MOMSMONEY.ID - Membangun popularitas merek atau brand awareness saja kini tidak lagi cukup bagi perusahaan. Di tengah persaingan yang semakin ketat, banyak brand mulai mengutamakan dampak nyata kampanye pemasaran terhadap penjualan dan pertumbuhan bisnis.
Hal tersebut tercermin dalam laporan Nielsen Marketing ROI Blueprint yang menunjukkan sebanyak 38% pemasar menjadikan penjualan atau return on investment (ROI) sebagai indikator utama keberhasilan kampanye pemasaran.
Namun, hanya 32% pemasar yang telah mengukur ROI secara menyeluruh di berbagai kanal media, sehingga masih banyak perusahaan yang menghadapi tantangan dalam mengevaluasi efektivitas strategi pemasaran mereka.
Perubahan cara pandang ini mendorong brand untuk tidak hanya mengejar jangkauan audiens, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang mampu mengarahkan konsumen hingga melakukan pembelian.
Isu tersebut menjadi salah satu sorotan dalam ajang The Drum Awards for Marketing APAC 2026, di mana Grab Indonesia melalui layanan periklanan digital GrabAds mendapat empat penghargaan lewat kolaborasinya bersama Sprite dan Nestlé Bear Brand.
Kampanye bertajuk "Refreshing a Nation on the Move" bersama Sprite membawa pulang penghargaan Silver untuk kategori Consumer Packaged Goods (CPG) & Food & Beverage serta Bronze pada kategori Retail Media.
Baca Juga: Jangan Minder, Ini Cara Brand Lokal Bersaing dengan Produk Global
Sementara kampanye "Fueling Ramadan's Providers: BEAR BRAND's '1 Can at Sahur'" meraih dua penghargaan Bronze pada kategori Out-of-Home (OOH) dan Retail Media.
Dalam kampanye bersama Sprite, GrabAds memanfaatkan momentum mudik Lebaran ketika mobilitas masyarakat meningkat tajam.
Melalui strategi online-to-offline (O2O) berbasis lokasi, GrabAds menghadirkan berbagai titik interaksi di area perjalanan atau thirst zones untuk menjangkau konsumen yang membutuhkan kesegaran.
Strategi tersebut menggabungkan armada GrabCar berbalut identitas Sprite, notifikasi berbasis lokasi di aplikasi Grab, hingga titik penukaran produk secara langsung. Hasilnya, penjualan Sprite di GrabMart meningkat hingga 30%, sementara fitur self pick-up mencatat conversion rate sebesar 25%.
Roy Nugroho, Director of Commercial Grab Indonesia, mengatakan, keberhasilan kampanye bersama Sprite Indonesia dan Nestlé Bear Brand menunjukkan brand dapat mengubah momen budaya menjadi dampak bisnis yang lebih terukur.
"Melalui GrabAds, kami membantu brand menghubungkan consumer insight, kekuatan media, mobilitas, dan jalur pembelian dalam satu ekosistem yang terintegrasi," katanya dalam keterangan resminya Minggu (26/7).
Dengan demikian, kampanye tidak hanya berhenti pada awareness, tetapi juga dapat mendorong trial, transaksi, dan pertumbuhan yang lebih nyata.
Baca Juga: Cara Jitu agar Brand Usaha Kredibel di Mata Konsumen
Senada, Andes Gumilang Hadisucipto, Director Sparkling Flavours PT Coca-Cola Indonesia, menyebut mudik merupakan salah satu momen paling bermakna di Indonesia.
Sehingga, menjadi kesempatan yang sangat relevan bagi Sprite untuk terhubung dengan konsumen yang mencari kesegaran di sepanjang perjalanan mereka.
Bersama GrabAds, Sprite berhasil menjangkau konsumen di berbagai touchpoint utama dalam ekosistem Grab, memastikan brand tetap hadir dalam setiap momen perjalanan penting di seluruh Indonesia.
Sementara kampanye Nestlé Bear Brand bersama GrabAds melalui pesan “1 Kaleng Saat Sahur” membuat kampanye yang dirancang untuk memperkuat relevansi Bear Brand sebagai asupan esensial dalam rutinitas harian selama bulan suci Ramadan, sekaligus mempertahankan kepemimpinan brand di kategorinya.
"Bersama GrabAds, kami dapat memperkuat pesan tersebut melalui kombinasi media mobilitas, digital, dan sampling, sehingga Bear Brand dapat hadir lebih dekat dengan keseharian konsumen," tutur Theresia Magdalena Silaban, VP Category Marketing Manager Nestlé.
"Pencapaian ini membuktikan bahwa pesan yang dekat dengan kebiasaan konsumen dapat mendorong hubungan yang lebih kuat dengan brand sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis nyata," imbuhnya.
Ke depan, tren pemasaran diperkirakan akan semakin mengarah pada strategi yang berorientasi pada hasil. Bagi perusahaan, kemampuan mengukur efektivitas kampanye secara menyeluruh akan menjadi salah satu kunci untuk memastikan setiap investasi pemasaran mampu memberikan nilai tambah bagi bisnis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News