M O M S M O N E Y I D
BisnisYuk

Jangjo Berinovasi Jadikan Sampah Menjadi Bernilai Ekonomi

Jangjo Berinovasi Jadikan Sampah Menjadi Bernilai Ekonomi
Reporter: Danielisa Putriadita  |  Editor: Danielisa Putriadita


MOMSMONEY.ID - Saban hari, sampah terus dihasilkan tanpa dikelola dengan benar dan langsung dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) di Indonesia. Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) mencatat Indonesia memproduksi sampah mencapai 56,64 juta ton per tahun. Namun, hanya 22,09 juta ton yang terkelola. 

Joe Hansen, Cofounder dan CEO Jangjo, mengatakan, penyebab masalah sampah di Indonesia tidak kunjung selesai karena masyarakat Indonesia pada umumnya hanya mengetahui sampah hanya bisa dibuang. Sistem yang berjalan selama ini, masyarakat hanya dimintai biaya atau pungutan angkut sampah.Tidak heran, jadinya sampah hanya diangkut dan dibuang menumpuk ke TPA. 

Padahal, idealnya permasalahan sampah bisa berkurang jika sampah tersebut tidak hanya diangkut, melainkan dikelola dalam rantai ekonomi sirkular. 

Untuk mengelola sampah tentu diperlukan biaya. Joe mengatakan hasil riset yang ia lakukan, di negara yang sukses mengelola sampah, menerapkan biaya sampah yang terbagi menjadi dua, biaya angkut dan biaya olah sampah. 

Baca Juga: Sampah Makin Menggunung, Gencar Perluas Layanan

Biaya angkut dan olah sampah akan dipakai untuk membayar jasa olah sampah yang disediakan oleh perusahaan pengelola sampah. Di Indonesia, perusahaan yang bergerak di bidang kelola sampah adalah Jangjo. Startup yang bergerak sejak 2019 ini memiliki solusi inovatif dalam mengelola sampah menjadi suatu barang yang bernilai dan bermanfaat. 

Jangjo menghadirkan pengelolaan sampah yang terintegrasi yang dinamakan dengan JOWI Integrated System. Landasan perusahaan ini berdiri berdasar pada kondisi keterbatasan lahan tempat pemrosesan akhir di Indonesia yang sudah tidak sehat dan berfungsi optimal. Jangjo juga hadir untuk menyediakan solusi kelola sampah yang tidak bernilai menjadi memiliki nilai ekonomi.

"Kalau kita telaah, sampah di bantar gebang atau TPA kebanyakan tinggal sampah yang tidak bernilai, sementara sampah yang bernilai seperti botol PET dan sejenisnya sudah banyak diangkut oleh pemulung, atau masyarakat pisahkan dan jual sendiri," kata Joe. 

Dalam prosesnya, Jangjo mengelola sampah dari pusat perbelanjaan, gedung perkantoran, apartemen, hotel dan lainnya. Baik sampah organik dan non oragnik dari gedung-gedung tersebut Jangko angkut dan olah dengan teknologi mesin pengelola sampah yang Jangjo buat sendiri. Sejauh ini yang sudah menjadi klien Jangjo diantaranya, Plaza Indonesia, Grand Hyatt, Mal Kota Kasablanka, Mal Fx, Blok M, Gandaria City dan lainnya. 

Baca Juga: Bank Sampah Sekolah dan Aksi Bersih Sungai Jadi Langkah Wings Peduli Tekan Polusi

Joe mengatakan mesin pengelola sampah Jangjo dirancang khusus dan disesuaikan dengan kebiasaan masyarakat Indonesia dalam membuang sampah yang hanya  dibedakan dari sampah organik dan non oragnik. 

Mesin pengelola sampah Jangjo juga dirancang ringkas (compact) yang hanya membutuhkan tempat seluas sekitar 2.000 meter persegi sudah bisa mengelola hingga 50 ton sampah. 

