MOMSMONEY.ID - Di tengah padatnya aktivitas dan derasnya arus informasi digital, banyak orang tua khususnya para ibu mulai mencari ruang yang lebih hangat untuk belajar dan berbagi pengalaman. Kini, tak sekadar mengandalkan informasi dari internet, keberadaan komunitas bisa menjadi tempat bertukar cerita dan berbagi kepercayaan dan membentuk kebiasaan positif setiap orang tua.
Hal ini menjadi perhatian Fazli Hasniel Sugiharto, owner Kutus Kutus yang melihat komunitas keluarga muda memiliki peran penting. Baginya komunitas jadi wadah para orang tua yang tidak sekedar mencari informasi melalui internet. Tiap orang tua juga membutuhkan ruang untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, dan saling belajar menghadapi fase-fase baru dalam kehidupan keluarga.
"Kami melihat komunitas berkembang menjadi tempat tumbuhnya kepercayaan. Di sana para orang tua saling berbagi pengalaman nyata, bukan hanya menerima informasi satu arah," ujar Arniel, panggilan akrabnya dalam keterangan resmi yang diterima Selasa (30/6).
Baca Juga: Sunscreen untuk Kulit Sensitif: Lindungi Wajah Tanpa Takut Jerawat
Sebelumnya komunitas ibu-ibu muda bersama Kutus Kutus di Jakarta Selatan menggelar acara Mommils Birth Club. Gelaran itu menghadirkan salah satu Distributor Nasional Kutus Kutus, Suprapti Ismail. Suprapti mulai mengembangkan bisnis bersama Kutus Kutus setelah dirinya menjadi pengguna untuk memulihkan tangannya.
Menurut Arniel tidak hanya para ibu yang aktif mengikuti sesi berbagi pengalaman, para ayah juga dilibatkan dalam berbagai aktivitas keluarga. Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah lomba membalur anak menggunakan minyak herbal sebelum para ayah mengenakan pakaian kepada putra-putri mereka.
Bagi Fazli Hasniel Sugiharto, momen tersebut memperlihatkan bahwa wellness bukan lagi dipahami sebagai aktivitas individu, tetapi mulai menjadi kebiasaan yang dilakukan bersama seluruh anggota keluarga.
"Kesehatan keluarga tidak hanya dibangun melalui produk atau layanan. Yang jauh lebih penting adalah hadirnya kebiasaan baik yang dilakukan bersama dan berlangsung secara konsisten," katanya.
Sejumlah anggota komunitas juga berbagi pengalaman mereka menggunakan minyak herbal dalam rutinitas keluarga sehari-hari. Salah seorang ibu mengaku menyukai aroma Kutus Kutus maupun Djugo karena terasa lembut dan tidak menyengat. "Aromanya lebih soft sehingga anak-anak juga menyukainya. Rasanya lebih nyaman dipakai di rumah bersama keluarga," ujarnya.
Menurut Fazli Hasniel Sugiharto, pengalaman-pengalaman sederhana seperti itulah yang membuat komunitas memiliki nilai penting. Di dalam komunitas, para orang tua saling bertukar pengalaman yang lahir dari kehidupan sehari-hari sehingga membangun rasa percaya di antara sesama anggota.
Ia menilai perkembangan komunitas keluarga muda di berbagai kota menunjukkan semakin besarnya kebutuhan masyarakat terhadap ruang belajar yang bersifat partisipatif, bukan sekadar menerima informasi.
"Komunitas bukan hanya tempat berkumpul. Komunitas adalah ruang bertumbuh. Ketika pengalaman dibagikan dengan jujur, di situlah kepercayaan tumbuh, dan dari kepercayaan itulah kebiasaan-kebiasaan baik dalam keluarga mulai terbentuk," ujar Arniel.
Bagi Arniel bersama Kutus Kutus, fenomena tersebut menunjukkan bahwa di tengah kehidupan modern, keluarga muda tidak hanya mencari solusi praktis, tetapi juga mencari komunitas yang mampu menemani proses bertumbuh sebagai orang tua.
Baca Juga: Fitur AI Google Finance: Kini Analisis Investasi Pakai AI Lebih Mudah
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News