M O M S M O N E Y I D
Bugar

Kisah Penyintas Kanker Payudara, Pentingnya Deteksi Dini

Kisah Penyintas Kanker Payudara, Pentingnya Deteksi Dini
Reporter: Jane Aprilyani  |  Editor: Jane Aprilyani


MOMSMONEY.ID - Diagnosis kanker payudara bisa menjadi pukulan berat bagi siapa pun, terutama ketika datang di usia produktif. Namun, perjalanan menghadapi kanker tidak berhenti pada pengobatan.

Deteksi dini, terapi yang sesuai, rehabilitasi, hingga dukungan emosional turut berperan dalam membantu pasien menjalani hidup dengan kualitas yang lebih baik.

Hal ini tercermin dari pengalaman Flavia Sungkit, penyintas kanker payudara yang didiagnosis mengidap penyakit tersebut pada 2022, ketika usianya masih awal 30-an. Saat itu, Flavia baru saja melewati masa menyusui dan tidak menyangka harus menghadapi diagnosis kanker.

Memiliki anggota keluarga yang meninggal akibat kanker membuat Flavia terbiasa menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin sejak usia 25 tahun. Namun, kebiasaan tersebut sempat terhenti selama dua tahun ketika ia hamil dan menyusui.

Suatu hari, saat melakukan pemeriksaan payudara sendiri atau Sadaro, Flavia merasakan benjolan keras dengan bentuk yang tidak rata. Ia pun segera memeriksakan diri ke dokter untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, termasuk biopsi.

Awalnya, Flavia masih berharap benjolan tersebut hanya tumor jinak. Namun, hasil biopsi menunjukkan bahwa ia mengidap kanker payudara stadium 1.

“Rasanya seperti mendapat jackpot. Saya sudah merasa hidup sehat, tapi Tuhan berkata lain. Memang di awal sangat berat, terutama satu dua tahun pertama. Tapi inilah perjalanan yang harus dilalui,” ungkap Flavia dalam media & community gathering bertajuk Every Story is Unique, Every Journey Matters, Rabu (28/10).

Baca Juga: Kanker Payudara: Kenali Gejala, Pilihan Pengobatan, dan Pentingnya Pemulihan

Berdasarkan data Globocan 2024, Indonesia mencatat 93.236 kasus baru kanker payudara dan 38.012 kematian akibat penyakit ini. Kanker payudara juga menjadi jenis kanker yang paling banyak ditemukan pada perempuan di Indonesia.

Tim Kerja Penyakit Kanker Direktorat Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan dr. Uswatun Hasanah, M.Epid, menilai, keterlambatan deteksi dan diagnosis masih menjadi tantangan dalam penanganan kanker payudara di Indonesia.

Sebagian pasien baru datang ke fasilitas kesehatan ketika penyakit sudah memasuki stadium lanjut. Kondisi ini dapat mempersulit penanganan dan menurunkan peluang keberhasilan pengobatan.

Menurut dr. Uswatun, keterbatasan fasilitas layanan serta rendahnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini menjadi beberapa faktor yang perlu mendapat perhatian.

Kementerian Kesehatan pun menargetkan 60% kasus kanker payudara dapat ditemukan pada stadium awal melalui rencana aksi nasional. Namun, capaian yang disampaikan dalam kegiatan tersebut masih jauh dari target, yakni 10% pada 2025 dan sekitar 16,19% per 30 September 2026.

“Deteksi kanker payudara bisa dilakukan di Puskesmas melalui Cek Kesehatan Gratis. Wanita usia 30–69 tahun akan mendapatkan skrining atau deteksi kanker payudara. Jika ditemukan kasus yang abnormal, maka segera dirujuk ke FPKTL,” tutur dr. Uswatun.

Ia juga mengajak berbagai pihak untuk berkolaborasi menyampaikan edukasi mengenai kanker payudara agar semakin banyak perempuan memahami pentingnya pemeriksaan dan segera mencari pertolongan medis ketika menemukan perubahan yang mencurigakan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Siap-Siap War! Diskon Tiket Kereta 30% Libur Nataru Bakal Diserbu 1 Juta Penumpang

Jangan sampai kehabisan! Pemerintah resmi menebar diskon tiket kereta 30% kelas ekonomi untuk liburan Nataru 22 Desember–4 Januari.

Ada Promo J.CO Your Favorite Picks Lagi! Cek Paket Bundling Minuman Hemat di Sini

Dapatkan paket minuman hemat berdua hingga berlima lewat promo J.CO terbaru minggu ini. Cukup pesan delivery untuk menemani momen seru Anda.

Moms Perlu Tahu, Ini Manfaat Pijat Bayi dan Cara Melakukannya dengan Nyaman

Pijat bayi tak hanya membantu si kecil merasa nyaman, tetapi juga mendukung tumbuh kembangnya. Simak manfaat dan hal yang perlu Moms perhatikan.

Tak Harus Liburan, Ini Cara Sederhana Membangun Kedekatan dengan Anak

Kesibukan orang tua dan padatnya aktivitas sekolah bukan halangan untuk membangun kedekatan dengan anak, lo. Ini dia tipsnya.

Kisah Penyintas Kanker Payudara, Pentingnya Deteksi Dini

Jangan abaikan benjolan, deteksi dini kanker payudara bisa meningkatkan peluang kesembuhan.            

Kanker Payudara: Kenali Gejala, Pilihan Pengobatan, dan Pentingnya Pemulihan

Salah satu langkah awal yang dapat dilakukan perempuan adalah mengenali kondisi payudara melalui pemeriksaan payudara sendiri.

Harga Emas Pegadaian Stagnan Hari Ini (29/10), Galeri24 Rp 2.499.000 per Gram

Harga emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian tidak berubah pada Kamis (29/10). Simak daftar harga emas terbaru.

Berlatar di Gereja, 7 Film Horor Ini Ceritakan Kisah Suster Biarawati

Punya genre horor, berbagai judul film ini bertema tentang kisah seram para suster dan biarawati di gereja.​

Bidik Pasar Anak Muda, Intip Koleksi Batik Kekinian Tieka Huza

Batik Tieka Huza memperluas pasar ke konsumen berusia di bawah 30 tahun melalui pengembangan koleksi ready to wear yang lebih kekinian.​

Harga Emas dan Buyback Antam Hari Ini (29/10) Kompak Turun Rp 11.000, Jadi Segini

Harga emas Antam hari ini melemah Rp 11.000 menjadi Rp 2.559.000 per gram. Begitu pula dengan harga buyback turun Rp 11.000. Cek selengkapnya