Joe mengatakan mesin pengelola sampah milik Jangjo juga tidak hanya mengelola sampah menjadi Refuse Derived Fuel, yaitu bahan bakar alternatif yang dibuat dari sampah yang telah diolah dan dikeringkan. Sementara, untuk sampah organik atawa sampah resto diolah menjadi pakan maggot. 

Selain itu, Joe juga tengah mengembangkan mesin pengelola sampah yang dapat mengubah sampah plastik dan bungkus aluminium menjadi material, seperti papan kayu. 

Dia mengatakan dari hasil olahan yang Jangjo buat sudah memiliki pasarnya dan berpotensi memberikan profit kepada bisnis Jangjo.

Oleh sebab itu, Joe mengingatkan masyarakat jangan pesimis dan kehilangan semangat untuk memperbaiki permasalahan sampah di Indonesia. "Jangan mikir masalah sampah di Indonesia tidak akan selesai, harapan Indonesia untuk bebas dari sampah masih ada, jangan hilang semangat untuk peduli sampah, tindakan kecil akan sangat berarti," imbuh Joe. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Promo Subway Jumat Berkah: Jangan sampai Kelewatan Diskon Rp 30 Ribu Sandwich Spesial

Promo Subway Jumat Berkah hanya berlaku hari ini 6 Maret 2026. Jangan sampai terlewat diskon Beef Teriyaki yang fantastis ini.

Jangan Lewatkan! Promo Go!Go!Curry Hari Perempuan Internasional B1G1 sampai 8 Maret

Rayakan Hari Perempuan Internasional dengan promo dari Go!Go!Curry yuk. Hanya pembeli perempuan yang bisa menikmati B1G1 spesial.

Promo A&W Weekend Deals 6-8 Maret: Makan Hemat Ramean, Gratis Burger & Chicken Chunks

Paket A&W Weekend Deals sediakan Aroma Chicken hemat. Dapatkan gratis Burger dan Chicken Chunks untuk makan bersama. Cuma sampai 8 Maret!

All England 2026: Hadapi Lawan Berat, Ini Jadwal 6 Wakil Indonesia di Perempat Final

Sebanyak 6 wakil Indonesia akan berlaga di babak perempat final dengan menghadapi beberapa pemain peringkat utama dunia. 

IHSG Diproyeksi Terkoreksi, Cek Rekomendasi Saham MNC Sekuritas Jumat (6/3)

IHSG berpotensi mengalami koreksi pada perdagangan Jumat (6/3/2026).​ Berikut daftar rekomendasi saham pilihan MNC Sekuritas untuk hari ini.

BI Sumut Buka Layanan Tukar Uang Pecahan Baru Termin 2, Ini Lokasi & Jadwalnya

Warga Sumut buruan tukar uang pecahan baru untuk THR Lebaran! Cek jadwal dan lokasi kas keliling serta loket bank yang berpartisipasi.

Airnav Buka Lagi Mudik Gratis 2026 Part 2 Hari Ini, 550 Tiket Kereta Tersedia

Program Mudik Gratis Airnav Part 2 dibuka 6 Maret 2026! 550 tiket kereta menanti. Cek rute dan cara daftar sekarang sebelum kehabisan kuota.

Merosot! Cek Daftar Harga Emas Antam Hari Ini Jumat 6 Maret

Harga emas Antam hari ini ukuran 1 gram dibanderol Rp 3.024.000 Jumat (6/3/2026), turun Rp 25.000 dibanding harga Kamis (5/3/2026).

Harga Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Hari Ini Jumat (6/3) Kompak Naik

Harga emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian hari ini Jumat (6/3/2026) kompak naik. Emas Galeri 24 jadi Rp 3.080.000, emas UBS Rp 3.096.000.

IHSG Berpotensi Terkoreksi, Simak Rekomendasi Saham BNI Sekuritas Jumat (6/3)

IHSG berpeluang mengalami koreksi pada perdagangan Jumat (6/3/2026)​. Berikut rekomendasi saham dari BNI Sekuritas