M O M S M O N E Y I D
Bugar

Kehilangan Minat dan Sulit Merasa Bahagia? Yuk, Ketahui Apa Itu Anhedonia

Kehilangan Minat dan Sulit Merasa Bahagia? Yuk, Ketahui Apa Itu Anhedonia
Reporter: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Mungkin anhedonia masing asing di telinga Anda. Lantas, apa itu anhedonia? Mari simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita semua mengejar kebahagiaan dalam berbagai bentuk. Namun, bagaimana jika Anda mendapati diri sulit merasa senang atau bahagia meskipun dalam situasi yang biasanya menyenangkan? Jika ini yang Anda rasakan, mungkin Anda mengalami anhedonia.

Apa itu anhedonia?

Melansir dari Healthline, anhedonia adalah ketidakmampuan untuk merasakan kesenangan dalam aktivitas yang biasanya menyenangkan. Ini merupakan salah satu gejala utama dari depresi, tetapi juga dapat terjadi pada kondisi kesehatan mental lainnya, seperti skizofrenia, atau sebagai efek samping dari beberapa jenis obat.

Anhedonia mengacu pada kehilangan minat atau kesenangan dalam semua atau hampir semua kegiatan sehari-hari, mulai dari interaksi sosial hingga hobi. Dalam hal ini, anhedonia dapat dibagi menjadi dua jenis utama: anhedonia sosial dan anhedonia fisik.

Anhedonia sosial adalah ketika seseorang kehilangan minat atau kesenangan dalam interaksi sosial dan hubungan. Sedangkan anhedonia fisik berkaitan dengan ketidakmampuan merasakan kesenangan fisik, seperti makan atau sentuhan.

Baca Juga: Terapkan Emotional Healing saat Hidup Anda Sedang Tidak Baik-Baik Saja

Gejala anhedonia

Gejala anhedonia seringkali mencakup beberapa aspek berikut:

  • Tendensi untuk mengisolasi diri dan menarik diri dari pergaulan sosial.
  • Kegiatan sehari-hari yang biasanya menyenangkan menjadi kurang menarik.
  • Menunjukkan kurangnya ketertarikan atau mundur dari hubungan yang sebelumnya penting.
  • Kegiatan atau hobi yang dulu disenangi tidak lagi menarik minat.
  • Kehilangan minat dalam keintiman seksual atau fisik.

Penyebab anhedonia

Penyebab anhedonia bisa bervariasi. Faktor-faktor seperti stres kronis, trauma, gangguan kesehatan mental, perubahan biokimia otak, atau efek samping obat-obatan dapat berkontribusi pada perkembangannya.

Dalam konteks depresi, anhedonia sering dikaitkan dengan penurunan neurotransmiter seperti dopamin.

Baca Juga: Jadi Salah Satu Gejala Depresi, Lakukan 5 Hal Ini saat Kehilangan Semangat

Mengatasi anhedonia

Mengatasi anhedonia membutuhkan pendekatan yang komprehensif dan sering melibatkan kombinasi terapi psikologis, perubahan gaya hidup, dan kadang-kadang, pengobatan.

1. Terapi psikologis

Terapi kognitif perilaku dan terapi interpersonal adalah dua bentuk terapi yang efektif dalam mengatasi anhedonia. Keduanya membantu individu dalam mengidentifikasi dan mengubah pola pikir dan perilaku negatif.

2. Aktivitas fisik

Olahraga teratur dapat meningkatkan kadar neurotransmiter dan memperbaiki mood. Aktivitas seperti berjalan, berenang, atau yoga bisa membantu.

3. Menjaga koneksi sosial

Meskipun sulit, mencoba untuk tetap terhubung dengan orang lain sangat penting. Interaksi sosial, meskipun dalam skala kecil, dapat membantu dalam meningkatkan perasaan bahagia.

Baca Juga: 8 Kegiatan Ini Cara Menghilangkan Stres Paling Baik, Sudah Coba?

