MOMSMONEY.ID - Keamanan siber kini menjadi tantangan besar yang dihadapi di era digitalisasi yang semakin pesat. Tak terkecuali dalam proses rekrutmen.
Isu ini menjadi penting bagi perusahaan maupun pencari kerja yang saling bertukar informasi, mulai dari data kontak, riwayat pekerjaan hingga informasi yang penting untuk mengakses akun dan sistem.
Keamanan data perlu diperhatikan sejak pencari kerja menyiapkan profil dan curiculum vitae (CV), selama berkomunikasi dengan perekrut hingga perusahaan menyimpan dan mengelola informasi kandidat.
Tak hanya itu, pencari kerja juga kerja perlu memahami informasi-informasi apa saja yang aman untuk dibagikan dan bagaimana cara melindungi akun dan perangkat mereka.
Akun perekrut yang tidak terlindungi juga dapat menjadi pintu masuk bagi akses yang tidak sah terhadap sistem dan informasi internal.
Baca Juga: Rekrutmen Lebih Cepat & Terintegrasi, Jobstreet by Seek Rilis Dua Fitur Berbasis AI
Berkenaan dengan Cybersecurity Awareness Month yang jatuh pada Oktober ini, Jobstreet by SEEK berbagi tips pertahanan teknis yang wajib diterapkan kandidat pencari kerja.
1. Minimalisasi data (data minimization)
- Sebelum mengunggah CV atau profil ke ruang digital, periksa kembali informasi yang tercantum.
- Hindari memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor rekening, alamat rumah lengkap, tanggal lahir lengkap, atau informasi sensitif lain yang tidak diperlukan dalam tahap awal rekrutmen.
- Untuk alamat, pencari kerja dapat mencantumkan kota atau wilayah domisili. Pastikan juga untuk memperoleh izin sebelum mencantumkan informasi kontak referensi.
- Pencari kerja sebaiknya membagikan CV melalui kanal resmi dan platform tepercaya, bukan menyebarkannya secara terbuka di media sosial atau situs publik tanpa kebutuhan yang jelas.
- Simpan versi CV yang berbeda sesuai kebutuhan, sehingga informasi yang dibagikan tetap proporsional dengan tujuan penggunaannya.
2. Perkuat keamanan akun (account hardening)
- Aktifkan autentikasi multi-faktor (MFA) pada email dan akun karier yang menyediakan fitur tersebut.
- Gunakan kata sandi yang kuat dan unik untuk setiap akun, serta pertimbangkan penggunaan pengelola kata sandi agar kredensial lebih mudah dikelola dengan aman.
- Fitur passkey juga dapat digunakan apabila tersedia pada layanan yang digunakan.
- Perlu juga diwaspadai penggunaan kata sandi yang sama pada beberapa layanan. Apabila satu akun terekspos, penggunaan ulang kata sandi dapat meningkatkan risiko terhadap akun lain.
Baca Juga: Tetap Bugar di Tengah Kesibukan! Ini 7 Pola Makan Hidup Sehat untuk Pekerja Kantoran
3. Amankan perangkat dan jaringan (secure infrastructure)
- Hindari mengirimkan lamaran atau login ke portal karier menggunakan koneksi wi-fi publik yang tidak dienkripsi, karena sangat rentan terhadap pencegatan data (man-in-the-middle attacks).
- Jika perlu melakukan aktivitas rekrutmen dari tempat umum, gunakan jaringan pribadi atau koneksi yang lebih aman. Selain itu, pastikan browser perangkat Anda selalu diperbarui untuk menutup celah untuk peretasan.
- Pencari kerja juga dapat mempertimbangkan alamat email khusus untuk aktivitas melamar kerja. Ini bisa memisahkan komunikasi perihal rekrutmen dari akun utama dan memudahkan pemantauan terhadap aktivitas yang tidak biasa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News