M O M S M O N E Y I D
HOME, Keluarga

Ini Berbagai Macam Vaksin yang Wajib untuk Anjing Peliharaan

Ini Berbagai Macam Vaksin yang Wajib untuk Anjing Peliharaan
Reporter: Anggi Miftasha  |  Editor: Anggi Miftasha


MOMSMONEY.ID - Demi menjaga kesehatannya dari berbagai macam serangan penyakit, hewan peliharaan seperti anjing membutuhkan beberapa vaksinasi. Vaksin ini juga berfungsi untuk mengurangi frekuensi dan keparahan penyakit baik di dalam tempat penampungan maupun setelah diadopsi.

Kendati demikian, ada beberapa vaksin yang dilakukan secara rutin. Lebih lengkapnya, dilansir dari The Spruce Pets, berikut macam-macam vaksin yang harus diberikan untuk anjing peliharaan.

Baca Juga: Bolehkah Anjing Mengonsumsi Buah Tomat? Simak Dulu Syaratnya

Rabies

Rabies merupakan penyakit virus mematikan yang menyerang sistem saraf pusat. Rabies bahkan dapat menular ke manusia melalui gigitan. Virus ini bila menyerang anjing dapat menyebabkan sakit kepala, halusinasi, kecemasan, air liur berlebih, takut akan air, hingga kematian. Sementara ke manusia dapat menyebabkan demam tinggi, nyeri otot, menggigil, dan gejala lainnya. Vaksin rabies dapat diberikan kepada anjing yang sudah berusia 4-6 bulan. Vaksin ini dapat diberikan setiap setahun sekali.

Distemper

Distemper merupakan penyakit virus yang dapat berakibat fatal karena mempengaruhi saluran pernapasan, pencernaan, dan seringkali juga menyerang sistem saraf. Penyakit ini dapat menyerang pada bulan atau musim tertentu ke anjing semua umur, tetapi anjing termuda paling sering terinfeksi. Vaksin untuk distemper biasanya diberikan pertama kali untuk anak anjing berusia 6-8 minggu dan diberikan secara rutin. Vaksin ini biasanya diberikan dalam vaksin kombinasi, seperti vaksin DP, DHPP, DHLPI, dan DHLPPI+R.

Vaksin kombinasi seringkali hanya disebut vaksin distemper atau distemper/parvo, meski banyak komponen dari vaksin kombinasi ini. Setiap komponen biasanya diwakili oleh inisial.

  • D = Distemper
  • H atau A2 = Adenovirus tiper 2 (melindungi terhadap hepatitis)
  • P = Parainfluenza (Pi)
  • PV = Parvovirus (P)
  • L = Leptospirosis
  • C = Virus corona

Hepatitis/Adenovirus

Vaksinasi adenovirus tipe 2 melindungi anjing terhadap adenovirus tipe 1 dan 2. Adenovirus tipe 1 menyebabkan hepatitis anjing menular, yang mempengaruhi hati dan sistem organ lainnya, serta menyebabkan penyakit serius yang berakibat fatal. Sementara adenovirus tipe 2 dapat menyebabkan penyakit pernapasan dan batuk kennel. Pemberian vaksin ini biasanya bersamaan dengan distemper dalam vaksin kombinasi.

Parvovirus

Canine parvovirus merupakan penyakit virus yang menyebabkan muntah dan diare parah yang bisa berakibat fatal. Gejalanya adalah hilangnya nafsu makan, muntah, demam, dan diare berdarah. Virus ini dapat menulari sesama anjing dan paling berisiko menular ke anjing yang tidak divaksinasi berudia 4 bulan ke bawah. Oleh karena itu, vaksin parvo perlu diberikan saat anjing berusia 6-8 minggu.

