M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Ini Rekomendasi Instrumen Investasi di Tengah Konflik Geopolitik Timur Tengah

Reporter: Danielisa Putriadita  |  Editor: Danielisa Putriadita


MOMSMONEY.ID - Simak rekomendasi instrumen investasi di tengah perang Israel dan Hamas.

Ketidakpastian masih menerpa ekonomi global. Belum usai konflik antara Rusia dan Ukraina, saat ini serangan Hamas ke Israel memicu ketegangan baru.

Dampaknya, komoditas kembali tersendat. Selain itu, harga minyak jadi naik dan memberi dampak ke berbagai negara. 

Di saat negara-negara sedang mengalami permasalahan inflasi, ketegangan geopolitik memicu permasalahan lain. Data International Monetary Fund (IMF) bahkan memperkirakan pertumbuhan ekonomi global bisa melambat menjadi 2,9% pada 2024 dari perkiraan sebelumnya di angka 3%. 

Ketua Departemen Ekonomi Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Fajar Bambang Hirawan mengungkapkan, negara-negara Timur Tengah merupakan produsen minyak mentah. 

Sehingga, sudah tentu perang Hamas-Israel akan memicu ketidakstabilan mengganggu pasokan energi dan pangan yang berujung naiknya harga minyak dan komoditas. Sektor energi dan pangan ini adalah faktor pemicu inflasi secara global.

"Padahal, sebelum ada perang tersebut, kita berpikir bahwa pressure dari inflasi global sudah mulai menurun, namun ternyata kita dikagetkan oleh perang Hamas dan Israel. Ini seperti kembali pada titik sebelumnya,” katanya dalam diskusi Tumbuh Makna, bertema Menakar Efek Gejolak Timur Tengah Terhadap Ekonomi Indonesia di Jakarta, Kamis (26/10). 

Baca Juga: Rekomendasi Instrumen Investasi di Tengah Gejolak Ekonomi Global 2023

Fajar menambahkan, ketidakpastian global juga dipicu oleh perlambatan ekonomi AS dan Tiongkok. Saat ini, AS tertekan inflasi, sehingga memaksa The Fed harus menahan daya beli masyarakat.

Namun, di sisi lain, mereka juga harus bisa menjaga jumlah uang beredar. Sementara Tiongkok saat ini sedang mengalami kisurh Evergrande yang mengalami permasalahan keuangan. 

IMF melaporkan, kuartal III-2023, ada semacam pesimisme dikarenakan tekanan inflasi tetap ada dan pertumbuhan ekonomi cenderung stagnan atau bahkan menurun akibat ketidakpastian global. 

"Harapannya, ketegangan yang ada di AS dan Tiongkok bisa mereda sehingga ada normalisasi yang dapat membuat iklim ekonomi kembali membaik," ujar Fajar. 

Meski begitu, di tingkat nasional, ia optimistis, ekonomi Indonesia bisa tumbuh di angka 5%. Apalagi, tahun politik akan mendorong belanja masyarakat. Menurut Fajar pemerintah perlu untuk meningkatkan sektor komoditas dan industri manufaktur untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. 

“Perlu diketahui, 50 % dari pertumbuhan ekonomi itu berasal dari konsumsi rumah tangga, sisanya dari investasi, kemudian ekspor dan impor. Untuk itu, kita harus menjaga daya beli masyarakat dan menjaga stabilitas harga komoditas,” ujarnya.

Co-Founder Tumbuh Makna Benny Sufami memiliki penilaian serupa, bahwa dinamika yang terjadi justru membuahkan peluang. Salah satunya pada sektor investasi.

Baca Juga: Ingin Kaya Raya? Paling Tidak Anda Harus Memiliki Tiga Sumber Penghasilan

Menurutnya, para investor pasti melihat efek global yang saat ini terjadi. Contohnya, pada aset kelas fixed income, yang disebut paling sensitif terhadap perubahan tingkat suku bunga, yang justru bisa menghadirkan kesempatan bagi pelaku investasi. 

Tingkat US treasury yield kemungkinan sudah hampir mendekati puncak atas siklus pengetatan tingkat suku bunga yang dilakukan oleh bank sentral AS.

Sebagai contoh, saat ini tingkat imbal hasil US treasury tenor 2 tahun berada di level yang lebih tinggi dari pada imbal hasil US treasury dengan dengan tenor yang lebih panjang yakni 10 tahun dan 30 tahun. 

Di minggu lalu, US treasury yield 2 tahun telah berada di atas kisaran 5,1% sementara yang 10 tahun masih sedikit di bawah 5 % yakni sekitar 4,9%, di mana kondisi tersebut kita kenal dengan istilah Inverted Yield Curve. 

