M O M S M O N E Y I D
AturUang

Jangan Asal Terapkan Revenge Saving, Perhatikan Sejumlah Risiko Sebelum Beraksi

Jangan Asal Terapkan Revenge Saving, Perhatikan Sejumlah Risiko Sebelum Beraksi
Reporter: Markus Sumartomdjon  |  Editor: Markus Sumartomjon


MOMSMONEY.ID -  Keinginan menabung acap timbul setelah mengeluarkan dompet banyak. Nah,apakah Moms kerap mengalami kondisi tersebut?  Apakah pernah mendengar revenge saving?

Ini adalah kebiasaan menabung secara agresif setelah mengalami periode boros, ketidakpastian finansial, atau merasa kurang siap menghadapi kondisi ekonomi. Tujuannya biasanya untuk kembali merasa punya kendali atas keuangan dengan memangkas pengeluaran dan meningkatkan jumlah uang yang disimpan.

Istilah ini menjadi perhatian setelah sebelumnya muncul tren revenge spending, yaitu kebiasaan mengeluarkan uang lebih banyak untuk perjalanan, hiburan, dan mencari pengalaman baru setelah periode pembatasan akibat pandemi. 

Jika revenge spending mendorong seseorang untuk membelanjakan lebih banyak, revenge saving justru mendorong seseorang untuk menahan pengeluaran dan memperbesar tabungan. Meski dapat membantu memperkuat kondisi keuangan, kebiasaan menabung secara berlebihan juga perlu dihindari agar kebutuhan saat ini dan tujuan finansial lainnya tetap terpenuhi.

Baca Juga: Soft Saving: Strategi Menabung Fleksibel yang Cocok untuk Gaya Anak Muda

Untuk memahaminya, berikut risiko revenge saving seperti dilansir dari Allianz Insurance:

1. Terlalu membatasi kebutuhan sekarang

Mengurangi pengeluaran yang tidak penting berbeda dengan menghilangkan hampir semua pengeluaran untuk bersantai atau memenuhi kebutuhan pribadi. Jika anggaran terlalu ketat, kamu bisa kesulitan mempertahankan kebiasaan tersebut dalam jangka panjang dan justru mengalami kelelahan dalam mengelola keuangan.

2. Mengabaikan investasi

Memusatkan seluruh dana tambahan ke tabungan juga perlu dipertimbangkan kembali jika kamu sudah memiliki dana darurat yang memadai. Untuk tujuan jangka panjang, sebagian dana dapat dipertimbangkan untuk investasi sesuai profil risiko, tujuan, dan jangka waktu yang dimiliki.

Menabung dan investasi memiliki fungsi yang berbeda. Tabungan lebih sesuai untuk kebutuhan yang membutuhkan akses dana relatif cepat, sedangkan investasi umumnya digunakan untuk tujuan jangka panjang dengan risiko yang berbeda.

3. Melupakan proteksi

Keuangan yang sehat bukan hanya tentang berapa banyak uang yang berhasil dikumpulkan. Perlindungan terhadap risiko kesehatan dan jiwa juga perlu diperhitungkan karena kejadian tidak terduga dapat memengaruhi kondisi finansial yang sudah dibangun.

Bagaimana Menerapkan Revenge Saving Secara Seimbang?

Alih-alih menjadikan revenge saving sebagai perlombaan untuk menghemat sebanyak mungkin, gunakan dorongan menabung tersebut untuk mengevaluasi kembali rencana keuangan Moms. Mulai dengan menentukan tujuan, melihat kemampuan menyimpan uang setiap bulan, lalu membagi pendapatan sesuai kebutuhan dan prioritas.

Pastikan kebutuhan rutin tetap terpenuhi dan dana darurat dibangun sesuai kondisi finansial masing-masing. Setelah itu, pertimbangkan alokasi untuk investasi dan proteksi agar rencana keuangan tidak hanya berfokus pada tabungan. 

Langkah berikutnya adalah mengotomatiskan sebagian transfer ke rekening tabungan atau investasi setelah menerima penghasilan. Cara ini membantu membangun kebiasaan secara konsisten tanpa harus mengambil keputusan menabung setiap kali menerima pemasukan.

Yang tidak kalah penting, tentukan kapan Moms akan mengevaluasi kembali strategi tersebut. Jika pendapatan, kebutuhan, utang, atau tujuan finansial berubah, jumlah tabungan dan alokasi dana juga sebaiknya disesuaikan.

Pada akhirnya, revenge saving dapat menjadi dorongan untuk memperbaiki kebiasaan finansial, tetapi bukan berarti semakin banyak uang yang ditabung selalu semakin baik. Perencanaan keuangan yang sehat sebaiknya tidak hanya mengejar jumlah tabungan sebesar-besarnya.

Kebutuhan saat ini, dana darurat, investasi, dan proteksi perlu ditempatkan dalam satu rencana agar kondisi keuangan tetap memiliki keseimbangan antara kebutuhan jangka pendek dan tujuan masa depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Hasil Denmark Open 2026: Fajar/Fikri ke Semifinal, Putri Kandas

Hasil Denmark Open 2026 babak perempatfinal, Jumat (16/10), Ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri melaju ke semifinal.

Promo Hypermart Beli Banyak Lebih Hemat 16-22 Oktober 2026, Wafello Beli 2 Gratis 1

Cek dan manfaatkan katalog promo Hypermart Beli Banyak Lebih Hemat periode 16-22 Oktober 2026. Jangan sampai ketinggalan, Moms!  

Hujan Lebat Masih Guyur 12 Provinsi Ini, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (17/10)

BMKG merilis peringatan dini cuaca besok Sabtu 17 Oktober 2026 dengan status Waspada hujan lebat di provinsi berikut ini.

Promo Alfamart Paling Murah Sejagat 16-23 Oktober 2026, Attack Jumbo Paling Murah

Promo Alfamart Paling Murah Sejagat hadir lagi. Potongan harga spesial untuk aneka produk berlaku 16-23 Oktober 2026.

Waspada Udara Kabur Muncul di Wilayah Jawa Timur, Cek Prakiraan Cuaca Besok (17/10)

​BMKG memprakirakan cuaca besok di Jawa Timur 17–18 Oktober bervariasi, dengan suhu tertinggi mencapai 37°C di Kota Mojokerto.

Drone Kini Bisa Ganti Baterai Otomatis, Begini Sepsifikasi DJI Dock 4

DJI menghadirkan Dock 4 di Indonesia, stasiun otomatis yang memungkinkan drone mengganti baterai secara otomatis tanpa intervensi manual.​

Akses Dua Layanan Sekaligus, Viu dan iQIYI Luncurkan Paket Langganan Bersama

Dengan paket berlangganan bersama, pelanggan bisa memperoleh manfaat keanggotaan Viu dan iQIYI International dalam satu pembelian.

Ini Tips Styling Celana Balon Ala Shopee

Celana balon sedang jadi tren, Shopee beri tips cara menata gaya dengan menggunakan celana balon berikut ini.

IHSG Anjlok 11,57%, Ini Saran Strategi bagi Investor

IHSG ditutup anjlok 11,57% ke level 5.185,1 pada perdagangan Jumat (16/10/2026).​ Simak analisis dari Analis Dupoin Futures​.

Tak Hanya Urus Rumah, Perempuan di Desa Juga Berjuang Biayai Pendidikan Anak

Perempuan tak hanya berperan dalam rumah tangga, tetapi juga menjadi tulang punggung keluarga. Simak kisah perjuangan dua perempuan desa ini.