M O M S M O N E Y I D
Bugar

Benarkah Kacang Tanah Penyebab Asam Urat? Temukan Jawabannya Berikut Ini

Penulis: Pinky Annisa  |  Editor: Pinky Annisa


MOMSMONEY.ID - Benarkah kacang tanah penyebab asam urat tinggi? Kacang tanah dikenal sebagai sumber protein nabati yang lezat dan mudah didapat. 

Asam urat sendiri merupakan kondisi medis yang terjadi akibat penumpukan kristal urat di persendian, biasanya disebabkan oleh tingginya kadar purin dalam tubuh. Makanan berpurin tinggi seperti jeroan, seafood, dan beberapa jenis daging merah dikenal sebagai pemicu utamanya. 

Namun, bagaimana dengan kacang tanah? Apakah kandungan purinnya cukup tinggi untuk masuk ke dalam daftar makanan yang harus dihindari? Dikutip dari Alerna Kidney Health, berikut ini kebenaran mengenai kacang tanah penyebab asam urat:

Baca Juga: Cara Menjaga Asam Urat Normal Wanita, Ini Menu Restoran yang Aman Dikonsumsi

Benarkah kacang tanah penyebab asam urat tinggi? 

Faktanya, kacang tanah sendiri tidak termasuk pemicu utama asam urat. Meskipun mengandung purin, kadarnya tergolong sedang dan umumnya tidak menyebabkan lonjakan asam urat secara signifikan jika dikonsumsi dalam jumlah yang wajar. 

Mengonsumsi kacang tanah tidak secara langsung membuat kadar asam urat melonjak tinggi, kecuali jika dikonsumsi berlebihan atau disertai pola makan yang buruk secara keseluruhan.

Oleh karena itu, dibandingkan sumber protein hewani, kacang tanah merupakan alternatif yang lebih aman.

Faktor lain yang mempengaruhi kadar asam urat

Penting dipahami bahwa kadar asam urat tidak hanya ditentukan oleh satu jenis makanan saja. Ada banyak faktor lain yang berperan, seperti pola makan secara keseluruhan, tingkat hidrasi, aktivitas fisik, dan faktor genetik. 

Maka dari itu, moderasi dan variasi dalam konsumsi makanan menjadi kunci utama untuk menjaga kadar asam urat tetap seimbang. Setiap orang memiliki respons tubuh yang berbeda terhadap makanan tertentu. 

Bagi beberapa orang, kacang tanah mungkin tidak memberikan dampak apa-apa, sementara yang lain mungkin lebih sensitif. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan reaksi tubuh masing-masing, terutama jika Anda memiliki riwayat asam urat.

Rekomendasi diet untuk penderita asam urat

  • Perbanyak konsumsi air putih agar ginjal dapat membuang asam urat secara efisien.
  • Konsumsi kacang tanah dalam porsi sedang dan jangan berlebihan.
  • Fokus pada makanan nabati seperti buah, sayur, biji-bijian, dan kacang-kacangan selain kacang tanah.
  • Batasi makanan berpurin tinggi seperti jeroan, kerang, dan daging merah.
  • Pertimbangkan susu rendah lemak yang justru membantu menurunkan kadar asam urat.

Tips gaya hidup sehat untuk menurunkan asam urat

  • Jaga berat badan ideal, karena obesitas meningkatkan risiko asam urat.
  • Kurangi alkohol yang terbukti meningkatkan kadar asam urat.
  • Tetap aktif secara fisik dengan olahraga ringan hingga sedang secara rutin.
  • Konsumsi ceri asam atau suplemen dengan kandungan antioksidan tinggi, karena terbukti membantu menurunkan peradangan akibat asam urat.
  • Hindari makanan olahan dengan tambahan bumbu berlebihan, seperti kacang tanah yang digoreng atau diberi micin..

Baca Juga: Batasi Penyebab Asam Urat & Jalankan Gaya Hidup Sehat Berikut! Dijamin Sembuh

Apakah ada jenis kacang tanah yang perlu dihindari?

Pada dasarnya, kacang tanah mentah atau yang dipanggang tanpa tambahan garam atau bumbu adalah pilihan yang paling aman.

Namun, kacang tanah asin atau berbumbu bisa mengandung zat tambahan seperti MSG, garam tinggi, dan minyak berlebih yang dapat memperburuk kondisi asam urat. 

Kapan harus konsultasi dengan dokter?

Jika Anda sering mengalami gejala seperti nyeri sendi, bengkak, atau kemerahan, sangat disarankan untuk segera konsultasi ke dokter.

Profesional medis dapat memberikan diagnosis yang akurat, melakukan pemeriksaan kadar asam urat, dan memberikan panduan diet serta pengobatan jika diperlukan. 

Dalam beberapa kasus, obat seperti allopurinol atau febuxostat bisa diresepkan untuk membantu mengontrol asam urat. Itulah jawaban mengenai kacang tanah penyebab asam urat tinggi, hindari makanan tinggi purin jika tidak ingin asam urat kambuh

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Kala Wanita Berusia 40-an Jatuh Cinta ke Pria Lebih Muda, Ini Cerita Tante Sonya

Serial Tante Sonya mengangkat kisah perempuan dewasa yang kembali membuka hati untuk pria lebih muda.

Tiket Final Indonesia vs Thailand FIFA ASEAN Cup 2026 Resmi Dijual, Ini Harganya

Tiket final Indonesia vs Thailand FIFA ASEAN Cup 2026 mulai dijual. Cek harga, jadwal laga, kategori tribun, dan syarat Garuda ID.

4 Wilayah di Jabodetabek Ini Hujan Lebat, Simak Peringatan Dini Cuaca Besok (3/10)

Peringatan dini BMKG cuaca besok Sabtu (3/10), Waspada hujan lebat di wilayah Jabodetabek berikut ini.

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (3/10), Hujan Lebat Terjadi di 14 Provinsi Ini

BMKG memberi peringatan dini cuaca besok Sabtu 3 Oktober 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat dan Waspada hujan lebat di provinsi ini.

Kris+ Rayakan Ulang Tahun, Tebar Promo dan Reward

Pengguna Kris+ berkesempatan mendapatkan hingga delapan miles per dolar Singapura, voucher diskon 50%, serta hadiah  selama Oktober 2026.

Rupiah Bertahan di Rp 18.000 atau Tembus Rp 18.200, Ini 5 Indikator Penentu

Analis EBC Financial Group mencermati lima indikator penentu arah rupiah, mulai dari harga minyak, arus modal asing hingga intervensi BI.  

Ini Tip Pengobatan dan Pencegahan Agar Suara Yang Hilang Kembali Bergema

Suara hilang bagi pekerja yang mengandalkan pita suara tentu menjadi persoalan, berikut ini langkah pengobatan dan pencegahannya.

5 Cara Mengatasi Badan Lemas saat Diet agar Tetap Bertenaga Sepanjang Hari

Ingin diet berhasil tanpa tersiksa rasa lemas? Terapkan cara mengatasi badan lemas berikut ini agar tubuh tetap bugar dan berenergi.

Kenali Amylophagia: Ini 5 Dampak Buruk Makan Tepung Terigu Mentah untuk Kesehatan

Ketahui alasan medis mengapa makan tepung terigu dalam kondisi mentah sangat berbahaya bagi saluran pencernaan dan kesehatan secara keseluruhan.

Ada 6 Tokenized Stocks Baru dari Tokocrypto, Cek yuk

Tokenized stocks memberikan eksposur terhadap underlying asset dan bukan merupakan kepemilikan langsung atas saham atau ETF yang mendasarinya.