Kondisi yang terjadi saat ini, menurut Benny, juga merupakan salah satu indikasi awal akan terjadinya resesi. Walaupun resesi yang ada kemungkinan cenderung ringan. Bahkan, terdapat kemungkinan AS bisa menghindari resesi dan melakukan soft landing. 

"Terlepas dari terjadinya resesi maupun soft landing, biasanya ekonomi cenderung akan cooling down yang biasanya berdampak positif terhadap kelas aset pendapatan tetap dimana tingkat imbal hasil akan cenderung menurun," tuturnya.

Baca Juga: Suku Bunga The Fed Naik, Ini Sektor Investasi Paling Bergairah

Benny bilang, kelas aset ekuitas ke depan akan cukup menantang di tengah kondisi tingkat imbal hasil obligasi yang cukup tinggi saat ini sehingga membuat ekspektasi investor atas risk premium dari kelas aset ekuitas akan lebih tinggi. 

"Antisipasi yang sama juga berlaku di pasar domestik kita, apalagi dengan melihat tingkat imbal hasil terakhir SBN tenor 10 tahun telah mencapai 7 %. Ini bisa dimanfaatkan dengan baik," ujarnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, dalam 12 bulan ke depan, kelas aset ekuitas diperkirakan laba per sahamnya atau earning per share (EPS) dari IHSG akan tumbuh 5 % hingga 6% dan bisa diperdagangkan pada price earning (PE) 14,6 kali.

Proyeksi IHSG capai level 7.700 hingga akhir kuartal III-2024. Sementara di tahun ini IHSG masih akan tumbuh secara terbatas. Alhasil, Tumbuh Makna menyarankan investor perlu memiliki time horizon investasi yang lebih panjang. 

Namun, investor harus cermat melakukan investasi. Salah satunya, melek dengan literasi keuangan dan mengedepankan data valid. Baiknya investor mendiversifikasi ke lebih dari satu instrumen per kelas aset.

Lalu, investor disarankan memiliki tujuan investasi dalam jangka waktu yang lebih panjang dalam menganalisis data yang tepat. Kemudian, jangan lupa berinvestasi sesuai dengan profil risiko masing-masing.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Promo JSM Indomaret Periode 23-25 Oktober 2026, Frisian Flag Beli 2 Diskon 20%

Promo JSM Indomaret ini berlaku Nasional. Untuk Indomaret di luar Pulau Jawa, Bali, dan Lombok, terdapat selisih harga.

Katalog Promo JSM Alfamart Periode 23-25 Oktober 2026, Diskon Jelang Gajian

Harga promo JSM Alfamart periode 23-25 Oktober 2026 tidak berlaku di wilayah NTT, Balikpapan, Samarinda, dan Sorong.

Rekap Hasil French Open 2026: 8 Wakil Indonesia Melangkah ke Perempatfinal

Hasil French Open 2026 babak 16 besar, Kamis (22/10) dan Jumat (23/10), seluruh wakil Indonesia yang berlaga melangkah ke perempatfinal.

Hemat Banget! Nikmati Promo Bakmi GM Diskon Rp 25.000 Pakai QRIS myBCA

Makan enak di Bakmi GM jadi lebih irit dengan promo Bakmi GM khusus pengguna QRIS myBCA. Dapatkan diskon Rp 25.000 untuk layanan dine-in.

LDR Dikenal Sulit, Ternyata Ini 7 Keistimewaan Hubungan Jarak Jauh

Terkenal sebagai salah satu jenis hubungan yang sulit, inilah beberapa keistimewaan long distance relationship alias hubungan jarak jauh.​

Harga Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Hari Ini (23/10) Kompak Turun Jadi Segini

Harga emas Galeri24 di Pegadaian hari ini turun sebesar Rp 5.000 per gram, sedangkan UBS turun Rp 4.000 per gram. Cek harga besaran lainnya.

Seram tapi Lucu, Tonton Rekomendasi 6 Film Horor Komedi Indonesia Ini

Bagi yang masih takut menonton film horor, coba tonton rekomendasi film horor komedi Indonesia ini.​

Manfaat Kayu Manis untuk Kesehatan, Bisa Menurunkan Kadar Gula Darah

 Tahukah Anda bahwa ternyata ada sejumlah manfaat kayu manis untuk kesehatan. Cari tahu langsung di sini, yuk!​

Keunikan Kamera Honor X7d Bawa Tombol AI Khusus dan Speaker 400 Persen!

Layar Honor X7d mengusung refresh rate 120Hz dan baterai 6500 mAh. Namun ada batas performa streaming yang harus dicermati pembeli.

Cuaca Panas Ekstrem Tak Kunjung Berakhir, Lindungi Kulit Pakai 6 Cara Mudah Ini

Untuk mengurangi bahaya paparan gelombang panas matahari atau heat wave pada kulit, coba lindungi kulit dengan beberapa tips ini.​