MOMSMONEY.ID - Peluang technical rebound masih terbuka bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) setelah mengalami fase jenuh jual cukup lama. Namun, sebelum ingin akumulasi saham, simak dulu proyeksi IHSG dan rekomendasi saham hari ini, Selasa, 2 Juni 2026 dari Kiwoom Sekuritas Indonesia.
Sekadar mengingatkan, pada penutupan terakhir, Jumat (29/5), IHSG turun 0,05% ke level 6.127,38. Investor asing melakukan aksi jual besar-besaran dengan net sell Rp 8,36 triliun.
Pada akhir bulan lalu, posisi nilai tukar rupiah juga ditutup di posisi terlemah sepanjang sejarah, tersungkur ke angka Rp 17.870 per dollar AS, dengan titik terlemah hampir Rp 18.000. Dengan demikian rupiah sudah melemah 7,06% sejak awal tahun (YTD).
Menurut Kepala Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata, secara teknikal, terlihat pola candlestick menyerupai gravestone doji di area support. Pola tersebut dapat menjadi indikasi awal terjadinya technical rebound, terlebih indikator RSI masih berada di area oversold setelah tekanan jual yang berlangsung cukup lama. Sementara itu, area resistance terdekat berada di sekitar level 6.350 yang berdekatan dengan pergerakan MA10.
Namun, dengan kontroversi regulasi dan kebijakan baru pemerintah, Kiwoom menyarankan untuk tidak membuka posisi buy secara agresif atau tetap pada lot mini, serta mode trading cepat. Perhatikan juga rotasi sektor yang diuntungkan dari katalis atau sentimen pasar.
Sejumlah ide trading hari ini antara lain:
- AMMN — Buy area 3.220–3.300 dengan target 3.400–3.500 dan cut loss 3.150.
- BRIS — Buy area 1.940–1.980 dengan target 2.030–2.080 dan cut loss 1.905.
- CMRY — Buy area 4.670–4.830 dengan target 5.025–5.225 dan cut loss 4.560.
- MTEL — Buy area 505–520 dengan target 540–555 dan cut loss 494.
Risiko pasar
Menurut Kiwoom, pasar tetap dihadapkan sejumlah risiko. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat setelah hubungan Amerika Serikat dan Iran memanas.
Dari dalam negeri, perhatian investor tertuju pada berbagai kebijakan baru pemerintah, termasuk implementasi ekspor satu pintu melalui Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), penguatan kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE), serta langkah Bank Indonesia menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Pelemahan rupiah dan derasnya arus keluar dana asing masih menjadi faktor yang perlu dicermati.
PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai BUMN ekspor untuk mendukung kebijakan ekspor satu pintu komoditas strategis mulai 1 Juni 2026. Tahap awal mencakup batu bara, CPO, dan ferro alloy yang menyumbang sekitar US$ 66,1 miliar atau 23,4% total ekspor nasional, dengan implementasi penuh ditargetkan pada 1 Januari 2027.
Hari ini, market juga akan mengamati sejumlah data ekonomi seperti data inflasi Mei dari Badan Pusat Statistik (BPS), indeks manufaktur (PMI) Indonesia Bulan Mei dari S&P Global, pertumbuhan ekspor dan impor Bulan April, dan Neraca perdagangan April.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News