M O M S M O N E Y I D
Bugar

Jaga Hidrasi, Ini Tips Mudik Lebaran Aman bagi Pasien Aritmia

Jaga Hidrasi, Ini Tips Mudik Lebaran Aman bagi Pasien Aritmia
Reporter: Jane Aprilyani  |  Editor: Jane Aprilyani


MOMSMONEY.ID - Berniat untuk mudik Lebaran ke kampung halaman? Ini tips aman melakukan perjalanan bagi pasien aritmia ya.

Lebaran sering kali identik dengan mudik ke kampung halaman. Saat melakukan mudik atau perjalanan panjang tak sedikit yang merasa kelelahan serta perubahan pola aktivitas.

Bagi sebagian orang, kondisi ini mungkin tidak menjadi masalah. Namun, bagi pasien dengan gangguan irama jantung atau aritmia, perjalanan jauh perlu direncanakan dengan lebih matang agar tetap aman.

Menurut Dr. dr. Dicky Armein Hanafy, Sp.JP(K), Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Aritmia Heartology Cardiovascular Hospital, pasien dengan aritmia sebenarnya tetap dapat bepergian. Termasuk melakukan perjalanan jauh, selama kondisi jantungnya stabil dan terkontrol.

“Sebagian besar pasien aritmia tetap dapat melakukan perjalanan dengan aman. Namun faktor seperti kelelahan, dehidrasi, stres perjalanan, atau terlambat minum obat dapat memicu keluhan seperti jantung berdebar atau pusing,” jelas dr. Dicky dalam keterangan resmi Selasa (17/3).

Sejumlah penelitian dan panduan klinis internasional menunjukkan, perjalanan jauh, termasuk penerbangan, umumnya aman bagi pasien aritmia yang stabil secara klinis. Namun, pasien tetap perlu memperhatikan beberapa hal penting sebelum dan selama perjalanan.

Baca Juga: Terjebak Macet Mudik Berjam-jam? 5 Aktivitas Seru Ini Bikin Waktu Tak Terasa

Tips aman mudik bagi pasien dengan gangguan irama jantung

1. Pastikan kondisi jantung stabil sebelum berangkat

Sebelum melakukan perjalanan jauh, pasien aritmia disarankan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Evaluasi ini penting untuk memastikan kondisi jantung stabil serta memastikan terapi dan obat yang dikonsumsi sudah optimal.

2. Jangan melewatkan obat

Pasien perlu membawa persediaan obat yang cukup selama perjalanan, termasuk cadangan obat jika perjalanan mengalami keterlambatan. Konsumsi obat secara teratur sangat penting untuk menjaga stabilitas irama jantung.

3. Hindari kelelahan dan kurang tidur

Perjalanan jauh sering kali membuat seseorang kurang beristirahat. Padahal, kurang tidur dan stres fisik dapat memicu munculnya aritmia pada sebagian pasien.

4. Jaga hidrasi dan pola makan

Dehidrasi dapat memperburuk kondisi jantung. Oleh karena itu, pasien dianjurkan cukup minum air putih, serta membatasi konsumsi minuman berkafein atau minuman berenergi yang dapat memicu jantung berdebar.

5. Lakukan istirahat secara berkala

Jika melakukan perjalanan darat dalam waktu lama, disarankan untuk berhenti dan beristirahat setiap beberapa jam. Peregangan ringan atau berjalan sebentar juga membantu menjaga sirkulasi darah.

Baca Juga: 25 Ucapan Mudik Lebaran yang Menggugah Hati Para Perantau

Lalu, apa yang harus dilakukan jika gangguan irama jantung muncul di tengah perjalanan?

Dalam beberapa kasus, pasien aritmia dapat mengalami keluhan seperti jantung berdebar cepat, pusing, atau sesak napas saat sedang bepergian. Jika hal tersebut terjadi, dr. Dicky menyarankan beberapa langkah awal yang dapat dilakukan:

  • Segera berhenti beraktivitas dan duduk atau berbaring dengan tenang.
  • Tarik napas dalam secara perlahan untuk membantu menenangkan denyut jantung.
  • Pada beberapa jenis aritmia tertentu, manuver vagal sederhana seperti mengejan ringan atau batuk dapat membantu menormalkan kembali irama jantung.
  • Minum air putih untuk membantu mencegah dehidrasi yang dapat memperburuk gejala.
  • Namun apabila keluhan tidak membaik, semakin berat, atau disertai nyeri dada, sesak berat, atau pingsan, pasien harus segera mencari pertolongan medis di fasilitas kesehatan terdekat.

Menurut dr. Dicky, kunci utama perjalanan aman bagi pasien aritmia adalah persiapan sebelum perjalanan dan kepatuhan terhadap pengobatan.

“Dengan kondisi jantung yang stabil, pengobatan yang terkontrol, serta perencanaan perjalanan yang baik, pasien aritmia tetap dapat bepergian dengan aman dan menikmati perjalanan bersama keluarga,” tutur dr. Dicky.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Jangan Cuma Rajin Sikat Gigi, Ini Pentingnya Menjaga Microbiome Mulut

Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2026 mengangkat pentingnya menjaga keseimbangan microbiome mulut.​    

4 dari 10 Anak Sekolah Alami Gigi Berlubang, Ini Imbauan Wamenkes

Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono ungkap sekitar 4 dari 10 anak Indonesia yang bersekolah mengalami gigi berlubang.​  

Model Rumah Ukuran 6 × 12 Meter 1 Lantai Modern Tropical yang Hemat Biaya

Model rumah 6 × 12 meter 1 lantai modern tropical dengan denah 2 sampai 3 kamar dan estimasi biaya bangun hemat pada tahun 2026.

Bayar Pakai QRIS, ShopeePay Pastikan Pengguna Dapat Cashback Tiap Transaksi

ShopeePay menggelar kampanye Bayar QRIS Pasti Cashback hingga Rp 100.000. Tiap transaksi dipastikan dapat cashback.

Mau Kulit Glowing Tanpa Skincare? Minum 5 Infused Water Ini Secara Teratur

Kali ini MomsMoney akan membagikan resep 5 infused water untuk kulit glowing dari dalam. Yuk, simak dan catat!

Ide Rumah Minimalis Ukuran 7 × 9 Meter yang Nyaman dan Ramah Anak

Denah rumah minimalis 7 × 9 meter dengan tata ruang terbuka, ventilasi baik, dan desain nyaman untuk keluarga serta anak.

Berapa Persen Gaji Suami untuk Dana Pendidikan Anak? Ini Patokan yang Bisa Dipakai

Berapa persen gaji suami untuk dana pendidikan anak? Simak patokan 5–20% dan cara menentukan nominal yang sesuai kondisi keluarga.​

Pasar Modal Bisa Menjadi Salah Satu Alternatif Usaha Menengah Mencari Dana

Kementerian UMKM tengah mengadakan pendampingan bagi usaha kalangan menengah untuk bisa melantai di bursa lewat Rise to IPO. 

Cara Lindungi Keuangan Rumah Tangga dari Penipuan Digital saat HP Hilang

Ponsel hilang bisa membuka risiko keuangan. Simak cara amankan rekening, akun digital, dan anggaran rumah tangga dengan cepat.

Cinta Laura Baca 3 Buku Ini yang Bisa Bantu Membuka Perspektif

Cinta Laura membagikan tiga buku yang dia baca yang bantu melihat pengaruh lingkungan, memahami perilaku manusia, dan memperluas cara pandang.