4. Pengobatan

Dalam beberapa kasus, dokter mungkin merekomendasikan penggunaan obat-obatan, terutama jika anhedonia dikaitkan dengan gangguan kesehatan mental seperti depresi.

5. Kegiatan yang menyenangkan

Cobalah untuk terlibat dalam aktivitas yang dulu Anda sukai, meskipun tidak terasa menyenangkan saat ini. Hal ini bisa membantu memicu kembali perasaan kesenangan secara bertahap.

Anhedonia bisa sangat menghambat kualitas hidup, membuat kesulitan untuk merasa bahagia dan menikmati kehidupan. Namun, dengan pemahaman yang tepat dan pendekatan terapeutik yang efektif, Anda dapat kembali menemukan kebahagiaan dalam aktivitas sehari-hari.

Jika Anda merasa memiliki gejala-gejala ini, sangat penting untuk mencari dukungan profesional. Anda tidak sendiri dan dengan bantuan yang tepat, Anda dapat mengatasi anhedonia dan kembali menemukan minat dan kebahagiaan dalam hidup.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Kanker Paru di Usia Produktif Meningkat, Deteksi Dini Jadi Kunci

Banyak dokter yang mendiagnosis penyakit kanker paru pada individu berusia 30-40 tahun, termasuk mereka yang bukan perokok.

Jadwal Pemesanan Penukaran Uang Bali Periode 2 Cuma Hari Ini, Cek Lokasi & Syaratnya

Persiapkan THR Lebaran 2026 Anda! Jadwal penukaran uang baru di Bali tersedia di berbagai lokasi. Simak daftar bank dan alamat lengkapnya di sini.

IHSG Masih Bisa Lanjut Menguat, Cek Rekomendasi Saham MNC Sekuritas Jumat (27/2)

IHSG berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (27/2/2026).​ Berikut daftar rekomendasi saham pilihan MNC Sekuritas hari ini.

Simak Proyeksi IHSG dan Rekomendasi Saham dari BNI Sekuritas Jumat (27/2)

IHSG ditutup menurun pada perdagangan kemarin. Begini proyeksi dan rekomendasi saham dari BNI Sekuritas untuk perdagangan hari ini.

Standar Kulit Cerah Kini Bergeser, Ini Tips Menjaga Kulit Tetap Sehat dan Glowing

​Di tengah paparan Matahari dan polusi, SAÉ Clinique menekankan pentingnya strategi perawatan menyeluruh. Berikut tips menjaga kulit tetap sehat.

Rambut Mudah Kering Saat Puasa, Ini Tips Perawatan dari Ellips

Di tengah mobilitas saat puasa, Ellips menilai produk multifungsi membantu menjaga rambut tetap segar. Simak tips perawatan rambut berikut ini.

Cek Perbedaan Itel City 200 dan A200+: Kamera Ganda hingga Bodi Tipis Menggoda

Itel City 200, A200+, dan A200 hadir dengan fitur menarik. Temukan model mana yang paling sesuai kebutuhan Anda sebelum membeli.

Bikin Ketagihan! Resep Risol Matcha Lumer yang Viral, Takjil Unik Penggugah Selera

Resep risol matcha kekinian viral di medsos! Cocok jadi ide takjil unik saat Ramadhan. Dapatkan langkah mudah membuatnya di sini.

Lanjut Naik, Simak Daftar Harga Emas Antam Hari Ini Jumat 27 Februari

Harga emas Antam hari ini ukuran 1 gram dibanderol Rp 3.045.000, Jumat (27/2/2026), naik Rp 6.000 dibanding harga Kamis (26/2/2026).

Biaya Kesehatan dan Klaim Melonjak, Saatnya Perkuat Proteksi

Pembayaran klaim Rp 1,07 triliun oleh MSIG Life sepanjang 2025 menjadi pengingat pentingnya kesiapan berasuransi di tengah lonjakan biaya.