjaga tubuh tetap terhidrasi dapat mengurangi penumpukan kristal asam urat ini. Cobalah untuk menjalankan kebiasaan baik seperti minum air putih setidaknya delapan gelas air setiap hari.
2. Batasi makanan tinggi purin
Purin adalah senyawa organik yang berperan penting dalam pembentukan DNA. Senyawa ini diperlukan untuk bertahan hidup, tetapi ketika tubuh manusia mencernanya maka purin akan dipecah menjadi asam urat.
Karena beberapa makanan mengandung lebih banyak purin daripada yang lain, penting untuk mengurangi konsumsinya jika Anda menderita asam urat. Secara khusus, kami merekomendasikan untuk mengurangi:
- Daging merah
- Kerang
- Ikan teri dan sarden
- Sirup jagung fruktosa tinggi, pemanis yang ditemukan di banyak minuman soda.
- Jeroan
Baca Juga: Bukan Lari, Dokter Justru Sarankan Jalan Kaki untuk Pasien Asam Urat
3. Pertahankan berat badan yang sehat
Orang yang obesitas 10 kali lebih mungkin terkena asam urat dibandingkan orang yang memiliki berat badan ideal. Pada saat yang sama, kelebihan berat badan mempengaruhi fungsi ginjal, sehingga menyulitkan untuk mengeluarkan purin dari tubuh.
Meskipun menurunkan berat badan dan mempertahankannya bisa menjadi tantangan, ini adalah salah satu cara terbaik untuk mencegah kambuhnya asam urat. Menurunkan beberapa kilogram saja dapat membantu ginjal berfungsi lebih baik, memungkinkan ginjal untuk menghilangkan asam urat lebih cepat dari darah Anda.
4. Batasi konsumsi alkohol dan minuman manis
Sama seperti makanan, pilihan minuman juga tak kalah penting. Minuman beralkohol seperti bir, anggur, serta minuman manis akan meningkatkan kadar asam urat.
Karena kadar asam urat yang tinggi menyebabkan pembentukan kristal di dalam persendian, mengurangi risiko tersebut sangatlah penting. Anda tidak perlu berhenti minum soda dan alkohol sepenuhnya, tetapi harus berusaha untuk menguranginya.
Misalnya, setelah minum minuman ringan cobalah untuk minumlah segelas air putih. Jika Anda menikmati minum bir di akhir pekan, batasi hanya satu gelas dan hindari meminumnya secara berlebihan untuk mengurangi produksi asam urat.
5. Minumlah obat sesuai resep
Banyak penderita asam urat mengonsumsi obat untuk membantu mengelola gejalanya. Agar obat-obatan ini bekerja efektif, Anda harus meminumnya secara teratur sesuai resep.
Melewatkan dosis atau meminum obat pada waktu yang berbeda setiap hari dapat mempengaruhi cara tubuh memprosesnya dan meningkatkan risiko kekambuhan. Itu dia informasi penting yang menjelaskan tentang langkah preventif untuk mencegah gejala asam urat.
Selanjutnya: Waspada Hujan! Cek Kondisi Cuaca Sumut Sabtu (31/1) Agar Tak Salah Langkah
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News