Baca Juga: Manfaat Susu Kedelai untuk Anjing Peliharaan

Parainfluenza

Parainfluenza merupakan penyakit virus yang mempengaruhi sistem pernapasan dan mengembangkan batuk kennel. Batuk kennel adalah istilah suatu penyakit saluran pernafasan anjing yang disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Gejalanya adalah batuk kering yang sering, kasar, dan bersuara khas seperti anjing sedang tersedak. Vaksin ini dapat diberikan saat anjing berusia 10-12 minggu dan diberikan bersamaan dalam vaksin kombinasi.

Daftar Vakin Anjing Non-Inti

Selain vaksin inti di atas, ada beberapa vaksin tambahan yang dapat diberikan kepada anjing peliharaan untuk memperkuat imun tubuhnya. Beberapa di antaranya adalah vaksin bordetella untuk mencegah batuk kennel, leptospirosis, vaksin penyakit lyme yang ditularkan oleh kutu, giardia untuk mencegah kista, vaksin canine influenza untuk mencegah flu anjing, dan vaksin corona virus.

Vaksin corona virus ini berbeda dengan manusia. Ini adalah penyakit virus yang menyebabkan diare pada anjing. Risikonya tidak sebesar penyakit virus lainnya, sehingga vaksin ini tidak perlu diberikan secara rutin. Mintalah saran dokter hewan untuk memutuskan pemberian vaksin-vaksin tambahan ini untuk anjing peliharaan Anda.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Risiko Kehilangan Bilyet Deposito Bisa Sirna? BCA Beri Solusinya, Simak Yuk

Membuka deposito kini tanpa bilyet fisik. Dana Anda tetap aman, bunga rutin dikirimkan tiap bulan, dan pencairan pun mudah. Yuk, pahami sekarang.

Punya Rumah Sempit? Coba Ubah Lukisan Jadi Tempat Simpan Rahasia

Jangan biarkan rumah sempit membatasi Anda! Lukisan dinding ternyata bisa jadi lemari tersembunyi yang fungsional. Begini cara cerdas mengaturnya.

Tren Warna Pink Hangat yang Bikin Ruang Tamu Terasa Fungsional di 2026

Bosan dengan putih atau abu-abu? Pink lembut bernuansa peach terbukti bikin rumah terasa hangat dan menyambut. Simak tips memilihnya!  

NIK Jadi NPWP: Aktivasi Coretax Itu Wajib, Ini Cara Daftar Mudahnya!

Berikut cara daftar NPWP online lewat Coretax 2026, lengkap dengan panduan aktivasi NIK jadi NPWP resmi dan praktis modal HP.   &nbs

Accrual Basis vs Cash Basis: Mana yang Cocok untuk Pembukuan Bisnis di 2026?

Berikut perbedaan accrual basis dan cash basis serta cara memilih metode pembukuan yang tepat untuk bisnis Anda.

Mau Tidur Lebih Nyenyak Ini 7 Warna Cat Kamar yang Bikin Adem dan Tenang

Kamar terasa kurang nyaman padahal sudah rapi? Bisa jadi warna dindingnya penyebabnya. Hindari 3 kesalahan ini sebelum mengecat ulang.

Lewat Ekosistem Bisnis Ocean, BCA Bidik Pelaku Bisnis termasuk UMKM

BCA meluncurkan Ocean by BCA sebagai bagian dari strategi penguatan ekosistem layanan digital untuk segmen bisnis.​

10 Tanda-Tanda Masalah Ginjal pada Tubuh yang Penting Diketahui

Ini, lho, tanda-tanda masalah ginjal pada tubuh yang penting diketahui. Cari tahu selengkapnya di sini!  

Sambut Ramadan, Ngaji.ai Hadirkan Fitur Baru untuk Dampingi Ibadah Harian

​Menyambut Ramadan 1447 Hijriah, aplikasi belajar Al-Qur’an ngaji.ai menghadirkan sejumlah fitur baru untuk dampingi ibadan harian  

11 Obat Herbal agar Gula Darah Tinggi Turun secara Alami

Yuk, ketahui beberapa obat herbal agar gula darah tinggi turun secara alami berikut ini! Ada apa saja?