M O M S M O N E Y I D
HOME, Keluarga

Kenali Masalah Malabsorbsi pada Tubuh Kucing yang Bisa Berdampak Buruk

Reporter: Anggi Miftasha  |  Editor: Anggi Miftasha


MOMSMONEY.ID - Anda tentu tak akan pernah tahu apakah kucing peliharaan Anda akan selalu terlindungi dari penyakit atau tidak. Oleh karena itu, ada baiknya Anda mengetahui berbagai informasi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan masalah kesehatan kucing untuk mencegahnya. Salah satunya tentang malabsorbsi yang perlu diwaspadai.

Apa Itu Malabsorbsi?

Malabsorbsi adalah istilah umum yang digunakan ketik kucing tidak mampu menyerap semua nutrisi dari makanannya dengan baik. Paling sering ini terkait dengan penyakit memengaruhi usus kecil, di mana sebagian besar penyerapan terjadi, tetapi juga dapat memengaruhi usus besar.  Ada banyak penyakit yang menyebabkan malabsorbsi kronis dan mengganggu proses pencernaan kucing.

Baca Juga: Terganggu Bau Badan Kucing Tidak Sedap? Ini 5 Kemungkinan Sumber Baunya

Insufisiensi pankreas eksokrin (EPI) atau penyakit usus kecil dapat menyebabkan malabsorbsi. Sebab, dilansir dari MSD Vet Manual, fungsi utama pankreas eksokrin dan usus kecil adalah pencernaan dan penyerapan nutrisi. Ini terjadi dalam fase berurutan: pencernaan intraluminal, pencernaan dan penyerapan mukosa, dan pengiriman nutrisi ke tubuh. Insufisiensi pankreas dan sejumlah penyakit usus kecil kronis akan mengganggu beberapa proses ini.

Lebih jelasnya, penyebab malabsorbsi bisa datang dari:

  • Peradangan: dinding usus bisa menjadi bengkak akibat alergi makanan, intoleransi makanan, atau kondisi sepeti enteritis eosinofik, di mana satu jenis sel darah putih membanjiri dinding usus.
  • Kanker: kanker usus seperti adenokarsinoma atau limfosarkoma usus.
  • Infeksi: seperti campylobacter, cryptosporidia, giardia, atau cacing parasit.
  • Kerusakan pada dinding usus: sebagai akibat dari infeksi virus atau pertumbuhan berlebihan dari bakteri yang tidak membantu.

Gejala Malabsorbsi pada Hewan Kucing

Ada beberapa gejala malabsorbsi yang cukup umum dan kehadirannya tidak cukup untuk membuat diagnosis. Akan tetapi, Anda dapat mewaspadainya. Dilansir dari Wag Walking, gejalanya berupa:

  • Diare.
  • Penurunan berat badan.
  • Muntah.
  • Nafsu makan meningkat.
  • Kusam dan depresi.
  • Kondisi kulit dan bulu yang buruk.
  • Perut kembung (gas).
  • Kotoran lunak atau diare cair.
  • Kotoran berminyak.
  • Kotoran berisi makanan tidak tercerna.
  • Borborygmus (suara yang berasal dari saluran pencernaan)

Diagnosis Malabsorbsi pada Kucing

Dengan mencurigai adanya gejala-gejala malabsorbsi, Anda dapat memeriksakan kondisinya kepada dokter hewan. Namun, Anda perlu melakukan pengataman terlebih dahulu tentang seberapa sering kucing mengalami diare dan penampilan kotorannya. Ini akan memudahkan dokter hewan melakukan diagnosis apakah masalahnya berkaitan dengan usus besar atau kecil, serta dapat memengaruhi pilihan tes yang akan dilakukan. Beberapa tes tersebut berupa:

  • Tes darah fungsi usus, untuk memerikan wawasan tentang kesehatan dinding usus, dan kadar enzim pankreas yang juga merupakan penyebab malabsorbsi.
  • Pemindaian ultrasound, memungkinkan dokter untuk menilai ketebalan lapisan individu dari dinding usus. Ini dapat membedakan antara kondisi peradangan dan kanker.
  • Jika alergi makanan dicurigai, dokter hewan akan menyarankan Anda untuk memberi makanan hipoalergik selama beberapa minggu, untuk melihat apakah ini membawa resolusi gejala.

Baca Juga: Bingung Menentukan Apakah Kucing Sedang Birahi? Ketahui 7 Tandanya Berikut Ini!

Cara Mengatasi dan Pengobatan Malabsorbsi pada Kucing

Beberapa hal dapat dilakukan untuk mengatasi malabsorbsi, tentu saja ini disarankan setelah dokter hewan memeriksa kondisinya. Namun, dokter hewan mungkin akan memberi saran untuk meredakan gejala, seperti:

  • Diet rendah lemak, sangat mudah dicerna, atau diet tinggi serat.
  • Suntikan vitamin B untuk mengisi kembali kadar rendah di dinding usus.
  • Obat cacing atau antibiotik yang memiliki efek antiinflamasi pada dinding usus.
  • Probiotik, untuk membangun kembali populasi bakteri sehat di usus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Rukita Beri Promo Bagi Calon Mahasiswa, Bisa Dapat Gratis Sewa Kost 1 Bulan

Calon mahasiswa bisa dapat promo dari Rukita berupa gratis satu bulan sewa jika booking langsung untuk dua semester.  

9 Makanan untuk Dikonsumsi di Usia 60 Tahun ke Atas agar Panjang Umur

Ada beberapa rekomendasi makanan untuk dikonsumsi di usia 60 tahun ke atas agar panjang umur, lho. Apa saja?  

4 Cara Konsumsi Bayam Paling Sehat supaya Nutrisinya Tidak Hilang

Yuk, intip beberapa cara konsumsi bayam paling sehat supaya nutrisinya tidak hilang berikut ini!            

5 Cara Konsumsi Yogurt yang Paling Sehat untuk Tubuh

Ternyata ini, lho, cara konsumsi yogurt yang paling sehat untuk tubuh! Mau coba terapkan?                 

10 Manfaat Kesehatan Konsumsi Ubi Jalar yang Jarang Diketahui

Tahukah bahwa ada beberapa manfaat kesehatan konsumsi ubi jalar yang jarang diketahui, lho. Cari tahu di sini, yuk!

5 Sayuran untuk Membuat Kenyang Lebih Lama, Cocok untuk Diet!

Sedang diet? Ada 5 sayuran untuk membuat kenyang lebih lama yang patut Anda konsumsi. Cari tahu di sini.

4 Tanda Wajah Tidak Butuh Serum, Kapan Harus Berhenti?

Ada 4 tanda wajah tidak butuh serum. Harus tahu, berikut informasi selengkapnya yang wajib Anda tahu.

Pantau Prakiraan Cuaca Besok (7/4) di Jawa Barat, Didominasi Hujan Ringan

​BMKG memperkirakan cuaca besok Selasa (7/4) dan lusa (8/4) di Jawa Barat akan didominasi hujan ringan.

Hujan Lebat di Wilayah Ini, Simak Peringatan dini BMKG Cuaca Besok (7/4) Jabodetabek

Peringatan dini BMKG cuaca besok Selasa (7/4) di Jabodetabek dengan status Waspada hujan lebat di daerah berikut ini.

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (7/4), Hujan Sangat Lebat Turun di Provinsi Ini

BMKG merilis peringatan dini cuaca besok Selasa 7 April 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat di provinsi berikut ini.