MOMSMONEY.ID - Tren properti 2026 terus bergeser, simak panduan lengkap ini agar kamu tidak salah beli atau menjual rumah sesuai kebutuhan sekarang.
Memasuki tahun 2026, preferensi masyarakat terhadap rumah mengalami perubahan signifikan seiring gaya hidup yang semakin dinamis.
Rumah tidak lagi diposisikan hanya sebagai aset jangka panjang, tetapi sebagai ruang hidup yang harus nyaman, adaptif, dan relevan dengan aktivitas harian.
Faktor emosional, fungsi ruang, serta detail desain kini menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan.
Bersumber dari Better Homes & Gardens, pembeli dan agen properti melihat adanya pergeseran besar pada cara orang menilai kualitas sebuah hunian.
Tren ini penting dipahami oleh calon pembeli, pemilik rumah, maupun pelaku industri properti agar tidak tertinggal arah.
“Rumah yang membuat orang jatuh cinta bukan soal ukuran, melainkan bagaimana rumah itu langsung terasa nyaman dan fungsional,” ujar Presiden Better Homes & Gardens Real Estate LLC, Ginger Wilcox.
Baca Juga: 9 Warna Cat Ini yang Bisa Membuat Kamar Mandi Terasa Lebih Luas dan Nyaman
Arti rumah pertama kini lebih matang dan berorientasi gaya hidup
Konsep rumah pertama di tahun 2026 tidak lagi identik dengan rumah seadanya. Generasi pembeli usia produktif cenderung memilih hunian yang sejak awal mendukung rutinitas dan kenyamanan jangka panjang.
Tata ruang fleksibel, pencahayaan alami, serta desain yang rapi menjadi nilai tambah utama. Rumah pertama kini dipilih karena kesesuaiannya dengan kebutuhan hidup, bukan sekadar harga terjangkau.
Warna cat berperan besar dalam persepsi dan keputusan pembeli
Psikologi warna menjadi faktor krusial dalam menjual maupun membeli rumah. Warna netral bernuansa alam seperti krem hangat, abu-abu lembut, dan biru kalem memberikan kesan tenang serta mudah diterima berbagai selera.
Sebaliknya, warna terlalu mencolok berisiko mengurangi minat karena sulit dikaitkan dengan identitas pribadi pembeli. Pemilihan warna yang tepat terbukti mampu meningkatkan daya tarik visual rumah secara instan.
Media sosial membentuk ekspektasi hunian modern
Media sosial kini menjadi sumber inspirasi utama dalam menentukan gaya dan fitur rumah impian. Banyak pembeli datang dengan referensi visual yang jelas, mulai dari dapur multifungsi hingga sistem penyimpanan tersembunyi.
Namun, tren ini juga membuat pembeli lebih realistis karena mereka memahami bahwa rumah dapat disesuaikan seiring waktu. Selama struktur dan tata letak mendukung, rumah tetap dianggap potensial untuk dikembangkan.
Tata letak fleksibel lebih dicari dibanding luas bangunan
Di tahun 2026, rumah ideal adalah rumah yang mampu menyesuaikan diri dengan perubahan kebutuhan penghuninya. Ruang kerja di rumah, area keluarga multifungsi, dan penyimpanan cerdas menjadi prioritas.
Pembeli lebih menghargai tata letak yang efisien dan mudah diubah dibandingkan rumah besar dengan ruang tidak terpakai. Fleksibilitas ruang kini menjadi indikator kualitas hunian modern.
Baca Juga: Dekorasi Kitsch Lagi Trendi? Ini Caranya Bikin Rumah yang Hangat dan Penuh Makna
Detail pengerjaan dan sentuhan personal meningkatkan nilai rumah
Keahlian dalam pengerjaan menjadi pembeda utama di pasar properti. Material alami, detail kayu khusus, pencahayaan berkarakter, hingga sentuhan artistik menciptakan kesan rumah yang berkelas dan autentik.
Di sisi lain, teknologi rumah pintar dipandang sebagai bagian dari kenyamanan hidup, bukan sekadar fitur tambahan. Kombinasi estetika dan fungsi ini meningkatkan kepercayaan pembeli terhadap kualitas rumah secara keseluruhan.
Daya tarik eksterior menentukan kesan pertama
Kesan pertama menjadi penentu ketertarikan awal pembeli. Tampilan luar rumah yang rapi, halaman dengan tanaman mudah dirawat, serta area pintu masuk yang bersih memberikan sinyal positif tentang kondisi rumah secara keseluruhan.
Detail sederhana seperti warna pintu depan, pencahayaan teras, dan nomor rumah yang jelas mampu meningkatkan persepsi nilai tanpa renovasi besar.
Tren properti 2026 menegaskan bahwa rumah bukan lagi sekadar tempat tinggal, melainkan ruang hidup yang harus relevan dengan kebutuhan masa kini.
Memahami perubahan preferensi ini membantu pembeli membuat keputusan lebih tepat dan penjual menyiapkan rumah sesuai ekspektasi pasar.
Dengan fokus pada fungsi, kenyamanan emosional, dan kualitas detail, rumah akan tetap diminati dan bernilai tinggi di tengah persaingan properti yang semakin selektif.
Selanjutnya: Anak Dapat Gizi Selama 1.000 Hari Pertama, 10 Kali Lebih Besar Terhindar Penyakit
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News