M O M S M O N E Y I D
Keluarga

Ini 14 Bau yang Tidak Disukai Tikus Bisa untuk Mengusirnya!

Reporter: Benedicta Prima  |  Editor: Benedicta Alvinta


MOMSMONEY.ID - Simak daftar bau yang tidak disukai tikus dan gunakan untuk mengusir tikus dari rumah!

Tikus adalah hewan pengerat yang cerdas yang bisa membuat rumah Anda jadi bau, kotor, penuh penyakit dan berantakan. Tikus bisa masuk melalui jalan apapun dan makan apapun. 

Baca Juga: Libur Nataru, Bank Mandiri Siapkan Uang Tunai Rp 26 Triliun

Tikus juga hewan yang sangat sulit diusir jika sudah bersarang di dalam rumah. Namun tikus bisa sangat terganggu dengan beberapa bau yang bisa Anda gunakan di dalam rumah sebagai pengusir tikus. 

Melansir The Spruce, tikus umumnya memiliki indera penciuman yang sangat tajam. Dalam beberapa situasi, bau dapat digunakan sebagai pengusir agar tikus menjauh dari rumah Anda.

Berikut beberapa bau yang tidak disukai tikus untuk mengusir tikus dari dalam rumah!

Kayu manis

Tikus tidak suka bau kayu manis karena aromanya yang kuat. Anda bisa menaburkan kayu manis disekeliling lemari atau letakkan beberapa batang kayu manis di beberapa tempat Anda sering melihat tikus. 

Baca Juga: 3 Calon Siklon Kepung Indonesia, Cuaca Hujan Lebat dan Angin Kencang di Provinsi Ini

Cuka

Aroma cuka yang menyengat dapat menutupi bau feromon tikus. Sehingga tikus tidak akan datang ke rumah Anda meski mereka sudah sering datang sebelumnya. Campurkan cuka putih dengan beberapa tetes sabun cuci piring, kemudian semprotkan ke area yang sering dihinggapi tikus. 

Minyak peppermint

Aroma minyak peppermint juga adalah jenis bau yang tidak disukai tikus. Cukup basahi beberapa area tempat tikus sering beraktivitas dengan minyak ini untuk mengusir tikus. 

Amonia

Bau khas amonia juga dibenci oleh tikus meski belum ada penelitian yang menjelaskan seberapa efektif cara ini. Namun tidak ada salahnya mencoba jika Anda memiliki cairan ini. 

Cabai

Bau pedas juga termasuk bau yang tidak disukai tikus. Taburkan bubuk cabai rawit di sepanjang bagian dalam lemari atau di sekitar loteng untuk mengusir tikus. 

Baca Juga: Apa yang Terjadi pada Tubuh saat Kadar Kolesterol Tinggi?

Garam epson

Garam epson mengeluarkan bau pahit yang tidak disukai tikus. Jadi Anda bisa menaburkan garam di tempat-tempat yang sering dihinggapi tikus. Namun jika Anda menaburkannya di tanah, jangan terlalu banyak. Sebab garam ini dapat merusak tanah jika digunakan dalam jumlah banyak!

Kamper

Bau kamper yang kuat juga jadi bau yang tidak disukai tikus. Aroma kamper yang kuat bisa memperburuk indera penciuman tikus. Namun kekurangannya, tikus jadi lebih gigih untuk mencari makanan sehingga tidak peduli lagi dengan aroma lain yang Anda gunakan untuk mengusir tikus. 

Minyak kayu putih

Minyak kayu putih memiliki aroma herbal menyengat yang baunya tidak disukai tikus. Encerkan kayu putih dengan sedikit alkohol isopropik dan semprotkan ke area yang sering dihinggapi tikus. 

Minyak cabai

Sama seperti bubuk cabai rawit, Anda bisa menggunakan minyak cabai untuk mengusir tikus. Cukup oleskan minyak cabai ke bola kapas dan letakkan di area yang sering dihinggapi tikus.

