M O M S M O N E Y I D
BisnisYuk

Industri Film Makin Bersinar, Amar Bank Jadi Mitra JAFF Market 2025

Reporter: Danielisa Putriadita  |  Editor: Danielisa Putriadita


MOMSMONEY.ID - PT Bank Amar Indonesia Tbk (Amar Bank) menaruh perhatian ke industri kreatif terutama industri perfilman Indonesia dengan menjadi mitra utama dari perhelatan JAFF Market 2025 powered by Amar Bank yang diselenggarakan pada 29 November hingga 1 Desember mendatang. 

Keikutsertaan Amar Bank dalam perhelatan ini sebagai bentuk peran aktif perusahaan dalam mendekatkan teknologi finansial dengan ekosistem kreatif.

Komitmen ini bukan hanya tentang memperluas layanan, melainkan tentang memahami secara mendalam bagaimana sektor ini bekerja, apa yang dibutuhkan pelakunya, dan bagaimana perbankan digital bisa menjadi bagian dari penguatan struktur ekosistem yang tepat.

Presiden Direktur Amar Bank Vishal Tulsian menilai, industri kreatif, terutama perfilman merupakan sektor strategis dengan potensi pertumbuhan yang besar. Namun, sektor ini belum mendapat perhatian yang proporsional dari pelaku industri keuangan, padahal ini bisa membuka peluang yang besar untuk berinovasi.

Dengan pendekatan yang tepat, industri ini memiliki ruang yang luas untuk didukung dan tumbuh secara berkelanjutan.

Keterlibatan Amar Bank di sektor ini bukan semata soal ekspansi layanan, tapi bagian dari komitmen kami untuk mendekatkan teknologi finansial dengan ekosistem kreatif secara utuh.

"Kami percaya, pertumbuhan industri seperti film akan jauh lebih berkelanjutan jika didukung oleh sistem yang memahami ritme kerjanya," ujar Vishal dalam keterangan tertulis, Kamis (3/7). 

Industri film Indonesia memang tengah menunjukkan pertumbuhan positif, dengan lebih dari 80 juta penonton sepanjang 2024 dan telah melampaui 35 juta penonton hingga Mei 2025. Pencapaian ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu pasar film terbesar di dunia dan mencerminkan tingginya antusiasme terhadap karya lokal. 

Baca Juga: DANA Gandeng Industri Film Perangi Judi Online lewat Agen+62

Di tengah perkembangan ini, film mulai dipandang sebagai sektor penting dalam ekonomi kreatif nasional.

Namun, industri ini masih menghadapi tantangan struktural, seperti perlunya penguatan infrastruktur pendukung, ritme kerja berbasis proyek, ketergantungan pada kekayaan intelektual, dan kompleksitas produksi yang memerlukan pendekatan lintas sektor yang berbeda dari industri konvensional.

Sementara laporan PwC Indonesia dan LPEM FEB UI bertajuk Dampak Ekonomi Industri Layar di Indonesia – Sebuah Peluang menunjukkan, sebagian besar akses pendanaan masih tersentralisasi pada rumah produksi besar.

Kondisi ini mendorong perlunya kebijakan dan kolaborasi baru, termasuk skema pendanaan berbasis IP yang lebih inklusif serta pemahaman lintas sektor tentang penciptaan nilai dalam industri kreatif. 

Perhatian regulator pun meningkat; melalui program Infinity 2.0, OJK menetapkan ekonomi kreatif—termasuk industri film—sebagai sektor prioritas dalam pengembangan sistem keuangan inovatif. Ini membuka peluang kolaborasi antara pelaku kreatif dan sektor keuangan digital untuk menciptakan ekosistem yang adaptif dan berkelanjutan.

Hal ini lah yang mendorong Amar Bank untuk menyasar sektor potensial seperti sektor industri kreatif dan perfilman ini. JAFF Market 2025 dinilai sebagai forum yang dapat membuka ruang untuk menjalin dialog langsung dengan pelaku industri, serta memetakan kebutuhan riil yang ada di lapangan.

Fokus Amar Bank adalah menciptakan ekosistem dukungan yang lebih adaptif melalui inovasi berbasis teknologi dan data, serta memperkuat posisi bank sebagai mitra strategis pengembangan ekonomi kreatif nasional.

