MOMSMONEY.ID - Kopi Kenangan meluncurkan program Barista Hebat sebagai upaya memperluas kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas tuli di industri makanan dan minuman.
Program ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong praktik bisnis yang lebih inklusif sekaligus berkelanjutan.
Program Barista Hebat diperkenalkan bersamaan dengan peluncuran Laporan Environmental, Social, and Governance (ESG) 2025 yang merangkum berbagai capaian keberlanjutan perusahaan sepanjang tahun lalu.
Dalam program tersebut, Kopi Kenangan bekerja sama dengan Parakerja untuk merekrut penyandang disabilitas tuli. Peserta akan mendapatkan pelatihan sebagai barista, pengembangan keterampilan kerja, serta pendampingan agar siap bekerja secara profesional di industri makanan dan minuman.
Baca Juga: LPDP Buka Pendaftaran Beasiswa Tahap II 2026, 80% Kuota untuk Bidang STEM
Group Chief People & Culture Kopi Kenangan, Gemini Aryanto, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan membangun lingkungan kerja yang menghargai keberagaman dan memberikan kesempatan yang setara bagi setiap individu.
"Melalui program ini, kami berharap dapat mendorong terciptanya ekosistem ketenagakerjaan yang semakin inklusif sekaligus menunjukkan bahwa keterbatasan tidak menghalangi seseorang untuk bertumbuh dan berkarya secara profesional," ujar Gemini dalam keterangan resmi, Selasa (30/6/2026).
Melalui program tersebut, Kopi Kenangan berharap dapat membuka akses yang lebih luas terhadap lapangan pekerjaan bagi penyandang disabilitas sekaligus mendukung terciptanya lingkungan kerja yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Peluncuran Barista Hebat menjadi salah satu implementasi aspek sosial dalam strategi ESG perusahaan. Bersamaan dengan itu, Kopi Kenangan juga merilis Laporan ESG 2025 yang memuat berbagai capaian keberlanjutan sepanjang tahun lalu.
Baca Juga: Pemerataan Pendidikan Belum Merata, Ini 5 Tantangan Utamanya
Head of Legal & Corporate Affairs Kopi Kenangan, Inneke Lestari, mengatakan perusahaan meyakini pertumbuhan bisnis harus berjalan beriringan dengan penciptaan dampak positif bagi masyarakat.
"Kami percaya bahwa pertumbuhan yang berkelanjutan bukan hanya tentang memperluas bisnis, tapi harus mampu menciptakan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pelanggan, karyawan, mitra usaha, hingga masyarakat luas," kata Inneke.
Sepanjang 2025, Kopi Kenangan mencatat sejumlah capaian ESG, di antaranya menggunakan 100% bahan baku utama dari pemasok lokal, menciptakan 7.521 lapangan kerja dengan total pembayaran upah mencapai Rp467 miliar, serta mengalihkan lebih dari 50 ton limbah operasional dari tempat pembuangan akhir melalui program ekonomi sirkular.
Baca Juga: Film Horor Petaka Gunung Welirang Tayang di Bioskop 2 Juli, Begini Sinopsisnya
Perusahaan juga mulai menjalankan dekarbonisasi operasional dengan memetakan emisi Cakupan 1 dan 2 sebesar 38,8 juta kilogram CO2e serta berhasil menekan emisi hingga 81.672 kilogram CO2e.
Di sektor hulu, Kopi Kenangan turut menggandeng Universitas Udayana dan Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Kopi Kintamani Bali untuk memberikan edukasi pertanian berkelanjutan kepada petani serta mendukung regenerasi pelaku usaha kopi.
Ke depan, Kopi Kenangan menyatakan akan terus memperluas kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna menciptakan peluang ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News