MOMSMONEY.ID - - Pemerintah resmi menerapkan biodiesel B50 mulai 1 Juli 2026. B50 merupakan bahan bakar dengan campuran 50% biodiesel berbahan baku minyak sawit dan 50% solar yang diterapkan sebagai upaya memperkuat ketahanan energi nasional.
Penerapan B50 juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar fosil sekaligus mendukung penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan.
Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), program biodiesel sepanjang 2015–2025 telah menghasilkan penghematan devisa sebesar Rp 722,9 triliun.
Selain itu, pengolahan crude palm oil (CPO) menjadi biodiesel menciptakan nilai tambah hingga Rp114,7 triliun dan membantu menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 228,41 juta ton CO₂.
Baca Juga: Berjalan 1 Juli 2026, B50 Mesti Dibarengi Penguatan Ekosistem Industri Biodiesel
Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Eddy Abdurrachman, mengatakan implementasi B50 menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan yang berasal dari sumber daya dalam negeri.
"Program biodiesel telah menjadi salah satu instrumen strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menciptakan pasar domestik yang kuat bagi produk sawit Indonesia. Implementasi B50 menunjukkan komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan berbasis sumber daya dalam negeri," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (30/6).
Menurut Eddy, keberhasilan implementasi B50 didukung berbagai program yang dijalankan BPDP, mulai dari Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), pengembangan sumber daya manusia, hingga riset untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan sektor sawit.
Ia menambahkan, hasil penelitian tersebut turut menjadi fondasi pengembangan produk hilir berbasis sawit, termasuk implementasi biodiesel B50.
Selain memperkuat ketahanan energi, penerapan B50 juga diharapkan meningkatkan pemanfaatan minyak sawit di dalam negeri.
Hal ini dinilai dapat mendukung hilirisasi industri sawit, menjaga stabilitas sektor perkebunan, serta meningkatkan kesejahteraan pekebun sawit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News