M O M S M O N E Y I D
Bugar

Kenali Dan Cara Penyembuhan Penyakit PPOK

Reporter: Jane Aprilyani  |  Editor: Jane Aprilyani


MOMSMONEY.ID - Selama ini, beberapa orang hanya tahu bahwa penyakit paru yaitu kanker paru saja. Nah, belakangan ada penyakit yang bisa menyebabkan kematian dari paru-paru. Namanya Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK). PPOK adalah kumpulan penyakit yang menyerang saluran pernapasan, berlangsung secara jangka panjang hingga menyebabkan penyempitan di saluran napas.

Saat ini, PPOK menduduki peringkat keempat sebagai penyebab kematian di dunia. Asap menjadi penyebab utama PPOK, termasuk asap rokok, knalpot, serta polusi lain termasuk di lingkungan kerja.

“Gejala awal, biasanya batuk disertai produksi lendir yang cenderung produktif. Jika lender semakin kental, maka penyempitan akan semakin hebat dan dapat mencetuskan sesak napas,” ujar Medical General Manager Kalbe, dr. Dedyanto Henky Saputra, M.Gizi, AIFO-K, dalam Instagram Live @ptkalbefarmatbk.

Dokter Dedy mengatakan bahwa penting melakukan upaya pencegahan PPOK, salah satunya dengan menggaungkan tema PPOK tahun 2022 ini yaitu Lungs for Your Life. PPOK adalah penyakit yang bersifat irreversible. Dalam hal ini, apabila saluran pernapasan rusak, sulit untuk kembali seperti pada kondisi normal.

Baca Juga: Cara Top Up DANA dari Bank Mandiri dan BRI

Dokter Dedy menambahkan juga salah satu manifestasi yang sering dialami pengidap PPOK adalah gangguan gizi, atau dikenal dengan istilah malnutrisi. Penyebab utama penurunan berat badan pada PPOK adalah hilangnya nafsu makan dan penurunan asupan makanan khususnya pada pasien dengan PPOK eksaserbasi akut. Otot pernapasan melemah karena penurunan asupan makanan dan peningkatan konsumsi energi.

Sering kali terapi PPOK hanya berfokus pada terapi obat, sedangkan perbaikan gizi kadang dilupakan. Padahal, nutrisi adalah faktor yang sangat mendukung keberhasilan terapi pasien PPOK, karena dengan status gizi yang baik imun tubuh menjadi kuat dan proses pemulihan juga akan lebih cepat.

Dokter Dedy menjelaskan, pemenuhan gizi bagi pengidap PPOK harus bersumber dari konsumsi keragaman makanan atau zat gizi, yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air. Namun, bagi pengidap PPOK dengan serangan akut sesak napas, kebutuhan nutrisinya sebaiknya dimodifikasi.

“Pada kondisi sesak, terlebih pada pasien yang menggunakan alat bantu pernapasan (ventilator), disarankan untuk mengurangi porsi asupan. Sebab, karbohidrat saat kita makan dan diolah di dalam tubuh, akan menghasilkan atau memproduksi CO2 dan karbon dioksida lebih besar, sehingga dapat semakin memperburuk kondisi sesak napas,” jelasnya.

Baca Juga: Bisa Mencegah Kanker, Ini Manfaat Kayu Secang untuk Kesehatan Tubuh

 Menjawab kebutuhan penderita penyakit PPOK, Pulmosol yang merupakan brand produk Medical Nutrience PT Finusolprima Farma Internasional (FIMA), anak perusahaan PT Kalbe Farma Tbk, saat ini menjadi satu- satunya suplemen nutrisi dalam bentuk makanan cair untuk pemenuhan gizi kondisi gangguan pernapasan.

"Komposisi dan kandungan Pulmosol sudah disesuaikan, sehingga pemenuhan nutrisi tidak hanya sekadar mencukupi kebutuhan gizi tetapi juga cocok dengan kondisi klinis penyakit pernapasan, salah satunya dengan menurunkan persentase karbohidrat,” tambah Product Executive FIMA, Josephine Grace.

Pasien PPOK sering kali mengalami penurunan nafsu makan, karena merasa sesak, lelah, dan kesulitan bernapas. Konsumsi suplemen nutrisi dalam bentuk cair bisa menjadi salah satu solusi supaya pasien PPOK lebih mudah dalam pemenuhan nutrisi mereka. Selain dapat dinonsumsi dengan cara diminum, Pulmosol bisa juga diberikan melalui selang makanan (sonde).

“Kalau dibandingkan dengan produk suplemen nutrisi lain, Pulmosol memiliki keunikan karena diperkaya berbagai komponen nutrisi yang sangat penting untuk proses pemulihan saluran pernapasan. Di antaranya, penurunan komposisi karbohidrat, protein tinggi, asam amino rantai cabang (BCAA), omega 3, vitamin E, dan zinc,” tutur Josephine.

Baca Juga: 10 Poster Pray for Cianjur, Ucapan Belasungkawa untuk Korban Gempa

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Tidak Boleh Asal, Ini 5 Cara Merawat Botol Parfum agar Aromanya Tahan Lama

Membeli parfum mahal ternyata belum tentu menjamin aroma awet. Simpan botol parfum di tempat gelap dan stabil suhunya.

Pilih Bra Biasa atau Sport Bra? Ketahui 4 Perbedaannya Sebelum Beli

Bingung mau beli bra biasa atau sport bra? Sebelum beli, ketahui dulu 4 perbedaan sport bra dan bra biasa ini.

Prediksi Belanda vs Swedia Piala Dunia 2026: Duel Sengit Dua Tim Serang

Minggu, 21 Juni 2026, dini hari WIB. Pertandingan krusial Belanda vs Swedia akan sajikan duel taktik dan kualitas pemain. Jangan sapai terlewat.

Prediksi Jerman vs Pantai Gading (21/6): Perebutan Puncak Grup E

Pantai Gading punya kecepatan, Jerman punya lini serang mematikan. Siapa yang akan menang di Toronto Stadium? Cek prediksinya!  

Fitur Baru WhatsApp Android Tingkatkan Interaksi, Tak Perlu Repot Lagi

Jangan lewatkan update WhatsApp Android yang paling ditunggu. Menu pesan baru ini hadirkan tampilan segar dan interaksi lebih intuitif. 

HP Samsung Terbaru: Fitur Kamera S25 Ultra Unggul Jauh dari Seri Lain

Mencari HP Samsung terbaik? Galaxy S25 Ultra hadir dengan Snapdragon 8 Elite, namun ada kejutan di seri S25 & A35. Simak perbandingannya!

Kesehatan Anak Optimal: 7 Manfaat Labu Siam untuk MPASI, Kunci Tingkatkan Imun

Penting memberikan MPASI dengan nutrisi penting. Labu siam murah meriah ini bisa jadi solusi cegah obesitas dan tingkatkan imunitas anak.

Tablet Mini Terbaik: Ukuran Kecil, Performa Juara di 2026

Jangan salah pilih tablet mini. Huawei MatePad Mini dirilis dengan M-Pencil Pro dan layar OLED tajam. Lihat perbandingannya dengan tablet lain!

DBD Bukan Hanya Urusan Anak, Dokter Internist Desak Orang Dewasa Segera Vaksinasi

PAPDI desak vaksinasi DBD untuk dewasa 18–60 tahun karena komorbiditas perbesar risiko komplikasi hingga 7 kali lipat  

12 Daftar Makanan dan Minuman yang Mengandung Kalori Tinggi

Intip beberapa daftar makanan dan minuman yang mengandung kalori tinggi berikut ini, yuk!