M O M S M O N E Y I D
BisnisYuk

Cara Jitu agar Brand Usaha Kredibel di Mata Konsumen

Cara Jitu agar Brand Usaha Kredibel di Mata Konsumen
Reporter: Jane Aprilyani  |  Editor: Jane Aprilyani


MOMSMONEY.ID - Era perkembangan digital membuat setiap usaha baru mudah untuk dipasarkan. Hanya saja, brand yang dikenal pasar secara luas tidak selalu dianggap kredibel lo. Simak cara agar brand kredibel bagi konsumen.

Banyak bisnis yang  berhasil mengumpulkan views dan perhatian, tetapi gagal membangun keyakinan yang membuat konsumen benar-benar mau mencoba dan kembali membeli.

Alvin, TEDx speaker, praktisi branding dan marketing digital, serta konsultan di Kernel Future, menyebutkan, persoalan ini sebagai salah satu kesalahpahaman paling umum dalam strategi digital.

Ia menilai, banyak bisnis terlalu fokus pada kreativitas konten dan viralitas, namun melupakan fondasi yang lebih mendasar.

Menurut Alvin, kreativitas tetap memegang peranan penting dalam komunikasi brand. Namun, tanpa pemahaman yang jelas tentang perilaku audiens, pesan yang disampaikan mudah berubah menjadi sekadar kebisingan digital.

Brand kuat lahir dari pemahaman data konsumen, bukan sekadar kreativitas kampanye,” ucap Alvin dalam keterangan resmi Rabu (15/4).

Pandangan ini sejalan dengan temuan Google dalam laporan Decoding Decisions: Making Sense of the Messy Middle, yang mengungkap bahwa perilaku konsumen di ruang digital sangat dipengaruhi oleh berbagai bias kognitif.

Baca Juga: Berawal dari Mitra Pengemudi Grab, Ini Kiat Sukses Pengusaha Baso Aci Mastyo

Pentingnya pendekatan empiris ini juga diperkuat oleh studi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) berjudul The Influence of Social Media Marketing Activities (SMMA) on Consumer Purchase Intention for Skintific Products (Astrid Desiarni Irwanto Putri, 2025).

Penelitian tersebut menunjukkan, aktivitas pemasaran di platform seperti TikTok yang mencakup elemen hiburan, interaksi, tren, kustomisasi, dan electronic word-of-mouth (e-WOM) yang memiliki pengaruh positif signifikan terhadap niat pembelian.

Studi ini juga menegaskan, brand equity dan social brand engagement berperan sebagai mediator penting yang mengubah konten menjadi tindakan pembelian nyata.

Tiga tahap strategis membangun kepercayaan

Strategi digital yang mampu membangun kepercayaan umumnya berjalan melalui tiga tahap utama: diagnosis, eksekusi, dan evaluasi.

Tahap pertama adalah diagnosis, yaitu memastikan apakah pesan brand dipahami secara konsisten oleh audiens maupun tim internal. Namun, akses data masih menjadi tantangan.

Berdasarkan laporan Salesforce State of Marketing Edisi ke-10 (2026), rata-rata pemasar mengelola setidaknya tujuh sumber data, tetapi hanya sekitar 58% yang memiliki akses penuh ke data layanan pelanggan untuk analisis yang akurat.

Setelah diagnosis, tahap eksekusi menuntut konsistensi pesan di berbagai kanal agar identitas brand tetap autentik.

Baca Juga: Ini Kiat Coffeenatics Mengembangkan Usaha Kopi Lokal hingga Tembus Pasar Global

Bardan Mahdali, mantan Director of Digital, Branding, Marketing, Strategy Forbes Indonesia, menyebutkan, pendekatan berbasis data membantu mengubah pengamatan menjadi keputusan yang dapat diulang.

Hal ini sejalan dengan temuan studi UGM yang menekankan pentingnya strategi konten yang tepat untuk membangun kepercayaan dan memperkuat hubungan dengan konsumen di tengah dinamika industri.

Tahap evaluasi sering kali justru terlewat oleh banyak pelaku bisnis. Alvin mendorong evaluasi yang lebih berfokus pada indikator nyata seperti keyakinan membeli dan pembelian ulang, bukan sekadar angka permukaan.

Pendekatan ini didukung oleh riset McKinsey & Company bertajuk The Secret to Great Marketing Analytics? Connecting with Decision Makers, yang mencatat bahwa penggunaan analitik pemasaran yang efektif dapat mengoptimalkan 15–30% dari total anggaran pemasaran.

Dalam memahami audiens secara lebih mendalam, Alvin juga menekankan pemanfaatan teknologi AI untuk mengidentifikasi alasan di balik keraguan konsumen. Namun, integrasi data tetap menjadi tantangan utama.

Laporan Salesforce State of Marketing (2026) mengungkapkan, 98% pemasar yang menggunakan AI masih menghadapi hambatan akibat data silo.

