M O M S M O N E Y I D
Bugar

Ini Buah yang Dilarang untuk Dikonsumsi Penderita Diabetes secara Berlebihan

Penulis: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Ada sejumlah buah yang dilarang untuk dikonsumsi penderita diabetes secara berlebihan. Apa saja?

Banyak orang mengira semua buah pasti aman dan sehat untuk dikonsumsi setiap hari.

Dilansir dari laman Eating Well, Mary Ellen Phipps, M.P.H, RDN, penulis The Easy Diabetes Cookbook, mengatakan, memang benar buah mengandung vitamin, mineral, dan serat yang penting untuk melengkapi kebutuhan gizi harian.

Selain itu, sebagian besar buah juga kaya air sehingga menjadi pilihan makanan yang baik untuk membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi.

Namun, bagi penderita diabetes, tidak semua buah bisa dimakan dalam porsi besar tanpa pengaruh pada kadar gula darah. Hal ini karena beberapa buah memiliki kandungan gula alami dan indeks glikemik (IG) yang tinggi, yang dapat memicu naiknya gula darah secara cepat.

Baca Juga: Apa Olahraga yang Paling Bagus untuk Menurunkan Gula Darah Tinggi?

Melansir dari laman Care Arc, ini dia beberapa buah yang dilarang untuk dikonsumsi penderita diabetes secara berlebihan:

1. Mangga

Mangga memang manis dan digemari banyak orang, tetapi kandungan gulanya cukup tinggi dan indeks glikemiknya (GI) juga tergolong besar. GI adalah ukuran seberapa cepat makanan menaikkan kadar gula darah.

Makanan dengan GI tinggi dapat memicu lonjakan gula darah secara cepat. Satu cangkir irisan mangga mengandung sekitar 23 gram gula, sehingga tergolong buah yang manis. Jika dikonsumsi terlalu sering, lonjakan gula darah yang ditimbulkan bisa menyulitkan kontrol kadar gula dalam tubuh.

2. Anggur

Anggur praktis dimakan dan rasanya enak, namun gulanya juga tinggi. Setiap butirnya mengandung fruktosa, dan jika dimakan dalam jumlah banyak, total gula yang masuk ke tubuh akan meningkat drastis.

Karena serat anggur relatif sedikit, gulanya mudah diserap tubuh, sehingga dapat memicu peningkatan gula darah dengan cepat.

3. Nanas

Buah tropis ini terasa segar dan manis, tetapi kadar gula dan GI-nya cukup tinggi. Dalam satu cangkir potongan nanas, terdapat sekitar 16 gram gula yang dapat cepat menaikkan gula darah.

Karena GI-nya tinggi, nanas dicerna dan diserap dengan cepat oleh tubuh, sehingga dapat memicu lonjakan gula darah yang signifikan.

4. Semangka

Semangka memang menyegarkan dan rendah kalori, tetapi memiliki GI tinggi. Artinya, meski tidak bikin gemuk, buah ini tetap bisa menaikkan gula darah dengan cepat.

Kandungan seratnya yang rendah membuat proses pencernaan dan penyerapan gulanya berlangsung cepat.

Baca Juga: 7 Tanda Gula Darah Tinggi Menurut Ahli, Cek di Sini

5. Pisang

Pisang praktis dan bergizi, tetapi tinggi karbohidrat serta gula alami. Satu pisang ukuran sedang mengandung sekitar 27 gram karbohidrat, termasuk 14 gram gula.

Konsumsi berlebihan bisa memicu lonjakan gula darah, terutama pada penderita diabetes yang sensitif terhadap perubahan kadar gula.

6. Ceri

Ceri memiliki rasa manis dan kaya nutrisi, tetapi gulanya cukup tinggi. Satu cangkir ceri dapat mengandung hingga 18 gram gula.

Karena ukurannya kecil dan biasanya dimakan banyak sekaligus, gula yang masuk ke tubuh bisa melebihi batas aman, sehingga gula darah cepat meningkat.

7. Buah kering

Buah kering dibuat dengan menghilangkan air dari buah segar, sehingga gula alaminya jadi lebih terkonsentrasi. Ukurannya memang mengecil, tetapi kandungan gulanya tetap sama seperti buah segar.

Akibatnya, porsi kecil buah kering bisa mengandung gula setara porsi besar buah segar. Misalnya, segenggam kismis bisa memiliki gula yang sama dengan satu cangkir anggur segar. Konsentrasi gula yang tinggi ini membuat buah kering kurang ramah untuk penderita diabetes.

Baca Juga: 10 Kebiasaan Sehari-hari yang Membuat Gula Darah Naik, Stres Salah Satunya

Nah, itulah beberapa buah yang dilarang untuk dikonsumsi penderita diabetes secara berlebihan. Semoga membantu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Kris+ Rayakan Ulang Tahun, Tebar Promo dan Reward

Pengguna Kris+ berkesempatan mendapatkan hingga delapan miles per dolar Singapura, voucher diskon 50%, serta hadiah  selama Oktober 2026.

Rupiah Bertahan di Rp 18.000 atau Tembus Rp 18.200, Ini 5 Indikator Penentu

Analis EBC Financial Group mencermati lima indikator penentu arah rupiah, mulai dari harga minyak, arus modal asing hingga intervensi BI.  

Ini Tip Pengobatan dan Pencegahan Agar Suara Yang Hilang Kembali Bergema

Suara hilang bagi pekerja yang mengandalkan pita suara tentu menjadi persoalan, berikut ini langkah pengobatan dan pencegahannya.

5 Cara Mengatasi Badan Lemas saat Diet agar Tetap Bertenaga Sepanjang Hari

Ingin diet berhasil tanpa tersiksa rasa lemas? Terapkan cara mengatasi badan lemas berikut ini agar tubuh tetap bugar dan berenergi.

Kenali Amylophagia: Ini 5 Dampak Buruk Makan Tepung Terigu Mentah untuk Kesehatan

Ketahui alasan medis mengapa makan tepung terigu dalam kondisi mentah sangat berbahaya bagi saluran pencernaan dan kesehatan secara keseluruhan.

Ada 6 Tokenized Stocks Baru dari Tokocrypto, Cek yuk

Tokenized stocks memberikan eksposur terhadap underlying asset dan bukan merupakan kepemilikan langsung atas saham atau ETF yang mendasarinya.

Rekomendasi Pilihan Obat Influenza Tipe A yang Efektif Percepat Proses Penyembuhan

Kenali berbagai rekomendasi obat influenza tipe A mulai dari antivirus hingga pereda gejala untuk bantu tubuh pulih lebih cepat.

IHSG Berbalik Naik ke 6.036 pada Jumat (2/10), Cek Saham Top Gainers

IHSG pada Jumat ditutup menguat meskipun asing mencatat jual bersih alias net sell Rp 1,17 triliun. 

Update Harga Buyback Emas Hari Ini: UBS Naik, Antam Masih Tertinggi Rp 2.38 Juta

Emas UBS mencatat kenaikan harga buyback paling besar hari ini, sementara Antam turun, tetapi masih yang tertinggi.

Bank Indonesia Kurangi Intervensi Spot, Efektif Menjaga Rupiah?

Bank Indonesia menggeser strategi intervensi di pasar untuk menjaga nilai tukar rupiah terhadap dollar, sekaligus menghemat cadangan devisa.