Baca Juga: Keberhasilan Jumbo Jadi Film Terlaris, MD Entertaintment: Ini Jadi Momentum Emas

Josua Sloane, Senior Vice President MSME Amar Bank, menambahkan, Amar Bank terus mengeksplorasi peran teknologi dan data dalam memperkuat struktur dukungan terhadap industri kreatif.

"Kami melihat potensi besar dalam penerapan sistem penilaian berbasis performa IP, manajemen cash flow proyek, hingga pemanfaatan analitik untuk membantu proses kreatif berjalan lebih efisien dan terukur," jelasnya.

Sebagai institusi keuangan digital dengan lebih dari 50 persen portofolio difokuskan pada sektor UMKM dan mayoritas dialokasikan pada bidang produktif, Amar Bank kini mulai menempatkan ekonomi kreatif sebagai area fokus berikutnya.

Pendekatan yang digunakan mengedepankan pemanfaatan data, teknologi, serta kolaborasi terbuka untuk memperluas dampak secara sistemik.

Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha menyatakan harapannya agar semakin banyak pelaku industri film yang memperoleh akses pembiayaan yang tepat dan berkelanjutan.

"Hanya sedikit pihak di Indonesia yang melihat investasi di industri film sebagai langkah strategis yang menguntungkan. Saya mengapresiasi visi luar biasa Amar Bank yang berani melihat potensi besar sektor ini," ujarnya pada konferensi pers JAFF Market 2025, beberapa waktu lalu.

Dengan pendekatan berbasis pemahaman, dukungan teknologi, dan semangat kolaborasi, Amar Bank menunjukkan bahwa dukungan terhadap ekonomi kreatif tak harus seragam. Yang dibutuhkan adalah pendekatan yang relevan, realistis, dan mau tumbuh bersama pelaku industri, khususnya perfilman di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

BMKG: El Nino Sangat Kuat, Musim Hujan Datang Terlambat dan Lebih Singkat

BMKG memprediksikan, awal musim hujan periode 2026-2027 di 529 Zona Musim atau 61,08% wilayah Indonesia akan mengalami kemunduran. 

4 Warna Beige Benjamin Moore untuk Rumah yang Terasa Hangat dan Modern

Inilah 4 warna beige Benjamin Moore pilihan desainer ini untuk rumah yang hangat dan modern, lengkap dengan tips biar interior krem tidak monoton.  

6 Kebiasaan Pagi biar Rumah Tetap Rapi Tanpa Buang Waktu Banyak

Ini 6 kebiasaan pagi untuk menjaga rumah tetap rapi, nyaman, dan teratur tanpa menghabiskan banyak waktu sebelum beraktivitas.

Widget myBCA dan Numpad Input Ribuan Bikin Transaksi QRIS Lebih Praktis

Widget myBCA dan Numpad Input Ribuan memudahkan akses fitur serta pengisian nominal QRIS agar transaksi harian terasa lebih praktis.

7 Cara Ubah Pendapatan Biasa Menjadi Aset Jangka Panjang untuk Masa Depan

Ubah pendapatan biasa menjadi aset jangka panjang lewat 7 cara sederhana, dari mengelola uang, investasi, utang, bisnis hingga dana darurat.  

IHSG Anjlok 1,69% Jelang Keputusan BI, Waspada Volatilitas Tinggi

Investor perlu tetap berhati-hati, tanpa bereaksi berlebihan terhadap pergerakan jangka pendek.     

Hasil Bulu Tangkis Asian Games 2026: Tim Putra Indonesia Susul Tim Putri ke Semifinal

Hasil Bulu Tangkis Beregu Asian Games 2026 babak perempat final, Selasa (22/9), Tim Putra Indonesia menyusul Tim Putri ke semifinal.

Diluncurkan Sejak 2019, Begini Capaian QRIS dari Domestik hingga Rambah Mancanegara

Begini perkembangan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) ​sejak diluncurkan tahun 2019.    

Bitcoin Tembus US$ 87.000, Ini Katalis yang Mendorong Penguatan

Arus dana institusional, perkembangan regulasi aset digital AS, dan turunnya harga minyak menjadi sejumlah katalis penguatan Bitcoin.

Peringatan Dini Cuaca Besok (23/9), Hujan Sangat Lebat Masih Turun di Provinsi Ini

BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca besok Rabu 23 September 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat di provinsi ini.