MOMSMONEY.ID - Penderita asam urat pilih jalan kaki atau lari ya? Lari merupakan aktivitas high-impact yang bermanfaat bagi sendi jika dilakukan dengan aman.
Aktivitas ini meningkatkan kesehatan jantung dan paru-paru, membantu mengontrol berat badan, memperkuat otot, serta membangun kepadatan tulang. Karena berlari termasuk olahraga berdampak tinggi, Maura Daly Iversen, epidemiolog bidang reumatologi di Sacred Heart University di Fairfield tidak menyarankannya untuk penderita asam urat.
Anda bisa lari saat radang sendi sudah membaik, selain itu ada beberapa tip lari yang aman bagi sendi seperti berikut:
Baca Juga: Konsumsi Susu Skim Rutin Tumpas Nyeri Sendi & Pangkas Kadar Asam Urat 10 Persen
Modifikasi lari yang aman untuk penderita asam urat
Teknik berlari yang benar penting untuk mengurangi beban pada sendi tubuh bagian atas maupun bawah serta mengurangi risiko cedera. Jaga posisi kepala tetap tegak dengan pandangan tertuju sekitar 9 hingga 12 meter ke depan, rilekskan rahang, leher, dan bahu.
Jangan mengangkat bahu karena dapat meningkatkan ketegangan saat berlari, biarkan tangan dan pergelangan tangan tetap rileks dan tidak kaku. Posisikan siku di samping tubuh dengan tekukkan sekitar 90 derajat dan ayunkan lengan ke depan dan belakang.
Selain itu, sejajarkan posisi kaki dengan lutut saat kaki menyentuh tanah dan jangan mengangkat lutut terlalu tinggi. Sebaiknya, tumpukan kaki pada bagian tengah, bagian depan kaki, atau tumit.
Posisi tubuh bagian atas harus tegak, jangan membungkuk di bagian pinggul atau pinggang. Jika ada sedikit condong ke depan, hal itu sebaiknya berasal dari gerakan sendi pergelangan kaki.
Berlarilah dengan langkah pendek dan cepat dalam kecepatan yang nyaman dan ringan, hindari menghentakkan kaki dengan keras ke tanah. Selanjutnya, kenakan sepatu yang tepat.
Sepatu dengan ruang jari terpisah dan lari tanpa alas kaki atau barefoot running mungkin tidak cocok bagi penderita radang sendi karena asam urat. Hal tersebut disebabkan adanya perubahan kondisi seperti tofi, pronasi pergelangan kaki, bunion, dan hammer toe jari kaki menekuk seperti palu.
Komplikasi ini sering kali memerlukan penggunaan ortotik sepatu untuk memberikan dukungan dan memperbaiki posisi.
Mengapa jalan kaki penting saat menderita asam urat
Jika tidak diobati, asam urat dapat mengikis dan merusak persendian. Menjaga kesehatan persendian saat menderita asam urat juga harus melibatkan aktivitas fisik dan olahraga karena dua alasan utama:
1. Menjaga berat badan
Langkah ini akan mencegah tekanan berlebihan pada persendian. Berhati-hatilah agar tidak menurunkan berat badan terlalu cepat, karena penurunan berat badan yang tiba-tiba ini dapat meningkatkan kadar asam urat.
2. Berolahraga membantu mengendalikan asam urat
Lemak dalam tubuh membawa lebih banyak asam urat daripada otot. Dengan demikian, ketika mengurangi lemak tubuh, Anda bisa mengurangi kadar asam urat dalam darah.
Membangun kesehatan kardiovaskular melalui olahraga juga sangat penting bagi penderita asam urat karena memiliki risiko lebih tinggi terkena tekanan darah tinggi. Asam urat juga sangat terkait dengan perkembangan penyakit arteri koroner.
3. Mengembalikan fleksibilitas sendi
Setelah serangan asam urat mereda, Anda perlu mengembalikan fleksibilitas sendi untuk memastikan kemudahan pergerakan. Lakukan peregangan sederhana dengan perlahan menggerakkan sendi ke depan, belakang, dan kemudian memutar hingga batas yang nyaman.
Ulangi lima kali dan secara bertahap tingkatkan jumlah pengulangan.
Baca Juga: Konsumsi Buah Beri Mampu Menurunkan Asam Urat Darah 14%
4. Membangun otot dengan latihan kekuatan
Memiliki otot yang kuat dapat melindungi persendian dari keausan, terutama untuk persendian yang terkena asam urat. Selain latihan beban, latihan resistensi sederhana efektif untuk membangun otot.
Cobalah menggunakan karet resistensi elastis dengan memegang setiap ujungnya dan meletakkan kaki di tengah. Lalu ulangi latihan fleksibilitas sambil mendorong melawan gaya karet tersebut. Demikian informasi mengenai manfaat jalan kaki dan lari bagi penderita asam urat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News