Astrie Suhaimi, mantan Agency Leader Google Indonesia, menilai pendekatan ini tetap relevan dan operasional. “Pendekatan berbasis insight terukur memungkinkan bahkan tim kecil mengambil keputusan kreatif yang lebih tepat,” katanya.

Baca Juga: Ini Kiat Membangun Usaha Biro Wisata dari Pendiri Cheria Holiday

Dalam kerangka yang digunakan, Alvin membedakan dua indikator utama: trust dan brand memory.

Trust berkaitan dengan rasa aman konsumen saat memutuskan membeli. Hal ini sejalan dengan laporan PwC berjudul The Loyalty Illusion: Why Companies Think They’re Winning When Customers Are Walking Away (2025). 

Laporan ini mengungkapkan, meskipun 53% konsumen bersedia membagikan data demi pengalaman yang lebih baik, sebanyak 93% akan kehilangan kepercayaan jika data tersebut disalahgunakan. Temuan ini menegaskan bahwa kepercayaan bukan sekadar nilai tambah, melainkan fondasi utama.

Di sisi lain, riset BrightLocal dalam Local Consumer Review Survey 2026 menunjukkan, ulasan positif menjadi pintu awal kepercayaan, di mana 54% konsumen akan melakukan riset lebih lanjut setelah melihat review yang baik.

Alvin menyimpulkan, strategi digital yang efektif tidak hanya berfokus pada kreativitas, tetapi juga pada efisiensi dan dampak terhadap bottom line perusahaan.

“Data bukan hanya soal kreativitas, tapi soal efisiensi dan arah keputusan,” jelasnya.

Ketika indikator seperti asosiasi brand, keterlibatan sosial, dan ekuitas merek mulai meningkat, strategi digital biasanya keluar dari jebakan angka semu dan mulai menciptakan nilai jangka panjang.

Pendekatan ini kemudian dirangkum lebih komprehensif dalam buku dan e-course Panduan Data Driven Digital Branding Lengkap, yang menyajikan framework langkah demi langkah bagi pelaku usaha untuk menerapkan strategi data-driven branding secara praktis dan terukur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Analisis 5 Aplikasi Investasi Emas Terpercaya untuk Investor Digital

Aplikasi ini merupakan transformasi dari Pegadaian Digital dan menyediakan layanan seperti Tabungan Emas, Cicil Emas, serta Gadai Tabungan Emas

Avrist Group Satukan 4 Layanan Keuangan, Ada Proteksi hingga Dana Pensiun

Avrist Group memperkuat integrasi layanan melalui inisiatif One Avrist Synergy dengan menyatukan empat entitas dalam satu ekosistem

Hitachi Buka Brand Store Pertama, Konsumen Bisa Coba Langsung Peralatan Rumah

​Hitachi home appliance asal Jepang membuka brand store pertamanya di Indonesia di Darmawangsa Square, Jakarta Selatan.

Brand Fashion Lokal Manfaatkan AI, dari Bikin Sampel hingga Riset Pasar Ekspor

AI mulai digunakan pelaku industri mode untuk mempercepat proses desain, menghemat biaya produksi, dan memetakan peluang pasar luar negeri.

Berburu Promo Tiket Kereta di KAI Expo 2026, Ada Diskon hingga 30% untuk Semua Kelas

Manfaatkan promo tiket kereta di KAI Expo 2026 pada 4-6 September di Kota Kasablanka dengan diskon hingga 30% untuk seluruh kelas komersial.

Bikin Android Keringat Dingin, Baterai iPhone 17 Dukung Pemutaran Video 30 Jam

Performa chip A19 dan RAM 8GB membuat iPhone 17 melibas flagship Android. Cek hasil pengujian benchmark resminya sekarang.

Chip A18 Berdaya RAM 8GB Dongkrak Performa Apple Intelligence iPhone 16

Dua tombol fisik baru hadir di bodi iPhone 16. Sensor kapasitif di bagian bawah bodi menyimpan fungsi rahasia pemotretan.

Promo A&W Weekend Deals September, Paket Ayam Goreng Lebih Hemat Plus Gratis 2 Menu

Nikmati promo A&W Weekend Deals periode 4-6 September 2026 untuk paket Aroma Chicken lebih hemat dan diskon spesial Tom Yum.

MNC Sekuritas Bagikan 4 Ide Trading Jumat (4/9), Ada ASII, BMRI, BNBR, CDIA

MNC Sekuritas membagikan sejumlah rekomendasi saham untuk perdagangan Jumat (4/9/2026). Simak ulasannya berikut ini.

Fungsi Ginjal Menurun Akibat Lonjakan Gula Darah: Waspadai Kerusakan Permanen

Lonjakan gula darah tanpa gejala awal ternyata mengikis pembuluh ginjal. Hasil tes rutin menjadi penentu penting sebelum terlambat.