Baca Juga: Drama Thailand High School Frenemy Sajikan Persahabatan yang Penuh Tantangan

Minyak kayu cedar

Bau khas minyak kayu cedar juga bau yang tidak disukai tikus. Akan tetapi beberapa penelitian menunjukkan minyak ini juga beracun bagi tikus dalam jangka waktu yang lama. Minyak ini bisa menyebabkan lesi dan tumor hati pada tikus. 

Bawang putih dan bawang bombay

Bawa putih dan bawang bombay memiliki aroma khas yang menempel kuat. Ini membuat tikus tidak menyukai baunya. Jadi gunakan bubuk bawang putih yang baunya bisa bertahan lebih lama untuk mengusir tikus.

Bunga lavender

Bunga ada minyak lavender juga bau yang tidak disukai tikus. Coba tanam lavender di rumah Anda, dan lihat akan banyak tikus yang menghilang dari rumah. 

Bergamot

Gunakan minyak bergamot untuk mengusir tikus dari rumah. Tikus tidak suka dengan aroma kuat yang dikeluarkan oleh minyak ini. Cukup tuangkan minyak ke bola kapas dam letakkan di dekat area yang sering didatangi tikus. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Prediksi Ekuador vs Curacao (21/6): La Tri Wajib Menang Demi Jaga Asa Lolos

Prediksi Ekuador vs Curacao Piala Dunia 2026, duel Grup E pada 21 Juni pukul 07.00 WIB di Kansas City Stadium yang penuh gengsi.  

Tidak Boleh Asal, Ini 5 Cara Merawat Botol Parfum agar Aromanya Tahan Lama

Membeli parfum mahal ternyata belum tentu menjamin aroma awet. Simpan botol parfum di tempat gelap dan stabil suhunya.

Pilih Bra Biasa atau Sport Bra? Ketahui 4 Perbedaannya Sebelum Beli

Bingung mau beli bra biasa atau sport bra? Sebelum beli, ketahui dulu 4 perbedaan sport bra dan bra biasa ini.

Prediksi Belanda vs Swedia Piala Dunia 2026: Duel Sengit Dua Tim Serang

Minggu, 21 Juni 2026, dini hari WIB. Pertandingan krusial Belanda vs Swedia akan sajikan duel taktik dan kualitas pemain. Jangan sapai terlewat.

Prediksi Jerman vs Pantai Gading (21/6): Perebutan Puncak Grup E

Pantai Gading punya kecepatan, Jerman punya lini serang mematikan. Siapa yang akan menang di Toronto Stadium? Cek prediksinya!  

Fitur Baru WhatsApp Android Tingkatkan Interaksi, Tak Perlu Repot Lagi

Jangan lewatkan update WhatsApp Android yang paling ditunggu. Menu pesan baru ini hadirkan tampilan segar dan interaksi lebih intuitif. 

HP Samsung Terbaru: Fitur Kamera S25 Ultra Unggul Jauh dari Seri Lain

Mencari HP Samsung terbaik? Galaxy S25 Ultra hadir dengan Snapdragon 8 Elite, namun ada kejutan di seri S25 & A35. Simak perbandingannya!

Kesehatan Anak Optimal: 7 Manfaat Labu Siam untuk MPASI, Kunci Tingkatkan Imun

Penting memberikan MPASI dengan nutrisi penting. Labu siam murah meriah ini bisa jadi solusi cegah obesitas dan tingkatkan imunitas anak.

Tablet Mini Terbaik: Ukuran Kecil, Performa Juara di 2026

Jangan salah pilih tablet mini. Huawei MatePad Mini dirilis dengan M-Pencil Pro dan layar OLED tajam. Lihat perbandingannya dengan tablet lain!

DBD Bukan Hanya Urusan Anak, Dokter Internist Desak Orang Dewasa Segera Vaksinasi

PAPDI desak vaksinasi DBD untuk dewasa 18–60 tahun karena komorbiditas perbesar risiko komplikasi hingga 7 kali lipat