M O M S M O N E Y I D
HOME, Keluarga

Ini Dia Jenis-Jenis Pupuk Kandang yang Bernutrisi untuk Tanaman Anda di Rumah

Reporter: Anggi Miftasha  |  Editor: Anggi Miftasha


MOMSMONEY.ID - Anda tentu sudah tak asing lagi dengan jenis-jenis pupuk organik. Salah satu yang paling populer adalah pupuk kandang. Pupuk kandang sangat direkomendasikan untuk penggunaan dalam jangka panjang. Meski prosesnya tak sebaik pupuk kimia, penggunaan pupuk kandang memiliki efek yang baik untuk kondisi tanah.

Pupuk kandang merupakan pupuk yang diolah dari kotoran-kotoran hewan yang sudah lapuk, rapuh, dan tidak berbau lagi. Karena merupakan bahan yang alami, pupuk kandang memiliki kandungan unsur hara yang tak pasti jumlah takarannya. Namun umumnya, kotoran hewan mengandung unsur hara makro seperti nitrogen, fosfor, kalium, kalsium, magnesium, dan belerang.

Baca Juga: Kenali Penyebab Tanaman Anda Tumbuh Kerdil

Setiap jenis hewan menghasilkan unsur hara yang berbeda-beda. Oleh karena itu, artikel ini akan menjelaskan tentang jenis-jenis pupuk kandang dan nutrisinya untuk tanaman.

Kotoran Sapi

Pupuk ini berasal dari kotoran sapi. Dilansir dari Almanac.com, kotoran sapi mengandung sekitar 17% bahan organik, memiliki 0,3% nitrogen, 0,2% fosfor, 0,4% kalium, dan 83% kelembapan. Sementara itu, kotoran sapi yang kering memiliki tingkat nutrisi yang lebih tinggi, yakni 2% nitrogen, 2% fosfor, dan 2,4% kalium. Kotoran sapi juga mengandung serat atau selulosa yang tinggi, sehingga akan mengalami proses dekomposisi lebih lanjut. Proses ini membutuhkan unsur nitrogen yang banyak.

Oleh karena itu, pupuk kandang dari sapi tak bisa diberikan dalam bentuk segar. Pupuk ini perlu melalui pengomposan terlebih dahulu dengan penambahan unsur nitrogen. Pupuk kotoran sapi yang terlah siap akan berwarna hitam gelap, tekstur gembur, tidak lengket, bersuhu dingin, dan tidak berbau.

Kotoran Kambing atau Domba

Selain sapi, kotoran kambing atau dompa juga dapat dijadikan sebagai pupuk kandang. Pupuk yang berasal dari kotoran domba memiliki kandungan nitrogen dan kalium yang tinggi dibandingkan dengan pupuk kandang yang lain. Kotoran domba mengandung sekitar 32% bahan organik, memiliki 0,7% nitrogen, 0,3% fosfor, dan 0,9% kalium, dan 66% kelembapan. Sementara itu, kotoran domba kering mengandung 4% nitrogen, 1,4% fosfor, dan 3,5% kalium. Kedua kotoran ini juga perlu melalui dekomposisi sebelum dijadikans sebagai pupuk tanaman.

Baca Juga: Ini Rekomendasi 6 Tanaman yang Cocok untuk Tabulampot

Kotoran Kuda

Kotoran kuda banyak digunakan sebagai pupuk kandang di pertanian yang dekat dengan peternakan kuda. Kendati demikian, pupuk ini perlu melalui pengomposan karena kuda tidak mencerna biji gulma dan masih terdapat rerumputan yang tidak tercerna dengan baik. Kotoran kuda mengandung 24% bahan organik, memiliki 0,7% nitrogen, 0,3% fosfor, dan 0,6% kalium. Kelembapannya sebesar 75%.

Kotoran Burung dan Kelelawar

Kotoran burung dan kelelawar biasa disebut dengan pupuk guano. Pupuk ini juga termasuk sebagai pupuk kandang karena berasal dari kotoran hewan. Kotoran kelelawar ini menghandung unsur hara makro sebesar 7,5% nitrogen, 8% fosfor, dan 1,5% kalium. Ini efektif untuk menyubarkan tanah yang kekurangan zat organik. Selain itu, juga mengandung kalsium, magnesium, dan sulfur dengan jumlah yang bervariasi bergantung dengan jenis makanan yang hewan tersebut konsumsi.

Kotoran Ayam

Kotoran ayam banyak diminati oleh petani sayuran karena menghasilkan respon terbaik tanaman di musim pertama. Sebab, pupuk ini dapat terdekomposisi lebih cepat dan mempunya kadar hara yang cukup Kotoran ayam mengandung 25-45% bahan organik, memiliki 1,1% nitrogen, 0,8% fosfor, dan 0,5% kalium. Kelembapannya sekitar 55-75%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Rukita Beri Promo Bagi Calon Mahasiswa, Bisa Dapat Gratis Sewa Kost 1 Bulan

Calon mahasiswa bisa dapat promo dari Rukita berupa gratis satu bulan sewa jika booking langsung untuk dua semester.  

9 Makanan untuk Dikonsumsi di Usia 60 Tahun ke Atas agar Panjang Umur

Ada beberapa rekomendasi makanan untuk dikonsumsi di usia 60 tahun ke atas agar panjang umur, lho. Apa saja?  

4 Cara Konsumsi Bayam Paling Sehat supaya Nutrisinya Tidak Hilang

Yuk, intip beberapa cara konsumsi bayam paling sehat supaya nutrisinya tidak hilang berikut ini!            

5 Cara Konsumsi Yogurt yang Paling Sehat untuk Tubuh

Ternyata ini, lho, cara konsumsi yogurt yang paling sehat untuk tubuh! Mau coba terapkan?                 

10 Manfaat Kesehatan Konsumsi Ubi Jalar yang Jarang Diketahui

Tahukah bahwa ada beberapa manfaat kesehatan konsumsi ubi jalar yang jarang diketahui, lho. Cari tahu di sini, yuk!

5 Sayuran untuk Membuat Kenyang Lebih Lama, Cocok untuk Diet!

Sedang diet? Ada 5 sayuran untuk membuat kenyang lebih lama yang patut Anda konsumsi. Cari tahu di sini.

4 Tanda Wajah Tidak Butuh Serum, Kapan Harus Berhenti?

Ada 4 tanda wajah tidak butuh serum. Harus tahu, berikut informasi selengkapnya yang wajib Anda tahu.

Pantau Prakiraan Cuaca Besok (7/4) di Jawa Barat, Didominasi Hujan Ringan

​BMKG memperkirakan cuaca besok Selasa (7/4) dan lusa (8/4) di Jawa Barat akan didominasi hujan ringan.

Hujan Lebat di Wilayah Ini, Simak Peringatan dini BMKG Cuaca Besok (7/4) Jabodetabek

Peringatan dini BMKG cuaca besok Selasa (7/4) di Jabodetabek dengan status Waspada hujan lebat di daerah berikut ini.

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (7/4), Hujan Sangat Lebat Turun di Provinsi Ini

BMKG merilis peringatan dini cuaca besok Selasa 7 April 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat di provinsi berikut ini.